Deskripsi: Penggunaan media sosial bisa semakin memudahkan dalam prose pembelajaran. Lewat sosial media, para pelajar secara aktif bisa lebih kreatif dan mandiri sehingga kualitas pelajaranpun bisa semakin meningkat baik dan segi pengetahuan maupun kualitas. Sementara cara menggunakan media sosial agar bisa semakin memicu kualitas para pelajar adalah dengan memanfaatkan berbagai macam kemudahan komunikasi serta informasi yang dimiliki oleh media yang berhubungan.
===
Ada banyak cara berbeda untuk menggunakan media sosial untuk pendidikan. Media sosial memiliki berbagai kegunaan di dalam kelas serta untuk membantu memasarkan dan mempromosikan sekolah dan universitas. Karena kita percaya pada kekuatan media sosial untuk membuat hampir segalanya lebih mudah (bahkan di kelas).
Media sosial dan teknologi adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari, dan mengintegrasikan penggunaannya ke dalam kelas lebih alami daripada sebelumnya, mengingat betapa banyak siswa yang terbiasa dengan mereka. Setiap platform media sosial menawarkan banyak cara berbeda untuk digunakan di kelas, mulai dari berbagi pengumuman hingga mengadakan kuliah langsung, dan banyak lagi. Pertama, media sosial menyediakan alat komunikasi yang lebih lancar dan langsung antara siswa, guru, dan orang tua, yang dapat check in dan bertanya atau menanggapi pertanyaan.
Media sosial memungkinkan lebih banyak peluang e-learning juga. Karena pekerjaan jarak jauh dan kelas online menjadi lebih populer, melatih siswa untuk bekerja dari jarak jauh adalah pelajaran penting, dan media sosial dapat membantu untuk itu.
Penting untuk memahami dampak media sosial dalam pendidikan sebelum menggunakannya, tetapi kami berkeyakinan kuat bahwa media akan membantu memajukan siswa dalam bidang teknologi.
Media sosial memberdayakan semua orang termasuk orang tua, guru, dan siswa. Ini cara yang efektif untuk berbagi informasi dan membangun komunitas. Menurut sebuah penelitian, YouTube, Instagram, dan Snapchat adalah platform online paling populer di kalangan remaja.
Faktanya, 95% remaja memiliki akses ke ponsel yang sudah terintegrasi dengan internet, dan 45% mengatakan mereka 'hampir terus-menerus' online. Beberapa menggunakannya hanya untuk hiburan tetapi juga dapat mempromosikan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Misalnya, siswa menggunakannya untuk mencari informasi, mempromosikan cerita positif, berbagi sesuatu yang berguna, dan berkolaborasi dengan proyek tertentu.
Banyak sistem manajemen pembelajaran telah menggunakan konsep pembelajaran online selama bertahun-tahun. Ya, sistem ini sudah ada selama lebih dari satu dekade. Ini bukanlah hal baru tetapi tidak pernah menikmati adopsi arus utama, dan kami bermaksud untuk mengubahnya. Guru perlu menggunakan teknologi yang diubah untuk meningkatkan proses pembelajaran bagi siswanya. Ini membantu murid untuk bereaksi secara positif. Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa aplikasi fitur-fitur yang ada dalam situs media sosial. Sebagai contoh dapat menggunakan aplikasi seperti facebook: Facebook share, fitur ini bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran. Tutor bisa men-share apapun (materi pelajaran berupa modul, artikel, tugas mandiri, dan sebagainya) kepada peserta didik. Facebook Quiz, fitur ini dipakai untuk melakukan quiz online dalam materi pembelajaran. Tutor dapat membuat quiz-nya melalui media ini, kemudian meminta seluruh peserta didik untuk mengerjakan quiz tersebut.





