
Setelah lulus mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, umumnya yang dilakukan seseorang adalah mencari pekerjaan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dirinya untuk menjalani kehidupan secara mandiri. Disamping itu, mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat pun sangat penting untuk lebih berkembang sesuai dengan apa yang dibutuhkan di dunia nyata.
Namun pada faktanya, tidak sedikit lulusan dari perguruan tinggi yang sulit mendapatkan pekerjaan. Banyak faktor yang memengaruhi seseorang tersebut sulit mendapatkannya. Berikut adalah beberapa penyebab mengapa lulusan kuliah sulit mendapat pekerjaan.
1. Tidak Cukup Referensi
Memiliki koneksi yang seluas-luasnya akan menambah besar kemungkinan mendapatkan kesempatan bekerja. Begitu juga sebaliknya, Koneksi yang sedikit akan memperkecil terbukanya kesempatan kerja. Walaupun koneksi bukan jalan satu-satunya untuk mencari kerja, tetapi koneksi akan memberikan lebih besar referensi terhadap kebutuhan sumber daya manusia di satu perusahaan.
2. Minim Informasi saat Wawancara
Saat wawancara dengan pihak HRD, biasanya mereka akan menanyakan tentang wawasan tentang segala yang bersinggungan dengan perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka melihat kesungguhan dari pelamar kerja untuk menempati posisi di perusahaan tersebut. Maka, jika tidak mau mencari informasi tentang perusahaan tersebut, maka pelamar tersebut dinilai tidak memiliki kesungguhan untuk bekerja.
3. Gugup saat Wawancara
Tahap wawancara adalah tahap yang sangat krusial, terlebih bila masuk ke tahap wawancara dengan user (biasanya atasan atau ketua tim). Gugup memang manusiawi dan pasti akan ditolerir oleh pewawancara. Tetapi jika memperlihatkan rasa gugup yang berlebihan, hal tersebut dapat dimaknai bahwa pelamar tersebut tidak tahan dengan tekanan.
4. Sembarangan dalam Membuat CV
Proses paling awal dalam melamar kerja, secara umum, adalah memberikan CV pada pihak perusahaan. CV tersebut menjadi representasi pelamar untuk dievaluasi oleh pihak HRD. Jika membuat CV tidak sungguh-sungguh, tidak menarik, dan tidak meyakinkan HRD, maka CV tersebut tidak akan diproses. Bahkan jika tampilan CV tersebut terlalu biasa, HRD tidak akan meliriknya sama sekali.
5. Tidak Jujur pada Saat Membuat CV
Sekali lagi, CV adalah representasi dari pelamarnya. Jika pelamar menulis CV dengan menarik, tetapi saat dipanggil oleh pihak perusahaan, ternyata apa yang ada dalam CV tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, maka secara otomatis pihak perusahaan pun tidak akan memroses orang tersebut lebih lanjut. Bahkan mungkin pelamar tersebut akan diblacklist dari perusahaan tersebut, artinya tidak akan diterima jika melamar lagi.
Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah diri sendiri, seperti tidak memiliki koneksi, tidak jujur, gugup berlebihan, dan sebagainya. Maka dari itu, mempersiapkan diri sebelum melamar kerja adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan diterima kerja di satu perusahaan.