2586002069a1d226

Saffron: Rempah Mungil Kaya Manfaat

Bagi masyarakat di Indonesia, nama Saffron masih terdengar asing di telinga kita. Yup, saffron nyatanya memang bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari Asia Barat Daya. Saffron juga bisa kita dapatkan dari Timur Tengah dan Eropa.

Saffron atau bunga Kuma-kuma memiliki tiga kepala putik yang terletak di luar bunga Crocus Sativus. Bunga berwarna ungu ini memiliki rasa yang sedikit pahit dan baunya seperti rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal. Saffron mengandung crocin, salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi kuning keemasan.

Saffron kering yang merupakan salah satu jenis rempah-rempah ini lebih dikenal untuk bumbu masakan atau bahan pewarna. Saffron juga digunakan menjadi bumbu pewarna kuning untuk nasi biryani, makanan terkenal khas dari Timur Tengah. Selain itu saffron juga menjadi pewarna untuk beberapa makanan seperti kue-kue atau permen.

Rempah dengan ukuran mungil ini ternyata memiliki harga paling mahal dibanding rempah lainnya. Harga jual putik bunga Crocos Sativus ini mencapai ratusan juta rupiah per kilogram. Menurut foodbeast harga jualnya berkisar antara US$ 2.000 hingga US$ 10.000 atau sekitar Rp. 54 juta – 270 juta per kilogram. Harga yang cukup fantastis untuk rempah kecil ini, namun kaya akan manfaat.

Saffron dengan warna khas kuning terang menjadikannya rempah-rempah paling dicari orang di seluruh dunia. Karena kaya manfaat, saffron pun digunakan untuk obat tradisional berbagai macam penyakit.

Ilmu kedokteran telah mengungkapkan beberapa khasiat dari saffron, seperti antikarsinogenik atau pencegah kanker, immunomodulasi atau memperbaiki system imun dan antioksidan. Tak hanya itu, kandungan anti-tussive dan ekspektoran pada saffron juga dapat menyembuhkan batuk yang disebabkan oleh asam sitrat.

Kandungan Safranal dalam saffron juga mampu melindungi sel otak dengan cara melawan partikel oxidative-stress dan menghambat neuro-degeneration. Safranal pun dapat meningkatnya daya ingat serta kemampuan belajar pada anak.

Dengan manfaatnya yang begitu banyak serta proses pengolahannya yang memakan waktu dan energi, jelas saja saffron berharga mahal. Mengutip dari Bussines Insider, petani saffron harus melibatkan banyak pekerja untuk memanen 1,8 kg saffron per hektarnya. Jadi, untuk mendapatkan 0,5 kg saffron membutuhkan 170 ribu bunga crocos sativus. Mengambil saffronnya pun harus menggunakan pinset. Bunga penghasil saffron ini hanya berbunga setiap 6 minggu sekali dari akhir September hingga awal Desember.

Mahasiswa Ma'soem University, khususnya di Fakultas Pertanian (Agribisnis & Teknologi Pangan) akan diajarkan juga dalam menganalisis jenis-jenis rempah baik dari sisi Biologi dan Juga manfaatnya.