PANDEMI COVID-19 sudah berlangsung lebih dari setahun, nyatanya jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Selasa (23/3/2021) pukul 18.30 WIB, Positif 1.471.225, sembuh 1.304.921 dan meninggal 39.865 orang.
Yang harus diyakini adalah ketika penularan virus ini bisa saja terjadi dari mana pun, kapanpun dan siapapun seperti saat belanja di pasar, tukang sayur, tukang service, tukang pijat atau saudara yang berkunjung ke rumah kita.
Selanjutnya yang menjadi titik lengah kita adalah pada saat kita bersama keluarga atau teman karena merasa aman. Apabila sebelum kumpul-kumpul dilakukan tes negatif, namun perlu diingat jika hasil tes bersifat Real Time. Jadi hanya berlaku pada detik saat kita diperiksa saja. Artinya HASIL NEGATIF tidak menjamin kita bebas dari Virus.
Oleh sebab itu kita harus tahu tanda-tanda virus korona masuk ke tubuh kita, tanda-tanda inveksi virus korona antara lain: tenggorokan gatal, suhu tubuh tinggi, sesak nafas, dan kehilangan bau. Masa terinfeksi virus ini, jika imunitas baik masuk OTG, imunitas sedang (7-14 hari), imunitas rendah (2-5 hari).
Paling utama saat ini bagi kita adalah "Dengan komitmen dan disiplin diri, perubahan perilaku dan adaptasi kebiasaan adalah kuncinya," Juga “Mari saling jaga, ingatkan, dan bantu sesama."
Berikut adalah Tips Sehat di tengah pandemik Covid-19 seperti ;
- Pola makan dan makanan sehat dan bergizi
- Konsumsi nutrisi yang tepat, penuhi asupan gizi bervitamin A, B, C, D dan E
- Melakukan Olah raga, selama kuarang lebih 30 menit untuk dewasa, 1 jam untuk anak-anak
- Jika memungkinkan pergi keluar untuk jalan, lari kecil, tetap jaga jarak. Ketika olah raganya tidak bisa meninggalkan rumah, video latihan online, main musik, yoga.
- Dan jika kerja dari rumah pastikan tidak duduk di posisi yang sama terus menerus, bangun dan istirahat 3 menit setiap 30 menit.
- Membatasi mengkomsusi minuman manis dan minimuan beralkohol
- Menghindari merokok karena dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang parah.
- Mengelola kesehatan mental
- Melakukan sharing dengan orang terdekat, saling memberi dukungan, mendengarkan musik, membaca buku, main games, mengurangi menonton berita dan tidak mudah percaya dengan berita yang tidak jelas sumbernya.
Kegiatan untuk mengendalikan pandemi Covid-19 sejatinya bukan hanya tugas pemerintah maupun masyarakat, paling utama adalah memerlukan sinergitas yang baik antara kedua komponen tersebut agar suatu negara bisa bersama-sama memberantas wabah Covid-19 yang sudah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di dunia tersebut.
Kawal COVID-19 pun baru-baru ini meluncurkan sebuah gerakan baru nan sederhana yang diklaim ampuh mengatasi pandemi Covid-19. Gerakan itu bertajuk rumus "3T + 3M – 3K+3S".
Saat ini yang paling pnting kita lakukan adalah:
- Pertama melakukan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan). Menjaga jarak dengan siapa pun, minimal dua meter baik di rumah maupun di luar. Kemudian memakai masker terutama saat di luar rumah saat bertemu siap pun. Dan setelah itu semua, jangan lupa mencuci tangan pakai sebun dengan air mengalir.
- Kedua,yang perlu dilakukan yaitu 3T (testing, treatment, dan tracing). Testing artinya, jika badan merasa tidak enak, cepat-cepatlah periksa ke dokter. Treatment artinya, jika kita sudah ada tanda- tanda reaktif atau positif Covid-19, segera isolasi diri. Sementara tracing, pelacakan meski dalam lingkup keluarga. Misalnya, kemarin bertemu dan berbicara dengan siapa.
- Ketiga, Hindari 3K (kerumunan, kontak, kamar tertutup). Kerumunan akan memudahkan droplet berpindah dari satu orang ke orang lain. Kerumunan bisa dalam bentuk pesta pernikahan. Kontak antara individu juga perlu dikurangi, jika terpaksa seringlah menggunakan semprotan atau hand sanitizer. Ada pun kamar tertutup yang berpendingin udara (AC) juga perlu dikurangi. Misalnya jendela dibuka agar ada sirkulasi udara.
- Dan Keempat, Setelah melakukan 3M, 3T, dan menghindari 3K, yang perlu dilakukan adalah 3S (saling menjaga, saling mendoakan, salam sehat). Hal-hal kecil dalam keluarga ini harus betul-betul kita perhatian.
Keniscayaannya dalam situasi seperti sekarang ini, kita harus selalu mengusa agar selalu tetap sehat. Bagaimana agar tetap sehat, hal kecil dan mudah dilakukan adalah kita harus senyum membawa kebahagiaan dan semangat menjadikan kita sehat.





