Tips Anak Rantau Hadapi Awal-Awal Kuliah dan Maksimalkan IP

Beranda / Berita / Tips Anak Rantau Hadapi Awal-Awal Kuliah dan Maksimalkan IP
2 Juli 2019
Tips Anak Rantau Hadapi Awal-Awal Kuliah dan Maksimalkan IP

Indeks Prestasi Kumulatif atau sering disebut dengan IPK memang sering dirasakan sebagai setengah nyawa mahasiswa. Di samping jadi bukti pada orangtua bila kamu niat kuliah, IPK juga ialah standar kompetisi prestasi antar mahasiswa dan kriteria kesatu yang biasa dipatok perusahaan dalam menggali karyawan. Wajar andai kamu berjuang mati-matian guna mendapatkan IPK yang cemerlang.

1. Anggaplah kuliah tersebut seperti menu makan: IPK ialah nasinya, pengembangan skill dan pola pikir lauk-pauknya. Mendewakan IPK tak berbeda dengan melulu memakan nasi akan tidak cukup gizi.

Bicara mengenai IPK memang selalu memberikan sensasi tersendiri untuk mahasiswa. Saat IPK naik, anda akan girang bukan main. Saat IPK terjun bebas, anda akan merasa kiamat telah dekat. Bukannya IPK tersebut tidak urgen sama sekali, tapi destinasi kuliah tidak saja mendapatkan IPK tinggi. Tak kalah pentingnya dari IPK ialah soft skill serta pola pikir yang anda dapatkan sekitar proses perkuliahan.

Jika kamu tak puas dengan IPK-mu yang sekarang, dapat jadi sebetulnya dalam hati kamu ialah orang yang punya ambisi. Mungkin kamu gagal menemukan prestasi akademik secemerlang harapan karena kamu begitu sibuk mengalirkan ambisimu di tempat-tempat lain, contohnya organisasi kampus atau komunitas kegemaran di kotamu. Menangisi IPK melulu akan membuatmu tak sempat bahwa kamu punya potensi-potensi yang tak dapat diterjemahkan ke dalam angka-angka. Cobalah tilik lebih dalam ke dirimu sendiri: bukankah dari pekerjaan berorganisasimu sekitar ini, kamu telah menempa pola pikir dan soft skill yang diperlukan sebagai seorang profesional?

Dengan mengembangkan soft skill dan pengalaman, tidak boleh heran jika kamu dapat menjadi kandidat yang dicari tidak sedikit perusahaan. Di lain sisi, dengan pola pikir yang maju kamu pun dapat membuat masa mendatang yang cerah tanpa mesti mengandalkan apa yang tercantum dalam ijazah. Setiap orang tentu punya kelebihannya masing-masing. 

2. Menjelang masa UAS cari tumpangan di kost mahasiswa yang memang familiar nilainya di atas rata-rata

Jika barangkali memanfaatkan eksistensi teman satu jurusan yang otaknya familiar cemerlang dapat jadi pilihan. Minimal 1 minggu sebelum masa sulit tersebut datang rayulah dia supaya mengizinkan kamu belajar di kost bareng dengan dia. Sebagai gantinya kamu dapat membayari dia makan siang atau malam sesekali. Belajar dengan orang pintar itu tidak sedikit untungnya. Di samping ada rekan bertukar pintar orang model begini juga seringkali punya teknik belajar yang ilmunya dapat kamu tiru.

3. Bertapa di perpustakaan kampus 7 hari 7 malam

Kalau seringkali kamu lebih memilih nongkrong di kantin daripada di perpustakaan sekarang saatnya kembali ke esensi mahasiswa yang mestinya tidak sedikit baca buku di perpustakaan. Untuk sedangkan waktu lupakan dulu untuk karaokean, hangout di kafe, nonton bersama, lagipula traveling ke luar kota. Sisihkan masa dan tenaga untuk menelaah materi kuliah di perpusatakaan yang tenang dan minim gangguan. Lebih afdol lagi bila kamu dapat numpang menginap di sana. Jadi selama waktu ujian kamu dapat mengabdikan masa-masa sepenuhnya untuk belajar, belajar, dan belajar.

4. Di hari-H ujian, bawa daftar kecil yang isinya rangkuman mata kuliah yang diujikan. Bukan bikin nyontek, tapi guna meyakinkan aja

Kadang-kadang meskipun merasa telah belajar dan dapat menjawab seluruh soal ujian, rasa ragu bakal jawaban yang sudah diberikan dapat saja datang. Maka dari tersebut membuat daftar kecil yang isinya cocok dengan pelajaran yang sedang diujikan bakal sangat bermanfaat untuk membantumu.

Tapi ingat trik ini hanya dapat dilakukan saat anda sudah selesai menuntaskan ujian dan bukan melakukannya di awal. Selain hal tersebut pastikan pengawas yang memantau jalannya ujian tidak melihatmu mengerjakan ini. Karena bila sampai ketahuan habislah khayalan mendapat nilai sempurna cocok harapan.

5. Hindari memungut beban SKS terlampau banyak. 3 SKS aja barangkali cukup

Pengambilan beban SKS seringkali ditentukan dari besaran IP yang kamu dapatkan di semester sebelumnya. Nah seringkali rata-rata mahasiswa akan mengambil SKS maksimal andai memang nilai IP-nya mencukupi. Padahal semakin tidak sedikit mata kuliah yang diambil maka semakin besar pula tanggung jawab yang mesti diemban. Bagi mengakalinya, ambilah bebas SKS lebih tidak banyak dari jumlah dapat kamu ambil. Cara ini bakal membuatmu dapat memfokuskan diri dengan lebih ketika pada tiap mata kuliah.
 

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University