Tips Mempertahankan Bisnis Keluarga

Beranda / Berita / Tips Mempertahankan Bisnis Keluarga
5 Maret 2021
Tips Mempertahankan Bisnis Keluarga

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya bahwa tidak mudah dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis keluarga. Tips berikutnya dalam melakukan itu semua adalah:

  • Merencanakan sukses secara strategis. Bisnis keluarga yang bertahan memiliki perencanaan suksesi jangka panjang yang strategis. Kemampuan untuk merencanakan penerus pimpinan perusahaan sangat menentukan kesuksesan perusahaan di masa depan. Dalam proses ini, perusahaan perlu untuk menghilangkan persepsi di antara karyawan non-keluarga bahwa pemipin berikutnya hanya mendapatkan posisi tersebut karena koneksi keluarga. Mereka harus diyakinkan bahwa proses suksesi dilakukan secara professional bahkan untuk anggota keluarga yang dipercaya menjadi pimpinan.
  • Mengelola secara objektif. Bisnis keluarga yang bertahan antar generasi umumnya memiliki dewan yang terdiri dari gabungan keluarga dan professional. Hal ini dilakukan agar objektivitas perusahaan tetap terjaga.
  • Memanfaatkan merek keluarga. Bisnis keluarga yang berhasil mengetahui cara memanfaatkan merek atau nama baik keluarga untuk keuntungan perusahaan. Hal ini dilakukan karena umumnya bisnis keluarga lebih dipercaya oleh klien dan konsumen. Kepercayaan harus dipertahankan dengan proses dan tata kelola organisasi yang baik. Perselisihan internal, apabila dibiarkan, bisa mempengaruhi pasar dan pada akhirnya merusak merek.
  • Berpikir jangka panjang. Menurut Nicolas Kachaner, George Stalk, Jr., dan Alain Bloch dalam “What You Can Learn from Family Business”, bisnis keluarga umumnya bersikap konservatif dalam menangkap peluang keuntungan. Mereka cenderung menjaga perusahaan dari hutang, menghemat pengeluaran, dan mempertahankan keadaan yang ada. Padahal, apabila bisnis keluarga bisa memanfaatkan peluang pada masa menguntungkan, mereka akan memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan pada masa sulit. Hal ini sejalan dengan laporan The Economist bahwa dari 114 bisnis keluarga dari 1.200 perusahaan besar, ditemukan bahwa bisnis keluarga memiliki nilai lebih tinggi dalam hal budaya, motivasi pekerja, dan kepemimpinan. Namun penelitian yang sama juga menunjukan  bahwa perusahaan keluarga memiliki nilai rendah dalam hal inovasi dan terlalu berpusat pada internal.
  • Mampu beradaptasi. Kematian banyak bisnis baik itu keluarga atau non keluarga utamanya disebabkan ketidakmampuan menghadapi perubahan drastis (rapid change), kontraksi ekonomi, dan disrupsi. Kita bisa saksikan sendiri bagaimana misalnya perusahaan transportasi konvensional seperti taksi satu per satu berguguran karena tidak bisa menghadapi gempuran transportasi berbasis online. Oleh karena itu, bisnis keluarga harus mampu menghilangkan batasan-batasan yang menghalanginya untuk selalu berinovasi. Matinya perusahaan-perusahaan pada waktu tertentu menunjukan terjadinya siklus hidup industri (industry life cycle), yaitu rangkaian evolusi sebuah industri seiring waktu, mencakup tahap pengenalan (start up), pertumbuhan (growth), kematangan (maturity), dan penurunan (decline). Setiap perusahaan mengalami kecepatan yang berbeda pada tahap tersebut dan adanya disrupsi teknologi serta ekonomi saat ini, lebih banyak perusahaan yang mengalami akselerasi menuju penurunan.
  • Untuk bisa bertahan, Pimpinan bisnis keluarga dengan demikian harus bisa menyatukan dan menjaga sumber daya manusia di keluarga untuk bisa mengawasi dan berkontribusi terhadap perusahaan, mengambil peluang, dan menjaga keluarga serta perusahaan dari berbagai ancaman.
  • Terakhir, bisnis keluarga sangat bergantung pada adanya kesatuan keluarga, keberhasilan finansial, dan dukungan dari setiap anggota keluarga. Perusahaan keluarga yang bisa bertahan, dengan demikian harus dijalankan oleh mereka yang memiliki keinginan mendalam untuk melihat perusahaan itu bisa terus sukses dan bermanfaat untuk generasi selanjutnya. Keberhasilan bisnis keluarga banyak ditentukan faktor internal keinginan untuk maju bersama, dan dikombinasikan dengan pengelolaan yang profesional dengan melibatkan manajer profesional walaupun dari non keluarga...

"Khoirrunass anfa uhum linnas"..."sebaik baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat", memberikan maafaat bukan hanya sebagai pribadi tapi perusahaan memberikan mamfaat yang berkelanjutan, sebagai pribadi suatu keniscayaan pasti meninggal sedangkan perusahaan bisa bertahan untuk jangka waktu yang tidak terbatas..

Oleh : Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, MS.(Ketua Yayasan Al Masoem serta Dosen Prodi Agroteknologi Fak Pertanian Unpad & Dosen Faperta Universitas Masoem)

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University