Studi Kasus Eurocamp Travel (1)

Beranda / Berita / Studi Kasus Eurocamp Travel (1)
13 Maret 2020

merupakan salah satu bisnis di Inggris yang bergerak di bidang pelayanan jasa perjalanan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata dan destinasi liburan termasuk hotel dan lain-lain. Dalam pembahasan kali ini, penulis akan merangkum dari studi kasus Eurocamp dilihat dari manejemen operasional dan psikologi konsumen.

I. Case Fact

  1. Eurocamp berusahan untuk menerima masukan dari pelanggan, terutama melalui analisis kuesioner yang dikeluarkan untuk setiap pelanggan. Tingkat kepuasan dengan banyak aspek dari pelayanan, termasuk pemesanan awal, yang dipantau secara ketat di seluruh setiap musim dan dari tahun ke tahun
  2. Mereka ingin menjadi market leader dengan level repurchase dan rekomendasi yang tinggi.
  3. Mereka ingin meningkatkan reputasi berdasarkan high quality equipment, jasa
  4. Pertumbuhan rata-rata naik 15% pada tahun 1985-1990
  5. Beberapa negara yang menjadi target Bisnis mereka untuk dikembangkan adalah Inggris, Belanda, Beberapa negara Uni Europa
  6. Permasalahan yang dihadapi karena kompleksifitas pengembangan bisnis :
    • Cost berlebih dan tidak efektif
    • Terkadang tidak tepat waktu (delay)
    • Cost untuk pelayanan konsumen mengalami banyak perubahan karena kebutuhan merek pun berubah dan menginginkan sesuatu yang serba cepat

 

Problem and Solution :

QUESTION 1: Why has Eurocamp’s ‘Seven-stage Methodology’ been so important in managing the company’s quality improvement projects? How does this compare with ‘best practices’ for project management in general?

Sebagai dasar untuk mengeliminasi beberapa masalah yang tidak signifikan sehingga akan fokus pada isu utama dan permasalahan yang paling besar dalam proses penyajian informasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat spesifikasi tertentu sehingga penyelesaian masalahnya akan lebih efektif. Selain itu, pihak manajemen dapat mengontrol dengan lebih baik problem solving yang dilakukan oleh beberapa tim sesuai dengan tugasnya masing-masing.  

Dalam Ilmu “Manajemen Kualitas Total”, terdapat istilah yang dinamakan dengan TQM atau lebih familiar dengan istilah ISO. Dikutip dari Wikipedia, sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.

"Best practices’ ataupun TQM melihat permasalahan secara general / umum saja dan kurang terfokus pada isu tertentu. Sedangkan Seven-stage Methodology mampu mengupas dan memaparkan permasalahan departemen secara detail dan spesifik sehingga problem solving akan lebih akurat.

 

QUESTION 2:  What are the main features of Eurocamp’s approaches to quality improvement, and why have these been so successful? How has the company avoided ‘Quality Droop’?

mengandalkan main feature berupa “dragon card” yang secara singkat karyawan dilibatkan dalam sebuah “permainan” dimana mereka akan mencari sebuah barang dimana yang mampu menemukannya akan mendapatkan reward tertentu. Disana karyawan akan dilatih untuk melaporkan isu permasalahan yang ada di departemennya sehingga mereka akan peka terhadap masalah sekecil apapun dan mampu mengatasinya yang nantinya akan mempengaruhi kinerja mereka.

Kinerja karyawan yang baik akan mempengaruhi pelayanan mereka terhadap konsumen. Perusahaan cenderung untuk menghindari “Quality Droop” karena hal tersebut justru akan membuat kinerja karyawan menurun dikarenakan kepuasan kerja mereka tidak tercapai (kenyamanan bekerja menurun).

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2022 Masoem University