Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik, Mana yang Terbaik?

Beranda / Berita / Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik, Mana yang Terbaik?
23 September 2022
Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik, Mana yang Terbaik?

Budidaya tanaman mungkin menjadi salah satu hobi yang semakin banyak digemari ketika pandemi lalu melanda. Orang-orang mulai banyak yang mencoba mengusik kebosanan di rumah dengan menanam tanaman sayur yang bisa dikonsumsi. Untuk itu mereka perlu menyiapkan media tanam yang cocok bagi tanaman tertentu, salah satunya pemilihan pupuk. Di pasaran, terdapat dua jenis pupuk tanaman, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Kira-kira dari dua pilihan ini, mana yang terbaik?

Mari kita mulai penjelasan dari pupuk organik dahulu. Seperti namanya, pupuk organik berbahan dasar organik seperti sisa tumbuhan atau kotoran hewan yang didekomposisi (teknik kompos). Jenis pupuk organik yang umum dikenal diantaranya pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan, pupuk kompos dari tumbuhan yang dibusukkan dan pupuk hijau dari pembusukan daun. Masing-masing jenis pupuk tersebut memiliki kandungan nutrisi kompleks tersendiri.

Nutrisi yang terkandung dalam pupuk organik tidak hanya mampu menambah zat hara bagi tanah, tetapi juga mampu memperbaiki sifat fisik dan biologi dari tanaman. Terdapat unsur mikronutrien pada pupuk organik yang lebih lengkap dibandingkan dalam pupuk anorganik. Adapun daya ikat tanah yang tinggi membuatnya cocok digunakan pada wilayah tanah yang rawan terkena erosi. Selain itu jenis ini memiliki kemampuan untuk menjaga kelembaban tanah. Keunggulan lainnya adalah tidak mudah meninggalkan residu yang membuatnya aman digunakan, dan juga mudah dibuat sendiri.

Namun kekurangan dari pupuk organik adalah sifatnya yang  slow release sehingga dibutuhkan waktu yang panjang untuk menyediakan hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Maka dari itu penggunaan pupuk organik yang cukup banyak menjadi hal yang lumrah. Resiko pembawa hama dan penyakit tanaman atau biji-bijian yang menjadi gulma juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan pula ketika menggunakan jenis pupuk ini.

Kalau pupuk anorganik atau biasa disebut pupuk kimia ini berasal dari bahan anorganik dengan kandungan hara atau mineral tertentu.  Jenis pupuk anorganik yang umum dikenal diantaranya pupuk urea yang mengandung unsur nitrogen, SP-36 yang mengandung fosfor dan NPK yang kaya akan unsur nitrogen, fosfor dan kalium.

Keunggulan dari pupuk anorganik adalah lebih cepat terurai sehingga nutrisi lebih cepat diserap oleh tanaman. Hal ini membuat penggunannya lebih sedikit disetiap taburannya. Pupuk anorganik memiliki kandungan nutrisi yang sudah terukur dan terkandung dalam bentuk konsentrat, makanya penggunaannya cukup sedikit saja.

Namun Kekurangan pupuk anorganik adalah mampu meninggalkan residu kimia yang bisa mengganggu kesehatan tanah dan juga manusia. Residu tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan unsur hara dalam tanah. Hal lainnya adalah pupuk anorganik bersifat fast realease sehingga siklus pemupukan menjadi lebih sering dilakukan. Belum lagi harga pupuknya yang relatif lebih mahal dan tidak bisa diproduksi sendiri.

Dari penjelasan di atas, masing-masing jenis pupuk ternyata memiliki keunggulan dan kekurangannya tersendiri. Mana yang paling baik diantara keduanya? Jawabannya adalah keduanya saling melengkapi satu sama lain. Kalian dapat mengkombinasikan penggunaan pupuk tersebut untuk hasil buididaya tanaman yang lebih baik. Paling tidak, sesuaikan penggunaan pupuk dengan pilihan tanaman yang digunakan. Hal ini dapat ditanyakan kepada orang yang ahli dibidangnya, ataupun kalian bisa mempelajarinya lebih detail dengan menjadi mahasiswa jurusan Agribisnis di Ma’soem University.

Salah satu keunggulan berkuliah di Ma’soem University adalah fasilitas kampus yang beragam mulai dari fasilitas gedung parkir dalam, fasilitas olahraga yang cukup banyak serta tersedianya asrama mahasiswa. Semua itu bisa kalian dapatkan tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi, ditambah beragam beasiswa kampus yang bisa didapatkan selama berkuliah. Mari bergabung menjadi mahasiswa Ma’soem University!

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2022 Masoem University