Tips untuk Mahasiswa dalam Melihat Peluang Usaha

Beranda / Berita / Tips untuk Mahasiswa dalam Melihat Peluang Usaha
30 September 2020
Tips untuk Mahasiswa dalam Melihat Peluang Usaha

Membuka usaha tentu bukan hal mudah. Anda perlu memikirkan dengan matang, produk atau jasa apa yang akan dijual, target pasarnya, strategi pemasaran, sampai ciri khas yang akan ditonjolkan pada barang Anda. Dalam hal ini, Anda juga harus pandai melihat dengan jeli peluang usaha apa yang oke. Tidak hanya sekedar ikut tren pasar, booming sesaat, lalu mati. Tapi Anda tentu ingin usaha tersebut berkembang pesat.

Ide peluang bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk di sekitar Anda. Ingat, semua itu harus diiringi dengan ketekunan, kerja keras, semangat pantang menyerah, kreatif dan inovatif. Tanpa itu semua, mustahil usaha Anda akan besar dan sukses.

Sekarang eranya serba online. Asalkan ada akses internet, kegiatan apapun di dunia maya terasa lebih mudah. Penggunaan internet dan smartphone di Indonesia yang cukup tinggi, membuat bisnis online menjamur. Sebut saja peluang usaha membuka toko online fesyen, kuliner, otomotif, dan sebagainya. Apalagi saat ini banyak marketplace atau e-commerce yang menjadi wadah bagi siapapun untuk membuka lapak di platform mereka.

Selain toko online, peluang bisnis online berikutnya adalah memanfaatkan media sosial, seperti Youtube, Instagram, Facebook, Twitter maupun blog untuk mendulang rupiah. Contohnya menjadi youtuber, influencer, vlogger, blogger, content creator, dan lainnya. Ini nih bisnis yang lagi naik daun, modal kecil, tapi bisa mendatangkan untung besar asalkan kreatif dalam menciptakan ide-ide konten. 

Seorang wirausahawan terkadang harus bertindak sesuai momen yang tepat untuk dapat ‘menunggangi’ momentum. Misalnya dalam situasi lingkungan yang kekurangan air sedangkan ia memiliki koneksi dengan distributor air. Maka akan menguntungkan untuk membuka depo air. Sebaliknya, bila air berlimpah atau banyak depo di sekitar, maka tentu saja tidak akan efektif membuka jenis usaha tersebut. Wirausahawan bukan pedagang yang melulu menghitung untung rugi dagangan. Beberapa bisnis mungkin mengharuskan wirausahawan untuk merugi dahulu untuk membangun posisi.

Contohnya bila Anda adalah orang pertama yang membangun warnet di lingkungan Anda. Mungkin modal besar untuk membangun warnet tidak akan kembali dalam waktu satu atau dua tahun. Tapi setelah itu mungkin Anda akan menangguk keuntungan. Hal yang sama berlaku pada bisnis startup online. Seringkali membuka dan memelihara website mewajibkan Anda untuk mengeluarkan biaya terus menerus selama beberapa waktu tertentu.

Kalau bingung tidak punya ide, dan tidak mau repot, Anda dapat menjajal bisnis franchise. Tinggal beli lisensinya, Anda sudah bisa menjadi mitra. Bisnis waralaba, tinggal terima beres. Cukup setor uang sesuai dengan harga paket, Anda langsung mendapatkan kesempatan berjualan menggunakan brand atau merek franchise tersebut. Bahan dan perlengkapan, hingga spanduk atau banner disediakan dari pihak mereka. Anda tinggal menyiapkan lapak untuk berjualan.

Contohnya Kebab Baba Rafi, Sabana Fried Chicken, Indomaret, Alfamart, JNE, ataupun franchise minuman bubble, dan lainnya. Dalam sistem waralaba, Anda sebagai mitra harus mengikuti aturan atau perjanjian, seperti kewajiban membeli bahan baku di pihak waralaba sehingga kualitas tetap konsisten.

Banyak ide lain yang bisa kita dapat, hal itu bisa diperoleh melalui pengalaman dan juga pembelajaran.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University