Saat ini kebutuhan Sumber Daya Manusia yang memahami dunia Teknologi Informasi (IT) semakin meningkat. Salah satu profesi yang paling sering dicari adalah Programmer. Namun tidak sedikit orang yang merasa salah pilih atau bisa dikatakan salah belajar saat mempelajari coding. Akibatnya tidak jarang mereka justru ragu untuk memulai kembali belajar coding karena bingung untuk memilih bahasa pemograman. Berikut beberapa tips untuk kalian anak IT yang saat ini sedang bingung dalam memilih bahasa pemograman apa yang akan dipelajari terlebih dahulu :
- Pilih Berdasarkan Tuntutan: Jika kalian masih awam, kalian bisa memilih bahasa pemograman dari tuntutan. Sebagai contoh misalnya ketika kita kuliah atau sekolah, kita dituntut untuk mampu bahasa pemograman C++
- Pilih Bahasa Yang Saat ini Sedang Trend : Maksud dari “trend” di sini adalah Kita bisa memilih bahasa pemograman yang saat ini sedang “naik daun”. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui trend apa yang saat ini sedang berkembang? salah satu cara paling mudah adalah kita bisa cek di laman google trends. Selain kita bisa melihat trending topic secara acak, kita juga bisa melihat pergerakan statistik mengenai topik tertentu saat kita memasukan keywords yang kita inginkan.
- Pilih Berdasarkan Kebutuhan Pasar : Teknik ini bisa kita gunakan untuk meriset bahasa apa yang paling dibutuhkan. Setelah kita tahu, kita bisa mempelajarinya untuk mendapatkan lowongan ataupun mengerjakan sebuah proyek berdasarkan kebutuhan bahasa tersebut.
- Pilih yang Tutorial dan Komunitasnya Banyak : Kita harus sadar bahwa bukan hanya kita yang saat ini sedang belajar bahasa pemograman. Maka dari itu, kita bisa mencari bahasa yang komunitasnya cukup banyak supaya kita bisa sharing dan tanya jawab seputar bahasa pemograman yang sedang dibahas.
Salah satu kampus yang memiliki jurusan komputer berpengalaman dan di-support oleh unit perusahaan sendiri adalah Univeristas Masoem. Tidak hanya belajar bahasa pemograman, para mahasiswa Fakultas Komputer dibentuk untuk menjadi seorang technopreneur dimana lulusannya tidak hanya ahli dalam ilmu komputer secara teknis, namun bisa mengembangkan sebuah bisnis dengan memaksimalkan pengetahuan dan keahlian bidang IT yang mereka punya. Dengan background nama Al Masoem sebagai salah satu pengusaha muslim terkemuka di Jawa Barat, kurikulum kampus pun disusun sedemikian rupa agar mampu menyeimbangkan antara akademik, akhlak dan mental sebagai pengusaha.





