Di masa pandemi ini, ketahanan nasional yang paling diutamakan adalah kecukupan pangan untuk masyarakat. Pemerintah menggelorakan program ketahanan pangan dengan memastikan ketersedian pangan, kemampuan daya beli masyarakat, dan pemanfaatan pangan.
Pemenuhan pangan melalui produksi lokal sedang gencar disosialisasikan supaya masyarakat mandiri dan mudah mengakses kesediaan pangan. Selain itu, strategi ini ditujukan untuk meminimalisasi kegiatan import. Diversifikasi pangan lokal perlu dipelajari oleh masyarakat dan mulai dikonsumsi sehari-hari. Kreativitas dalam pengolahan bahan pangan perlu dikembangkan untuk menarik semua kalangan mengonsumsi pangan lokal seperti kentang, ubi, singkong, dll.
Di Indonesia, terdapat komunitas Masyarakat Singkong Indonesia yang sudah dibentuk sejak tahun 2010. Komunitas ini sebagai salah satu strategi untuk menggencarkan ketahanan pangan lokal. Komunitas ini memberdayakan para petani yang memiliki lahan untuk ditanami singkong. Masa panen minimal satu bulan sekali selanjutnya hasil panen diolah menjadi pangan yang beragam jenis dan rasanya. Contohnya adalah beras yang dibuat dari tepung singkong. Tentunya, strategi ini selain untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional juga bisa menjadi ladang pemasukan keuangan untuk masyarakat.
Sektor pertanian menjadi benteng perekonomian negara karena hasil pertanian bisa menjadi komoditas yang menghasilkan pemasukan keuangan setiap keluarga. Untuk menjaga kestabilan pertanian di Indonesia maka diperlukan inovasi pertanian, perlindungan dan pemberdayaan petani lokal, perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, dan memaksimalkan produksi pangan dalam negeri.
Kendala yang dirasakan oleh semua pihak saat ini adalah keterbatasan lahan kepemilikan, teknologi yang diterapkan belum tepat guna, akses petani ke layanan lembaga keuangan dan informasi pasar masih terbatas, akses petani kepada input pertanian, SDM yang mumpuni kurang tersedia, sektor pertanian menjadi tidak menarik bagi angkatan kerja muda, produktivitas rendah, adanya kegagalan pasar, inefesiensi, distorsi, serta ketergantungan impor.
Tantangan sektor pertanian yang lainnya menyangkut tentang perubahan iklim seperti perubahan suhu dan curah hujan yang ekstrem, hama dan penyakit pada tanaman dan ternak semakin sulit untuk dikontrol, kerusakan lingkungan akibat degradasi lahan dan penurunan kualitas air, tanah, dan udara, hilangnya keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem turun akibat perluasan dan pengelolaan pertanian yang tidak sustainable.
Untuk mempertahankan pangan di masa pandemi maka kita harus membuat sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sistem pertanian yang berorientasi pasar dengan pencapaian ekonomi yang optimal dan memperhatikan keseimbangan fungsi ekologis antara tanah, air, udara juga fungsi sosial budaya setempat melalui penerapan adaptasi teknologi yang ramah lingkungan dan adanya dukungan dari pemerintah lokal dan nasional untuk dapat cakap mengatasi masalah di berbagai tingkat baik itu lokal, nasional, maupun global.
Penerapan pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan bisa berupa Integrated Farming System atau usaha tani yang terintegrasi, Climate Smart Agriculture atau pertanian bijak berwawasan iklim dari tingkat petak lahan ke tataran landskap, agroforestry, dan pertanian yang menerapkan teknologi 4.0.
Selain itu, strategi lain untuk membangun ketahanan pangan di masa pandemi adalah dengan memberlakukan revolusi sistem produksi pertanian seperti beras. Pabrik beras menjadi ide baru yang solutif untuk menghadapi tantangan dan kendala pertanian. Pabrik beras memberlakukan ekstensifikasi vertikal, kontrol input, lingkungan tumbuh, sumber energi dan limbah yang akan diolah kembali menjadi pupuk organik.
Dengan adanya revolusi sistem produksi beras maka akan ada solusi bagi masalah keterbatasan lahan untuk peningkatan kesejahteraan, pertanian rendah karbon, peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan input (air, pupuk, dan pestisida), low cost dan energy, produksi tidak tergantung musim dan gangguan alam, hasil panen akan lebih akurat, dan tercipta keamanan pangan.





