Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai dengan gejala utama berupa afek depresi, antara lain, kehilangan minat dan kehilangan energi yang ditandai dengan cepat lelah. Jika kamu atau temanmu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi pada layanan kesehatan jiwa.
Dalam buku “Dekap (Dengarkan, Empati, Kelola & Pertahankan): Pertolongan Pertama dalam Mempertahankan Kesehatan Mental” yang disusun tim psikiatri Melinda Hospital, Bandung, dijelaskan bahwa depresi
Buku tersebut menyatakan, depresi dapat disembuhkan. Orang yang depresi bisa kembali hidup normal. Penyembuhan depresi bisa dilakukan dengan cara medis dan non medis yang terintegrasi. Langkah menempuh cara ini ialah dengan mendatangi layanan konseling profesional dan mengikuti kegiatan positif seperti ikut komunitas, menekuni hobi, mengikuti kegiatan keagaamaan, bercerita kepada orang yang dipercaya, dan lain-lain.
Namun buku tersebut mengabarkan, data World Health Orgnization (WHO) yang menyebutkan ada 350 juta orang di dunia mengalami depresi. Sekitar 40 pasien depresi mempunyai ide bunuh diri dan 15 persen melakukannya.
Penyebab depresi adalah trauma psikis, kematian orang terdekat, masalah studi, pekerjaan atau hubungan sosial. Depresi juga ditemukan pada mereka yang mengalami penyakit fisik serius, menahun dan dapat memperburuk kondisi sakitnya. Ciri orang depresi ialah mudah tertekan pada masa-masa sulit.
Dampak depresi dapat memengaruhi pola pikir, perasaan dan perilaku. Penderita depresi sering mengalami kesulitan studi dan pekerjaan, kehilangan minat dalam melakukan hobi dan mengatur keuangan atau kehidupan. Orang depresi juga mengalami kesulitan dalam kehidupan sosial seperti pertemanan dan hubungan sosial.
Shelly Iskandar, dr., SpKJ., SoAkp., Msi., PhD., salah satu tim penyusun buku, bilang bahwa penderita depresi akan terus meningkat jumlahnya di dunia. Bagaimana jika ada teman yang mengalami depresi?
Menurut Shelly, orang depresi pada dasaranya mengalami kehilangan. Entah itu kehilangan orang dekat, kehilangan harapan, kehilangan dukungan, dan lain-lain.
“Menghadapi orang atau teman depresi adalah dengan mengisi kehilangan yang dirasakannya. Mulai memberi dukungan atau motivasi, mendengar keluh kesahnya, menemaninya, dan hal-hal empatik lainnya,” terangnya.
Jadi orang depresi membutuhkan pengganti dari yang hilang itu. “Supaya jangan sampai kehilangan dia perlu diberi dukungan. Jika dia kehilangan harapan kamu perlu beri dia harapan, jika dia kehilangan dukungan kasih dia dukungan,” kata Shelly.
Disarankan jika ada temanmu yang depresi agar dibujuk supaya mau bercerita. Jika dia sudah mau bercerita, kamu harus mendengarkan sungguh-sungguh atau empatik. Dengan begitu, orang depresi tidak merasa sendiri dan kehilangan.
“Prinsip dasar orang depresi merasa kehilangan. Kamu harus mampu mengisi yang hilang dari dia,” kata Shelly.





