Setiap orang yang memasuki lingkungan baru tentu saja dituntut untuk dapat beradaptasi / menyesuaikan diri, tak terkecuali untuk seorang anak. Dalam konteks dunia pendidikan, seorang anak yang pindah sekolah tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Momen pindah sekolah tersebut menandakan salah satu transisi bagi kebanyakan anak. Saat pindah skeolah, mereka harus mampu mencari teman baru, serta mengembangkan hobi dan ketertarikannya di lingkungan yang baru tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama merupakan salah satu peristiwa yang paling menyebabkan stress dalam kehidupan anak. Banyak anak pindah sekolah di luar lingkungan rumahnya, membuatnya harus naik kendaraan umum dan banyak yang tak lagi bersama dengan teman-teman masa kecilnya.
Salah satu hal terbaik yang bisa orang tua lakukan adalah dengan mendukung dan mendengarkan segala keluhan mereka. Semakin sering orang tua berbicara dan berencana akan semakin terasa ringan pula transisi tersebut dilalui anak maupun orang tuanya. Orang tua juga harus bisa meyakinkan diri bahwa anaknya lama kelamaan akan terbiasa dalam waktu beberapa minggu.
Adapun bebrapa tips untuk anak yang pindah sekolah anatara lain:
- Jika memungkinkan, libatkan anak dalam berbagai situasi usai sekolah dan liburan yang bisa membuatnya bertemu sekelompok teman yang sama sekali berbeda sehingga proses adaptasi terasa lebih mudah
- Pastikan anak siap di hari pertama memasuki sekolah barunya dengan pakaian serta peralatan yang sesuai dan pastikan juga ia mengerti bahwa beban kerja di sekolah yang lebih tinggi biasanya akan meningkat
- Carilah cara agar sang anak terlibat di sekolahnya (melalui kegiatan ekstrakulikuler seperti music, drama, olahraga dan lain-lain) karena kegiatan tersebut akan memudahkan proses integrasi.
Ketika sorang anak tengah menghadapi perubahan dan dihadapkan dengan masalah, orang tua sebaiknya terus berbicara dengan anaknya tersebut serta mencari solusi bersama-sama. Jika sang anak selalu merasa mendapatkan dukungan serta pengertian dari orang tua, maka akan lebih besar kemungkinan ia akan lebih terbuka meminta bantuan orang tuanya ketika berada dalam kesulitan yang lain.
Ilmu yang mempelajari perilaku anak dalam konteks sekolah bisa kita dapatkan di jurusan / prodi bimbingan konseling. Salah satu kampus yang membuka prodi bimbingan konseling di Bandung adalah Universitas Masoem. Dengan kurikulum yang sudah disesuikan dengan karakter milenial serta fasilitas pendukung yang super lengkap, para mahasiswa akan dibentuk menjadi tenaga professional baik sebagai guru bk maupun konselor diluar dunia pendidikan.





