Pandemi virus corona dan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi nampaknya memiliki keterkaitan yang cukup erat, khususnya di dunia pendidikan tinggi. Betapa tidak, dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH) dan belajar dirumah nampaknya “memkasa” seluruh pihak yang ada di dunia pendidikan tinggi untuk bisa menguasai teknologi informasi agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas. Maka dari itulah kampus Universitas Masoem menyelenggarakan Seminar untuk meningkatkan kemampuan dosen-dosennya agar bisa mengembangkan metode pembelajarannya dengan lebih beragam dan kreatif. Seminar dibuka oleh Rektor Universitas Ma'soem Ir. H. Dadang M. Ma'soem, MSCE., Ph.D. yang menyatakan bahwa salah satu kualitas Perguruan Tinggi dipengaruhi oleh Kualitas Dosen dan metode pembelajarannya. Seminar ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Al Masoem Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma'soem, M.S., Direktur Pendidikan Al Ma'soem Dr. Asep Sujana. Dirjen Kemenag RI Prof. Dr. H. M.Ali Ramdhani S.TP.,M.T. dan Kordinator KOPERTAIS Wilayah II sekaligus Rektor UIN SGD Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.
Selama ini tidak sedikit dosen yang menggunakan gaya mengajar yang dianggap “monoton” dan membosankan seperti metode “ceramah” semata. Menurut salah satu pembicara Pof. Dr. Hj. Aan Komariah selaku pakar pendidikan, kemampuan individu untuk berkonsentrasi tinggi dalam menyimak materi perkuliahan hanya sekitar 7 menitan saja. Lebih lama dari itu, pesan yang disampaikan tidak akan terlalu maksimal diterima oleh mahasiswa terlebih jika sedang melakukan kuliah daring. Hal ini tentu saja harus mulai dirubah karena saat ini kebutuhan mahasiswa sudah sangat jauh berbeda. Dengan adanya sosial media dan mudahnya akses informasi ke internet seperti jurnal ataupun Youtube tentu saja dosen harus mulai berifkir untuk mengembangan metode dan gaya belajarnya.
Dengan adanya kemjuan teknologi informasi seperti itu, fungsi dosen mengalami perubahan yaitu lebih sebagai “Mentor” dan memastikan apa yang didapatkan oleh mahasiswa di Internet adalah sumber yang valid (buku dan jurnal terkreditasi) serta memastikan mahasiswa tidak salah memahami apa yang didapatkannya. Namun sebelum melakukan itu semua, ada baiknya dosen menyusun dan memodifikasi terlebih dahulu Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang lebih bersifat mix blended learning agar tidak monoton. Selain itu, metode pedagogik yang menekankan “konsep care” terhadap mahasiswa juga tidak boleh dilupakan agar tercipta “chemistry” antara dosen dan mahasiswa dan membuka pintu diskusi sebesar-besarnaya agar dosen tidak terksesan egois dan“selalu benar”.
Metode ceramah yang selama ini dilakukan dosen harus bisa diimbangi dengan metode lain seperti Case study (Studi Kasus) dan Project Based Learning (PBL) atau pembelajaran proyek. Dengan menggunakan metode-metode tersebut mahasiswa tidak hanya “Hafal Materi & Teori” saja namun mereka juga akan terlatih untuk melakukan problem solving / menyelesaikan masalah serta membangun sebuah proyek / karya tertentu. Idealnya dosen harus bisa mengevaluasi proses dan perkembangan proyek yang dilakukan oleh mahasiswanya seminggu sekali melalui minute of meeting (MOM). Dilihat dari metode seperti ini, selain sebagai mentor, secara fungsi dosen lebih cocok disebut dosen sebagai konsultan.
Jika suatu saat nanti pandemi sudah berakhir, metode yang bisa dikembangkan adalah metode Focus Group Discussion (FGD). Dengan menggunakan metode ini, mahasiswa akan terlatih untuk mengemukakan ide dan analisisnya secara lisan dan belajar mendebat rekannya dengan cara yang akademis. Idealnya kampus harus memiliki ruangan studio yang dilengkapi fasilitas kedap suara agar tidak mengganggu ruangan lain. Universitas Masoem saat ini sudah memiliki fasilitas studio podcast yang nyaman dan dilengkapi peredam suara yang bisa digunakan untuk metode FGD tersebut. Kesemua metode-metode yang sudah dijelaskan di atas adalah upaya untuk membuat proses pembelajaran agar tidak monoton dan lebih beragam serta sesuai dengan tuntutan revolusi industri 4.0 yang nantinya seorang dosen akan dikenal sebagai “Dosen Jaman Now”.





