Bb9f770df46dc560

Tips Menghindari Plagiarisme

Plagiarisme adalah salah satu kejahatan intelektual, di mana kegiatan plagiarisme meniru secara menyeluruh, menjiplak atau mengakui sebuah karya orang lain oleh seseorang dengan menjadikan karya tersebut diakui sebagai karya ciptaannya. Tentunya tanpa ada izin dari pembuat karya yang diplagiasi. Adapun menurut Random House Dictionary Compact Unabridged, plagiarisme diartikan sebagai "penggunaan atau imitasi dekat dari bahasa dan pemikiran penulis lain dan representasi mereka sebagai karya asli seseorang." Subjek atau orang yang melakukan kegiatan plagiarisme disebut dalam kategori plagiaris/plagiator. Jika melihat bahasan di atas, plagiarisme merupakan pencurian serta pembajakan.

Jika  ditinjau  dari isi, sumber, atau cara penulisan, tidak semua kegiatan plagiarisme sama, ada 5 jenis plagiarisme, dan berikut merupakan jenis-jenis Plagiarisme :

Plagiarisme Lengkap: Plagiarisme ini terjadi ketika plagiator menjiplak referensi tulisan secara menyeluruh tanpa mengubah materi narasi sedikitpun.
.Plagiarisme parsial: Plagiarisme ini terjadi ketika dua sampai tiga sumber yang berbeda ada dalam satu teks, di mana ditemukan banyak pengulangan dan sinonim.
Plagiarisme minimalis: Plagiat jenis ini lebih sering tidak dikategorikan sebagai plagiarisme.
Sumber Kutipan: Plagiat ini terjadi ketiak ada seorang penulis mengutip nama referensi, namun tidak memberikan informasi yang jelas dan dapat diakses.
Self-plagiarisme: Kegiata plagiat ini terjadi ketika kita menggunakan karya sendiri, seluruhnya ataupun sebagian, tanpa mengubah sedikitpu narasi serta mencantumkan sumbernya.

Setelah kita mengetahui apa definisi dari kata plagiarisme, tentunya kita memerlukan sebuah tips atau cara untuk menghindari plagiarisme. berikut adalah tips dan cara untuk menghindari kita dari plagiarisme.

Membuat kutipan langsung

Metode ini diaplikasikan dengan cara menyalin kalimat, frasa, atau beberapa bagian dari teks secara langsung menggunakan frasa dan leksikon yang sama persis disertai dengan tanda petik. Dengan catatan kalimat yang kita salin jangan terlalu banyak,  Cukup dengan ringkasannya saja, lalu setelah itu dijelaskan menggunakan narasi kalimat sendiri.

Membuat Parafrase Teks

Metode ini adalah menuliskan Kembali sumber ata referensi yang kita baca lalu dituangkan dengan bahasa sendiri pada karya tulis kita. Lalu setelah itu dicantumkan nama pengarang dari referensi yang kita ambil. Baik itu dalam bentuk footnote atau bodynote.

Pada paraphrase tidak boleh ada sedikitpun kata maupun frasa yang sama persis antara tulisan kita dengan sumber referensi, meskipun secara kalimat berbeda, namun tetap memiliki makna dan substansu yang sama dengan sumber aslinya.

Sitasi dalam Teks

Metode ini adalah selalu mencantumkan nama dari pemilik gagasan, teori, argument, pada karya tulis kita. Ada berbagai macam cara untuk menghindari plagiarisme pada metode ini, seperti menuliskan nama lengkap, tahun rilis, dari sumber tersebut, serta halamannya, ataupun dengan metode lain seperti hanya mencantumkan nama belakang serta halamannya saja. Apabila sitasi yang yang kita lakukan berasal dari sumber di dunia maya (website ataupun blog), dapat dilakukan dengan mencantumkan nama pencipta jika ada, disertai dengan alamat lengkap (link) dari sumber tersebut.

Daftar Pustaka

Untuk menghindari plagiarisme ada baiknya kita membuat daftar Pustaka di akhir karya tulis kita. Penulisan sumber tulisan secara detail tentunya bisa membantu kita terhindar dari plagiarisme. Untuk teknis penulisan tentunya hampir sama dengan sitasi langsung dalam teks, akan tetapi sumber dituliskan jauh lebih detail, seperti nama pengarang, tahun penulisan, judul karya tulis, penerbit serta lokasi penerbitannya jika karya tulis tersebut berupa cetakan.