Dalam dunia pengembangan sistem digital, membangun aplikasi saja tidak cukup. Setiap sistem perlu diuji dan dievaluasi secara menyeluruh sebelum digunakan oleh pengguna. Karena itu, mahasiswa jurusan Sistem Informasi, termasuk di Ma’soem University, dibekali dengan pembelajaran Riset Operasional dan Testing Sistem Informasi.
Melalui dua mata kuliah ini, mahasiswa dilatih untuk:
-
Menganalisis efisiensi proses kerja melalui riset operasional
-
Mengidentifikasi masalah dan merancang solusi berbasis teknologi
-
Melakukan pengujian sistem (software testing) baik secara fungsional maupun non-fungsional
-
Menggunakan metode testing seperti white-box, black-box, dan user testing
Di Ma’soem University, pendekatan pembelajaran dilakukan melalui simulasi proyek dan studi kasus nyata. Mahasiswa diminta menyusun laporan riset operasional yang menganalisis proses bisnis pada sektor tertentu, kemudian merancang sistem yang bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Sementara dalam testing sistem, mahasiswa belajar memeriksa:
-
Apakah sistem sesuai kebutuhan pengguna
-
Apakah sistem berjalan tanpa error
-
Bagaimana performa dan responsivitas aplikasi
-
Apakah antarmuka mudah digunakan dan dipahami
“Riset operasional mengajarkan mahasiswa berpikir logis dan efisien. Sedangkan testing memastikan sistem yang dibuat benar-benar layak pakai dan tidak merugikan pengguna,” ujar salah satu dosen Prodi Sistem Informasi Ma’soem University.
Kedua kompetensi ini juga menjadi modal penting saat mahasiswa memasuki magang industri, projek akhir (TA/Skripsi), dan saat terlibat dalam proyek berbasis masyarakat sebagai bentuk implementasi dari kampus berdampak.
Dengan pembelajaran ini, lulusan Sistem Informasi dibekali keterampilan analitis dan evaluatif yang sangat dibutuhkan di berbagai profesi seperti:
-
System Analyst
-
Quality Assurance (QA) Engineer
-
Project Evaluator
-
IT Consultant
-
Data-driven Business Developer





