833565fda741d048

Teknologi Pangan Itu Nggak Cuma di Sawah, Tapi Juga di Lab dan Riset Produk Makanan

Masih banyak masyarakat yang salah paham soal jurusan Teknologi Pangan. Tak sedikit yang mengira mahasiswa di bidang ini hanya belajar di sawah atau panas-panasan di kebun. Padahal, realitanya jauh lebih kompleks dan ilmiah.

Teknologi Pangan bukan sekadar soal produksi bahan makanan di lapangan, tapi juga tentang proses ilmiah di balik keamanan, gizi, daya tahan, dan kualitas produk pangan. Mahasiswa tak hanya turun ke lapangan, tapi juga menghabiskan banyak waktu di laboratorium — menguji kandungan, meneliti bahan, dan menciptakan formula inovatif.

“Kadang orang kira kami cuma belajar pertanian. Padahal kami juga belajar mikroskopi, kimia pangan, bahkan simulasi produksi pangan berskala industri,” ujar salah satu mahasiswa aktif Teknologi Pangan.

Mahasiswa jurusan ini mempelajari berbagai aspek penting seperti:

  • Uji mutu dan daya tahan makanan

  • Inovasi pengawetan alami

  • Riset kandungan gizi

  • Pengembangan produk pangan fungsional

Dengan pendekatan project-based learning, mereka dibekali kemampuan berpikir kritis, bekerja sistematis, serta terbiasa menyelesaikan masalah nyata di dunia industri makanan dan minuman.

Beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Ma’soem, telah menerapkan pembelajaran integratif antara teori, praktik lapangan, dan riset laboratorium. Ini untuk memastikan mahasiswa Teknologi Pangan benar-benar siap masuk ke dunia kerja yang menuntut inovasi dan ketelitian tinggi.

Teknologi Pangan, dengan segala tantangannya, bukan hanya soal makanan — tapi tentang ilmu dan teknologi di balik makanan yang aman, bergizi, dan bermanfaat bagi masyarakat.