Desa Cisitu kini memiliki aset baru yang berharga berkat inisiatif revolusioner dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 dari Universitas Ma'soem. Dalam sebuah program kerja yang menginspirasi, mereka berhasil mengembangkan "Pojok Tanaman Herbal" yang berkolaborasi erat dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Ibu-ibu PKK Desa Cisitu. Program ini tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati desa, tetapi juga memicu gerakan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Program Pojok Tanaman Herbal ini merupakan salah satu program kerja yang dicanangkan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Ma'soem di Desa Cisitu. Berangkat dari pengamatan potensi lahan dan minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional, mahasiswa melihat peluang emas untuk menciptakan sebuah pusat edukasi dan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat diakses dan dikelola secara mandiri oleh warga. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan desa yang lebih sehat secara alami.
Sejak awal, mahasiswa KKN Kelompok 12 telah melibatkan KWT dan Ibu-ibu PKK dalam setiap tahapan program dengan pendekatan partisipatif. Mulai dari perencanaan bersama, pemilihan jenis tanaman herbal yang paling sesuai dengan iklim dan kebutuhan kesehatan lokal, hingga teknik penanaman dan pemeliharaan berkelanjutan. Keterlibatan aktif ini memastikan bahwa program tidak hanya bersifat top-down, tetapi benar-benar menjadi kepemilikan masyarakat dan memiliki potensi keberlanjutan jangka panjang.
Edukasi dan Pemberdayaan untuk Kesehatan Mandiri
Di pojok tanaman herbal yang kini mulai hijau subur ini, telah tumbuh berbagai jenis tanaman berkhasiat seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, lidah buaya, dan banyak lagi. Mahasiswa KKN tidak hanya membantu dalam penanaman secara fisik, tetapi juga memberikan edukasi komprehensif mengenai manfaat farmakologis setiap tanaman, cara pengolahan sederhana untuk konsumsi harian, hingga potensi pengembangan produk olahan herbal yang bernilai ekonomi sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga.
Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Ibu-ibu PKK. Mereka antusias belajar, bertanya, dan berbagi pengetahuan antar sesama, menciptakan suasana kolaboratif yang positif dan produktif. Mahasiswa dari Fakultas Pertanian dapat memberikan kontribusi keilmuan yang relevan, sementara mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dapat membantu mengidentifikasi potensi pasar dan strategi pemasaran untuk produk herbal olahan.
Kepala Desa Cisitu, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas program transformatif ini. "Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Ma'soem yang telah membawa ide brilian ini. Pojok Tanaman Herbal ini bukan hanya kebun, tetapi juga sumber ilmu, inspirasi, dan harapan baru bagi warga kami, khususnya KWT dan Ibu-ibu PKK, untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga dan bahkan membuka peluang ekonomi," ujarnya penuh kebanggaan.
Program Pojok Tanaman Herbal ini adalah contoh nyata bagaimana kegiatan KKN dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan multipel bagi masyarakat desa. Selain aspek kesehatan dan lingkungan, program ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi di Desa Cisitu. Inisiatif ini menjadi model bagaimana kolaborasi pentahelix (akademisi, masyarakat, pemerintah, bisnis, media) dapat diaplikasikan di tingkat desa.
Universitas Ma'soem bangga dengan capaian Kelompok 12 KKN di Desa Cisitu. Ini adalah bukti komitmen universitas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian dan kepedulian sosial yang tinggi, siap menjadi agen perubahan transformatif di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.





