7a8fe66a3aebeff6

Strategi Dosen Baru untuk Mengembangkan Kurikulum

Deskripsi: Mengembangkan kurikulum merupakan tugas berat bagi guru di tahun pertama bertugas. Namun, mengantisipasi dan mempersiapkan sebelumnya apa yang akan terjadi akan sangat membantu. Ini bukan sekedar tentang kurikulum atau perencanaan saja. Ini mengenai siswa dalam memahami pelajaran yang disajikan. Ini tentang penyajian materi dan kemampuan siswa dalam memahami, mempertahankan, dan menerapkannya.

==========

Berikut adalah daftar strategi untuk membangun kurikulum dari berbagai pengajaran profesional.

Fokus pada Mahasiswa

Saat membuat kurikulum, ada baiknya untuk mengingat bahwa ini bukan tentang membuat rencana pembelajaran terbaik atau mengembangkan serangkaian proyek dan tugas di kelas yang sempurna. Sebaliknya, ini tentang memenuhi kebutuhan siswa dengan cara memastikan materi yang mudah dikuasai, dan diterapkan di dalam dan di luar kelas.

Jangan Malu untuk Meminta bantuan

Temukanlah guru berpengalaman dan minta masukan mereka terkait kurikulum. Jika Anda tidak memiliki mentor, pertimbangkan untuk bertanya kepada sesama guru apakah dia bersedia bekerja sama dengan Anda selama tahun pertama. Tanyakan kepada mentor Anda apa yang dia lakukan saat membuat kurikulum selama tahun pertama. Guru profesional adalah kekayaan informasi dan seringkali sangat bersedia untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Pilih Program atau Perangkat Lunak Pendukung

Kebanyakan guru akan menyatakan bahwa mereka tidak merencanakan pelajaran atau membuat kurikulum sendiri. Bahkan, seringkali perangkat lunak komputer, program online, atau peta perencanaan dasar digunakan sebagai panduan.

Buku Perencanaan Merubah Dunia

Program online sangat dianjurkan karena memungkinkan guru untuk kapan saja bisa mengakses kurikulum dan memodifikasinya untuk digunakan di masa mendatang. Jika Anda memiliki anggaran terbatas, cari sumber daya gratis secara online atau mintalah contoh kurikulum kepada sesama guru untuk digunakan sebagai panduan.

Hindari Kurikulum yang Dikemas

Kurikulum yang dikemas dapat menjadi alat pembelajaran yang hebat terutama jika Anda mencari contoh langsung untuk dipelajari. Namun, Anda tidak disarankan menggunakan kurikulum sebagai penentuan tindakan Anda. Kebanyakan kurikulum cenderung ditulis dan disesuaikan dengan satu jenis siswa atau satu jenis tingkat pembelajaran. Apa yang berhasil untuk satu siswa mungkin tidak berhasil untuk siswa lainnya. Pada akhirnya, Anda mungkin akan menulis ulang dan merestrukturisasi kurikulum yang sesuai dengan tingkat pembelajaran dan kebutuhan siswa Anda.

Jadwalkan Waktu Perencanaan

Membuat banyak rencana pelajaran untuk membuat kurikulum membutuhkan waktu. Penting untuk menjadwalkan sesi perencanaan dan menentukan waktu mengerjakan kurikulum. Mempelajari cara mengatur waktu itu juga penting. Guru seharusnya tidak terjebak dalam pengembangan kurikulum. Kerjakan dalam beberapa bagian atau unit. Tetapkan tujuan untuk diri Anda sendiri yang sesuai dengan waktu yang ditentukan dan ketika waktu pengerjaannya habis, mundur dan menjauhlah untuk istirahat. Ini bukan perlombaan. Ini adalah tahun pembelajaran siswa Anda, jadi pastikan untuk menanganinya dengan hati-hati.

Diizinkan Mengingat untuk Berbalik arah

Sebagai guru tahun pertama yang mengembangkan kurikulum untuk pertama kalinya, penting untuk disadari bahwa di awal, hasilnya tidak akan sempurna. Bahkan mungkin tidak berada di situasi yang Anda inginkan untuk keempat atau kelima kalinya pun tidak apa-apa. Bahkan ketika produk siap untuk diluncurkan, masih ada beberapa bug/kesalahan yang harus diperbaiki. Itulah mengapa sangat penting untuk menerapkan kurikulum. Mulailah mengajar dan lihat apakah berhasil. Anda tidak akan benar-benar tahu apakah tugas, proyek kelas, atau bahkan pembicara tamu cocok untuk kelas Anda sampai semuanya dilaksanakan. Bersiaplah karena beberapa hal akan berjalan dengan sempurna sementara yang lain membutuhkan perbaikan dengan segera. Ini semua adalah bagian dari proses pengembangan kurikulum.

Rencanakan Umpan Balik dan Penilaian

Jangan lupa untuk mengembangkan penilaian dan umpan balik saat membuat kurikulum. Anda harus dapat mengukur seberapa baik prestasi siswa. Luangkan waktu untuk melibatkan siswa dalam percakapan tentang pelajaran dan tugas hari itu. Cari tahu apa yang mereka suka atau tidak suka dan apa yang mungkin ingin mereka lakukan secara berbeda. Imbaulah siswa untuk angkat bicara jika mereka tidak memahami beberapa materi yang disajikan.