Ngabuburit, hal yang memang selalu istimewa di bulan puasa, menjelang berbuka puasa kita biasanya menyempatkan untuk sekedar jalan-jalan bahkan sampai berbelanja. Setiap sore bahkan dari siang hari, akan mudah kita temukan orang-orang yang berjualan makanan takjil (makanan berbuka) dimanapun.
Hal itu tidak mengherankan karena memang banyak orang yang tidak sempat memasak menu berbuka puasa dikarenakan berbagai kesibukan seperti kerja dan lain sebagainya. Keunikan lain kemacetan di jalan karena aktivitas pedagang takjil mulai sibuk melayani pembeli. Takjil yang banyak dicari untuk buka puasa biasanya es buah, sop buah, kolak, korma, gorengan, dan sebagainya.
Ketika kita melihat ramadan dalam prespektif ekonomi maka bulan ramadhan dapat dijadikan sebagai momentum untuk berwirausaha. Menjamurnya para pedagang disamping para pedagang yang memang kesehariannya berdagang, banyak juga warga masyarakat dan mahasiswa yang menjadi pedagang dadakan. Tradisi selama puasa, idul fitri sampai mudik dimana permintaan masyarakat selalu tinggi. Mereka pada umumnya berdagang kuliner khas ramadan, pakaian muslim, dan sebagainya. Munculnya pedagang-pedagang dadakan pada bulan ramadan menjadi fenomena tersendiri, intinya mereka pandai melihat peluang bisnis.
Akankah kegiatan dagang, bisnis atau perniagaan ini hanya musiman saja? Apakah selepas ramadhan tidak menjadi wirausaha lagi? Padahal jumlah wirausaha menjadi salah satu penentu negara menjadi maju. Sayangnya, jumlahnya di Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.
Menurut Bank Dunia, syarat suatu negara punya perekonomian yang baik dan maju adalah minimal 4 persen warganya berwirausaha. Indonesia hingga kini baru punya 3,3 persen. Singapura 7 persen, dan Malaysia 5 persen. Jika angka ideal ini terpenuhi, ada beberapa segi menguntungkan bagi Indonesia. Energi kreatif wirausaha, lazimnya, menciptakan hal ataupun produk baru yang memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia.
Coba kita perhatikan, ketika dikisahkan Rasulullah menyuruh seorang pemuda untuk mencari kayu lalu menjualnya? Bukankah secara logika akan lebih mudah bagi rasulullah untuk merekomendasikan saja anak muda ini ke salah seorang sahabatnya yang kebanyakan pengusaha kaya itu untuk bekerja pada mereka? Mengapa Rasulullah tidak mengatakan, “Ini, pergilah ke si Anu, sampaikan surat ‘sakti’ ini padanya dan kamu akan diterima sebagai karyawannya.”
Artinya, Rasulullah lebih suka menyuruh anak muda itu untuk jadi pedagang atau berwirausaha dibanding merekomendasikannya untuk bekerja pada orang lain.
Alhasil, ramadhan adalah pesantren kilat wirausaha, ramah dan mengajarkan sikap bangga dengan profesi wirausaha kita, meski sekarang belum besar dan hebat. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah karena Rasulullah pun lebih memerintahkan pemuda untuk jadi pedagang dibanding yang lain. Mind set ketika keluar sekolah bukan hanya ingin menjadi PNS atau bekerja pada perushaan lain, tapi mau berwirausaha mandiri.
Spirit lainya menjadi wirausaha harus berani berpikir out of the box dan berani keluar dari zona nyaman, terbukti Indonesia pun memiliki potensi untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang kreatif. Mereka bergerak pada sektor industri kreatif, restoran, kuliner, fashion, handicraft,dan sebagainya. Salah satu yang menjadi fenomena adalah kemunculan Nadiem Makarim, founder Go-Jek, jasa transportasi berbasis aplikasi yang sempat mendapatkan penolakan dari pengendara ojek konvesional yang merasa terancam dengan kehadiran Go-Jek.
Bahkan Go-Jek buka hanya melayani sarana transportasi saja, tetapi juga mengembangkan berbagai layanan lainnya seperti Go-Food, Go-Mart, Go-Clean, Go-Box, Go-Massage, dan sebagainya. Atau juga banyak lagi kreativitas usaha berbasis aplikasi dan internet yang sampai sekarang menjadi kebutuhan dan alat bantu kegiatan masyarakat. Pandemi Covid-19 telah memaksa dan membuat masyrakat berbelanja online yang memunculkan banyak peluang usaha.
Kreativitas dan Inovasi merupakan kunci wirausaha untuk bisa bertahan dan mampu bersaing saat ini. Semoga Ramadan kali ini menjadi Momentum untuk berwirausaha dan bisa diteruskan hingga diluar bulan ramadhan..Aamiin





