A0adc9d18f903880

Studi Kasus Illustrious Corporation Dalam Pembahasan Supply Chain Management

Case Fact

Illustrious Corporation adalah sebuah toko perakitan kecil yang memproduksi komponen-kompoen, dimana produk X500 adalah produk yang paling banyak diproduksi. Nancy Barfield, seorang perencana produksi telah mempersiapkan rencana operasi selama 10 minggu ke depan. Komponen pertama yang penting untuk X500 adalah H590 yang mereka beli dari perusahaan lokal lain tetapi kemudian dikembalikan ke supplier karena terdapat sejumlah unit yang rusak.

Selain itu, produksi P712 terpaksa akan tertunda semenjak P712 menjadi komponen yang mirip H590. Hal terebut sangat menghambat proses produksi karena produksi komponen lainnya sangat tergantung H590. Maka dari itulah perakitan X500 juga akan mundur dari jadwal yang direncanakan sebelumnya. Berikut poin-poin penting permasalahan yang harus segera dipecahkan :

  • Menentukan komponen mana yang merupakan komponen tunggal yang “Independen” (sebagai “penggerak” komponen lain) dan komponen mana yang merupakan “Dependen” ( Komponen yang membutuhkan komponen / perangkat lain untuk disambungkan ) dalam perakitan X500
  • Mengerjakannya melalui sistem“Perencanaan kebutuhan bahan baku”
  • Memahami input manajerial menggunakan sistem tersebut

Berikut ilustrasi  dan fakta-fakta relevan  mengenai background perusahaan yang terjadi :

  • Pembelian beberapa komponen untuk  pemasangan produk X500
  • 1 unit X500 membutuhkan 7 komponen dalam 4 tingkat perakitan yang terdiri dari :

(Komponen utuh yang menyokong komponen lainnya)

  • H590 – dibeli dari perusahaan lokal lainnya
  • G418 – dibeli dari supplier lain
  • F416 – dibeli dalam bentuk paket peralatan (KIT)

(Komponen yang membutuhkan komponen / perangkat lain untuk disambungkan)

  • P712  – sangat tergantung H590
  • Q307 – dibentuk dengan memasangkan P712 & G418
  • L600 – dibentuk dengan memasangkan H590 & G418
  • L477 – dibentuk dengan memasangkan F416 & Q307
  • X500 – dibentuk dengan memasangkan L477 & L600

 

Problem Identification :

Dengan pemaparan fakta di atas, bisa kita lihat bahwa masalah intinya adalah bahwa pembelian atau pengadaan suatu komponen dapat terhambat jika terdapat komponen yang belum lengkap. Hal tersebut dapat membuat jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya menjadi mundur.

 

Alternative Solutions:

1. Dapatkan supplier lain untuk memenuhi kebutuhan “Komponen Dependen” mereka.

  • Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuka jalur dengan supplier lain.
  • Mencari supplier baru memang membutuhkan waktu karena butuh penyesuian dengan perusahaan
  • Akan tetapi, supplier cadangan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan saat supplier pertama sedang ada hambatan

2. Mencari Supplier lain untuk semua komponen

  • Hal ini lebih efisien untuk menyuplai komponen di tempat lain yang sedang memerlukan suplai dengan segera
  • Resikonya adalah memungkinkan terjadinya hubungan yang kurang baik dengan suplier lama dikarenakan suplier lama merasa “tersaingi” dengan suplier baru
  • Jika semua suplier dipakai jasanya secara terus menerus, mereka akan meningkatkan kualitas mereka dan bukan hal mustahil jika harga menjadi lebih murah dibanding sebelumnya (pemesanan jangka pendek)

3. Membuat / memproduksi sendiri komponen yang diperlukan

  • Produksi akan lebih cepat karena mereka tidak akan lagi membeli dari supplier lain
  • Resikonya adalah perusahaan ini tidak memiliki pengalaman dalam produksi
  • Perencanaan produksi akan lebih mudah dan terarah karena tidak membutuhkan penyesuaian yang terlalu lama (detail kebutuhan perusahaan sudah diketahui secara persis)

 

Conclusion & Recommendation :

Dengan memahamikebutuhan komponen dan juga faktor suplier dalam memproduksi produk mereka, Illustrious Corporation akan mampu melakukan proses produksi dengan baik tanpa khawatir kekurangan pasokan dari suplier baik dari jumlah ataupun kualitasnya.
            Pemaparan mengenai beberapa solusi diatas dapat digabungkan juga dengan membuat sebuah sistem yang mampu mencakup perencanaan produksi, jadwal induk produksi, dan perencanaan kebutuhan kapasitas. Setelah itu, perusahaan dapat melakukan sebuah “Fungsi Eksekusi”. “Fungsi Eksekusi” disini merupakan tindakan nyata yang didalamnya termasuk fungsi kontrol perusahaan input / pengukuran output, penjadwalan rinci dan pengiriman. Selain itu,laporan keterlambatan juga harus diantisipasi dari perusahaan dan supplier. Dan yang terakhir, “Fungsi Eksekusi” juga mencakup pembelian jangka panjang dan kontrol, serta fungsi-fungsi lainnya.