032da8e480c798f2

Tips Menghadapi Anak Yang Kecanduan Gadget

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat ”. Kalimat yang cenderung sarkasme tersebut seolah menyindir fenomena yang saat ini terjadi di masyarakat yang terlalu asik dengan gadgetnya dan tidak terlalu memperdulikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Fenomena tersebut sangat mungkin terjadi untuk segala usia, tak terkecuali usia anak dan remaja. 

Meskupun era revolusi industry membawa kemudahan dalam aktivitas sehari hari, namun Anak generasi saat ini yang tumbuh bersama teknologi informasi yang canggih bisa saja terbentuk karakter yang kurang baik. Usia rata-rata anak saat mendapatkan HP / gadget pertamanya tampaknya semakin rendah karena seperti yang bisa kita lihat mereka sudah mendapatkan gadget pribadi sebelum usia 11 tahun / sebelum kelas 6 SD. 

Gadget dan smart phone merupakan salah satu symbol status anak dan anak anda pasti akan merengek untuk memilikinya. Karena banyak interaksi sosial yang kini digantikan oleh smart phone, maka secara otomatis barang tersebut menjadi barang primer yang memiliki peran di dalam masyarakat saat ini. 

Resiko yang terjadi pada anak dalam menggunakan smart phone masih belum pasti dan penuh kontroversi. Ada anggapan bahwa otak anak yang masih dalam tahap perkembangan akan menyerap lebih banyak radiasi elektromagnetik yang dihasilkan smart phone. Ada pula beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa radiasi dapat meningkatkan suhu otak. Meski demikian masih belum ada kepastian apakah ini berbahaya bagi kesehatan atau tidak. Beberapa efek samping jangka panjang mungkin dapat timbul, tapi masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Untuk berjaga-jaga, cara yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah:

  • Batasilah penggunaan gadget pada anak dan terapkan aturan yang fair serta konsisten. Orang tua berhak untuk memutuskan agar smart phone tidak digunakan selama waktu makan atau mengerjakan PR. 
  • Penggunaan perangkat hands-free diyakini dapat mengurangi jumlah radiasi yang diserap kepala anak. Namun yang perlu diingat adalah pengaturan volume agar tidak mengganggu fungsi pendengaran di masa yang akan datang.
  • Mengirim dan menerima SMS / Chat lebih aman dibandingkan berbicara di telepon. Namun yang perlu diingat adalah jika terlalu sering dilakukan maka beresiko akan menyebabkan cidera ibu jari
  • Anak yang menggunakan smart phone di muka umum beresiko menjadi objek / sasaran pencurian. Maka dari itu orang tua bisa menerapkan aturan mengenai penggunaan tersebut hanya jika berada di rumah ataupun di sekolah yang terdapat orang dewasa di sekitarnya. Orang tua juga harus bisa memastikan anak bisa menggunakan smart phone secara bertanggung jawab dan tidak “memamerkannya” di hadapan anak-anak lainnya.
  • Periksakanlah secara berkala ke dokter mata untuk memastikan bahwa mata anak anda tidak mengalami rabun.
  • Tentu saja biaya pemakaian perlu diperhatikan; banyak orang tua yang salah memilih sistem prabayar atau membuat anak anda bertanggung jawab membayarnya dengan uang sakunya.