Setelah lulus dari kelas 3 SMA ataupun kelas 4 untuk beberapa SMK, banyak murid pasti akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke universitas; baik itu untuk mengambil kuliah S1 atau D3. Seperti yang diketahui, sekarang ini ada banyak sekali jurusan yang dipilih oleh murid yang sudah lulus dari SMA. Jurusan atau program studi kuliah tersebut antara lain adalah ekonomi, bahasa Inggris, perbankan syariah, teknologi pangan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk beberapa murid yang sudah tahu ingin masuk ke mana, memilih program studi pasti bukan hal yang sulit. Namun, lain halnya dengan murid yang masih belum tahu tentang jurusan apa yang nantinya mereka akan ambil.
Padahal, jika salah dalam memilih jurusan, mahasiswa dapat mengalami hal-hal yang merugikan seperti ketidak nyamanan, ketinggalan dalam menguasai pelajaran, hingga membuat masa kuliah mereka menjadi lebih lama karena banyak mata kuliah yang tidak memenuhi syarat kelulusan. Agar terhindar dari salah memilih jurusan, tips mudah ini akan membantu.
1. Coba cari tahu passion dalam diri
Setiap orang pasti memiliki passion atau hal yang membuat mereka tertarik dan passion tersebut seringkali berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Untuk dapat memilih jurusan kuliah yang tepat, sangat disarankan untuk mengenali passion yang ada dalam diri terlebih dahulu. Cari tahu lebih dalam tentang bidang dan minat yang disukai; apakah lebih senang dengan hitung – hitungan, ilmu bahasa, olahraga, dan lain sebagainya. Jika bahasa merupakan passion yang paling menarik, maka masuk ke dalam jurusan bahasa atau pendidikan bahasa Inggris adalah pilihan yang pas.
2. Cari informasi dengan detail beserta konsekuensinya
di jaman serba teknologi ini, akan lebih mudah untuk menemukan berbagai macam informasi, termasuk untuk mencari tahu detail tentang sebuah jurusan perkuliahan. Tentang apa sajakah mata kuliah yang akan dipelajari, berapa lama, praktek apa saja yang akan dilakukan, biayanya dan lain sebagainya. Setelah itu, sesuaikan dengan kondisi diri. Sebagai contoh jika memang tak terlalu suka melihat darah atau hal-hal yang bersifat medis, maka jangan pilih jurusan kedokteran. Di lain sisi, apabila memang hitung – hitungan menjadi hal yang disukai, maka memilih jurusan matematika, perbankan, atau kimia bisa menjadi pilihan yang pas. Sementara itu, apabila memang lebih menyukai hal – hal yang berbau praktek, maka teknologi pangan, olahraga, dan lain sebagainya dapat dipilih. Selain dari internet, informasi dan konsekuensi tentang program studi saat kuliah juga bisa diperoleh dari guru, teman, atau mungkin kakak kelas yang sudah masuk ke universitas.
3. Hindari alasan finansial hanya untuk memilih jurusan
Tak bisa dipungkiri memang ada beberapa profesi yang menjanjikan gaji yang tinggi. Hal inilah yang membuat seseorang kemudian berminat untuk masuk ke dalam sebuah jurusan yang nantinya dapat meraih profesi tersebut. Hal ini sebenarnya sah – sah saja asalkan memang passion, kemampuan dan juga budget yang ada dapat mencukupi. Namun, lain halnya jika ternyata passion seseorang tidak kearah sana dan sebenarnya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk masuk ke dalam jurusan tersebut. Kondisi ini justru akan merugikan orang tersebut. Percayalah, apapun jurusan yang dipilih dan dilakukan dengan sungguh – sungguh, maka di masa depan pasti akan membuahkan hasil yang manis.
4. Jangan hanya ikut – ikutan teman
Alasan ikut – ikutan teman seringkali menjadi alasan klasik kenapa seseorang masuk ke dalam jurusan atau universitas tertentu. Hal ini karena orang tersebut akan merasa lebih nyaman karena nantinya saat di lingkungan universitas, sebagai lingkungan yang baru untuknya, dirinya tak akan menjadi orang asing karena sudah punya teman semasa di SMA dulu. Ini berbahaya. Ikut ikutan teman dan menjadikannya satu satunya faktor untuk memilih jurusan akan sangat merugikan terutama jika passion dan kemampuan seseorang tidak ada di jurusan tersebut. Hasilnya, kuliah hanya akan dilakukan dengan setengah hati dan bukan tidak mungkin hasil selama berkuliah akan jelek. Ini akan membuat lulus menjadi lebih lambat, hasil akhir tidak maksimal, dan nantinya pasti akan kesulitan dalam mencari pekerjaan karena kalah bersaing.
5. Cari Tahu tentang prospek pekerjaan yang akan digeluti setelah lulus kuliah nantinya
Setiap jurusa kuliah memiliki prospeknya sendiri – sendiri dan ada persepsi di masyarakat bahwa beberapa jurusan dianggap memiliki prospek karir yang sangat banyak dan luas serta menjanjikan. Seperti misalnya di jurusan bahasa Inggris, teknologi pangan, ekonomi, dan lain sebagainya. Coba cari tahu apa sajakah prospek dari jurusan kuliah yang ingin diambil dan apakah cukup cocok dengan apa yang dicita citakan selama ini. Memang, salah satu tips yang disarankan adalah memilih jurusan kuliah dengan prospek yang banyak.
6. Cari Informasi tentang kampus atau universitas yang diincar
selain mencari informasi tentang jurusan kuliah, jangan lupa untuk mencari informasi tentang kampus atau universitas yang diincar. Ada beberapa hal yang dapat dicari informasinya seperti akreditasi, kualitas para pengajar yang ada, lingkungan sekitar kampus, jurusan atau program studi apa saja yang ditawarkan, sampai dengan biaya perkuliahan. Tentu kampus yang berkualitas akan menciptakan suasana yang kondusif untuk mahasiswanya. Berbicara tentang biaya, memang kuliah membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan SMA. Namun, banyak kampus yang kini mulai menyediakan beragam beasiswa untuk mahasiswa atau calon mahasiswanya sehingga dapat menempuh pendidikan dengan baik.





