Tren pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia kini mengalami transformasi. Mahasiswa tak lagi hanya duduk mendengarkan dosen, tapi diajak langsung terlibat dalam proyek nyata dan kolaborasi bersama dunia industri.
Model Project-Based Learning (PjBL) menjadi pendekatan yang banyak diterapkan untuk memperkuat kompetensi praktis mahasiswa sekaligus membangun kesiapan menghadapi tantangan di dunia kerja.
“Sekarang mahasiswa ditantang untuk menyelesaikan masalah nyata, bukan hanya sekadar ujian di atas kertas. Mereka harus belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan berani mengusulkan solusi,” ujar salah satu dosen teknik dari kampus swasta di Jawa Barat.
Pendekatan ini juga diterapkan di Ma’soem University, melalui berbagai program studi seperti Teknik Industri, Informatika, dan Manajemen Bisnis Syariah. Mahasiswa diberi kesempatan menyusun proyek kolaboratif, bekerja sama dengan mitra industri, hingga mempresentasikan hasilnya sebagai bagian dari proses evaluasi akademik.
Di prodi Teknik Industri misalnya, mahasiswa terlibat dalam analisis efisiensi produksi langsung di lapangan, sementara di Manajemen Bisnis Syariah, mahasiswa melakukan observasi lapangan ke pelaku usaha syariah dan menyusun model bisnis sesuai nilai-nilai etika.
Melalui sistem pembelajaran ini, kolaborasi antara kampus dan dunia usaha tak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kerja dan magang yang lebih luas.
Dengan metode yang aplikatif ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki kemampuan menyelesaikan tantangan nyata secara mandiri dan profesional.
Langkah ini menunjukkan komitmen kampus, termasuk Ma’soem University, dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era industri yang terus berkembang.





