Rahasia bisnis Abdurahman Bin Auf

Beranda / Berita / Rahasia bisnis Abdurahman Bin Auf
6 Mei 2021
Rahasia bisnis Abdurahman Bin Auf

”Saya tidak mau keuntungan yang banyak “ . Itulah kata-kata sederhana yang disampaikan oleh Abdurrahman Bin Auf ketika berbisnis. Abdurrahman Bin Auf memilih mencari keuntungan yang sedikit dengan margin kecil namun volume penjualan yang besar. Dalam berbisnis ia lebih memilih mendapatkan keuntungan Rp.10 tapi dalam jumlah penjualan yang banyak dari pada mendapatkan keuntungan Rp.100 tapi  hanya terjual satu produk. Inilah sebuah orientasi bisnis yang sangat brilian. Ketika anda mulai berbisnis jual dengan harga yang sangat murah namun dengan keuntungan yang kecil kita berorientasi pada volume penjualan yang baik. Semakin banyak orang datang ke tempat kita semakin baik karena seiring dengan waktu kita akan mendapatkan keuntungan dengan perputaran penjualan yang sangat besar.

Prinsip berikutnya yang di anut adalah “penjualan berusaha dilakukan dengan secara tunai”. Jika ada pilihan : satu barang laku secara tunai dengan keuntungan 100 dan satu barang laku secara kredit dengan keuntungan 1 juta maka Abdurrahman Bin Auf menyarankan : Lebih baik barang kita laku dengan keuntungan 100 dari pada laku dengan keuntungan 1jt tapi dicicil. Beliau lebih mengutamakan kecepatan dalam likuiditas: “Hari ini terjual, hari ini dapat uang” secara umum akan mengambil barang lagi dan besok akan dijual lagi. Walaupun tidak menolak transaksi secara kredit tapi Abdurrahman Bin Auf lebih suka dan lebih menyarankan untuk melakukan berbisnis dengan cara tunai.

Abdurrahman Bin Auf memulai bisnisnya dengan modal integritas bukan dengan modal uang, kita tahu sesampainya di madinah Abdurrahman Bin Auf tidak memiliki uang sepeser pun. Ia pun pergi ke pasar melihat apa yang layak di jual disana kemudian ia membangun kerja sama dengan seorang pengrajin alat pertanian di madinah ia minta izin untuk mengambil barang hari ini untuk kemudian di bayar esok hari setelah barangnya laku. Seperti itulah cara beliau berbisnis, dalam waktu kurang dari sebulan beliau pun telah memiliki kios di pasar.

Bisnisnya pun berlanjut ke bisnis properti. Ia mengajak kerjasama seorang pemilik lahan yang ada di dekat pasar madinah untuk membangun sebuah pasar yang baru , lebih modern dan jauh lebih baik. Abdurrahman Bin Auf menyediakan modal untuk membangun pasar tersebut. Sedangkan pemilik lahan menyediakan lahannya sebagai tempat pembangunan pasar tersebut.  Sistem kerjasama yang di bangun adalah bagi hasil dalam waktu singkat semua lapak dan kios yang telah di bangun oleh Abdurrahman bin Auf telah full disewa oleh para pedagang. Biaya sewa pun tidak di tentukan setiap pedagang boleh membayar sewa dengan seikhlasnya. Inilah modal bisnis penting yang telah di ajarkan kepada kita oleh Abdurrahman bin Auf bahwa integritas jauh lebih penting dari sekedar uang. Integritas inilah yang membuat Abdurrahman bin Auf mendapatkan kesuksesan bisnis yang sangat luar biasa.

“Beorientasi pada pasar!” itulah prinsip bisnis yang diterapkan baik oleh Abdurrahman Bin Auf. Dalam setiap mengambil kuputusan, beliau selalu mencoba memahami apa kebutuhan dan apa keinginan dari konsumen.  Di prodi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Masoem, mahasiswa akan dibekali prinsip-prinsi berbisnis yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW serta para sahabatnya yang sukses membangun usaha berdasarkan ajaran islam dan prinsip Syariah.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2021 Masoem University