Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi: Kreatif dan Inovatif

Beranda / Berita / Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi: Kreatif dan Inovatif
4 Desember 2020
Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi: Kreatif dan Inovatif

Paling tidak, ada dua hal yang menjadi tolok ukur yang menunjukkan seorang mahasiswa berprestasi. Pertama, dilihat dari raihan IPK yang merupakan manifestasi dari prestasi akademik terkait dengan kemampuannya dalam penguasaan sejumlah mata kuliah yang menjadi bahan kajian pada program studi yang diambilnya. Kedua, raihan atas sejumlah pengalaman dan kemampuan yang didapat selama menjadi mahasiswa, yang hal itu di antaranya akan tampak pada penampilan dan kecakapan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Kedua prestasi tersebut akan menjadi modal utama bagi seorang mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi, manakala yang bersangkutan mulai terjun ke dalam kehidupan masyarakat, terlepas dari profesi apapun yang pada akhirnya ia jalani, sepanjang memberikan manfaat bagi dirinya dan orang banyak. Memang betul, apapun yang kita lakukan di dunia, itu hanyalah sebatas upaya, yang pada hakikatnya akan kembali pada kewenangan dan ketentuan Tuhan. Tapi, bukankah Tuhan sendiri sudah menyatakan bahwa Ia tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum—yang tentu saja dalam kaum itu terdapat sejumlah manusia, kecuali kaum yang bersangkutan itu sendiri yang mengubahnya?

Meraih kedua prestasi sebagaimana disebutkan di atas adalah upaya yang wajib dilakukan seorang mahasiswa, yang setelah didapat akan menyatu dalam dirinya. Karena akan menjadi modal utama setelah lulus, maka dalam meraihnya pun harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keteguhan.

Untuk meraih prestasi jenis pertama, sikap disiplin dalam mengikuti perkuliahan mutlak diperlukan—disiplin waktu menjadi kunci utama. Ini yang sering dilupakan atau dianggap sepele, padahal yang namanya waktu itu terus melaju tanpa henti, dan kita tidak mungkin bisa kembali ke masa yang telah lalu. Selain itu, disiplin dalam mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, memanfaatkan perpustakaan dan lab, menghadiri forum-forum kajian ilmiah, dan lain sebagainya. Dalam proses peraihannya, untuk prestasi jenis pertama ini ada unsur “campur tangan” dari pihak lain—dalam hal ini dosen yang melaksanakan statuta akademik. Selain itu, aturannya pun jelas terinci, termasuk sanksi bagi yang melanggar.

Sedangkan untuk prestasi jenis kedua, pada praktiknya amat tergantung pada minat dan kemauan, sikap dan tindakan, serta kesungguhan mahasiswa sebagai pribadi yang bebas menentukan pilihan. Prestasi kedua ini bisa diraih melalui berbagai jalur, baik yang secara resmi tersedia di internal kampus maupun jalur luar kampus. Khusus untuk internal kampus, mahasiswa bisa memanfaatkan berbagai organisasi untuk mengaktualisasikan minat yang dimilikinya, agar tersalurkan secara positif, serta diharapkan menjadi penunjang dan daya dorong bagi peraihan prestasi akademik secara keseluruhan.

Pengalaman berorganisasi di kampus, apapun bentuk, sifat, dan ranah kegiatannya, tentulah akan menjadi pengalaman berharga bagi seorang mahasiswa. Di wadah itulah ia belajar bersosialisasi melalui partisipasi aktif, bahkan mengelola kegiatan yang di dalamnya tentu bersinggungan dengan teman-teman sesama mahasiswa atau pihak-pihak lain.

Pengalaman berorganisasi tidak akan didapat secara langsung di bangku kuliah, sebab hanya tersedia pada tataran lapangan sebagai labnya. Biasanya, pengalaman jenis itulah yang banyak membentuk penampilan dan kemampuan kita manakala sudah berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam melakukan berbagai upaya kreatif dan inovatif.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University