Tahapan Hipnoterapi Untuk Konseling

Beranda / Berita / Tahapan Hipnoterapi Untuk Konseling
23 November 2022
Tahapan Hipnoterapi Untuk Konseling

Dalam sebuh praktek konseling, terdapat beberapa teknik terapi yang bisa dipilih oleh konselor. Salah satu teknik yang cukup populer adalah hipnoterapi. Teknik ini tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang hipnoterapis saja, guru BK pun yang  notabene bekerja untuk membimbing siswa di sekolah bisa mempelajari teknik yang satu ini. Namun tentu saja pada prakteknya, teknik ini harus dilakukan secara hati-hati dan menjunjung tinggi etika dan norma. Dalam hypnosis formal, sangat penting kita memahami bagaimana tahapan hipnoterapi hingga akhir. Ini berhubungan dengan bagaimana kita membawa klien kedalam kondisi hypnosis dan memberikan treatment yang sesuai. Tahapan hipnoterapi dimulai dari pre-induction talk, induction, deepening, suggestion, dan termination.

1. Pre-induction Talk

Ini adalah tahapan sebelum di mulainya suatu terapi, yang mana klien biasanya belum terlalu terbuka dengan terapis karena merasa belum sepenuhnya percaya. Oleh karenanya di butuhkan proses menjalin kedekatan (rapport) sehingga klien menjadi lebih terbuka. Saat klien mulai terbuka, maka kita bisa menggali data mengenai gangguan/ masalah dengan lebih baik.

Dalam pre-induction talk ini juga sangat menentukan bagaimana jalannya terapi berlangsung, karena dalam tahapan ini terapis harus benar-benar paham apa yang terjadi dengan klien, apa akar masalahnya, dan bagaimana membantunya lepas dari gangguan/ masalahnya. Tentu saja selain kepiawaian terapis dalam melakukan terapi, juga dibutuhkan keakuratan data serta kemampuan melakukan analisis terhadap dinamika psikologis klien. Istilah yang sering di sebut dalam hipnoterapi adalah HIPNOANALISA.

2. Induction

Setela mendapatkan data yang cukup untuk digunakan dalam menentukan pemberian terapi, serta klien juga bersedia menjalani sesi hipnoterapi, langkah selanjutnya adalah memulai melakukan hipnoterapi. Definisi dari hipnoterapi adalah suatu terapi yang dilakukan dalam kondisi mental hypnosis atau yang disebut dengan trance. Oleh karenanya kita perlu mengkondisi kondisi pikiran klien dari kondisi non-hipnosis ke kondisi hypnosis. Cara memindahnya inilah yang disebut dengan induksi. Cara melakukan induksi ada bermacam-macam, bisa dengan melakukan rileksasi tubuh, membuat shock, membingungkan pikiran, dan sebagainya. Intinya membawa klien kedalam kondisi hypnosis.

3. Deepening

Ketika klien sudah berada dalam kondisi mental hypnosis, maka selanjutnya dilakukan deepening. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kedalaman kondisi trance yang sesuai. Saat dilakukan induksi, kondisi trance klien mungkin bisa saja masih belum terlalu dalam, sehingga perlu dilakukan deepening hingga mencapai kedalaman yang sesuai. Deepening dilakukan dengan cara hitungan sederhana, membayangkan menuruni tangga, berada di tempat kedamaian dan sebagainya. Dalam tahap ini biasanya juga dilakukan pengecekan kedalaman trance, dengan mengobservasi ciri-ciri kondisi trance, maupun dengan diberikan pertanyaan skala kedalaman. Aktifitas ini dinamakan depthlevel test.

4. Sugesti

Jika kondisi pikiran klien sudah berada dalam kondisi trance yang sesuai, maka bisa dilanjutkan dengan pemberian sugesti. Perlu dipahami bahwa tahapan pemberian sugesti ini sangat perlu diperhatikan, karena apapun yang akan di katakan terapis akan di respon pikiran bawah sadar dengan cukup kuat. Oleh karenanya pemberian sugesti haruslah benar dan aman. Kemampuan pemilihan kata-kata secara tepat serta diberikan dalam konteks yang sesuai (ekologis), menjadi skill yang wajib dikuasai oleh hipnoterapis. Pemberian sugesti tidak selalu dengan sugesti langsung (direct suggestion), akan tetapi juga bisa berupa sugesti untuk mengingat, sugesti untuk memahami, sugesti untuk membayangkan, dan sugesti lainnya sehingga klein dapat mengalami sudut pandang yang dibutuhkan untuk merasa lebih baik.

5. Termination

Setelah terapi dirasa cukup, maka bisa seluruh proses hipnoterapi diakhiri dengan sugesti untuk kembali ke kesadaran non-hipnosis. Cara melakukan terminasi secara umum bisa dengan memberi hitungan 1 sampai 10 dimana tiap hitungan klien di sugesti untuk semakin kembali kepada kesadaran non-hipnosis. Pada sesi ini juga dilakukan verbalisasi atau pemaknaan terhadap proses hipnoterapi. Tujuan verbalisasi adalah untuk membingkai ulang makna permasalahan secara lebih baik dalam pikiran klien. Dengan memahami tahapan hipnoterapi, kita lebih terarah dalam memberikan terapi. Kita akan tahu kira-kira klien sudah dalam kondisi yang sesuai atau belum untuk diberikan tindakan tertentu. Dalam hal ini seorang konselor adalah pihak yang paling dituntut untuk selalu disiplin dalam melakukan tahapn-tahapan tersebut.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2022 Masoem University