55d13b5a2bf808ca

Tips untuk Menghilangkan Pemikiran ‘Salah Ambil Jurusan’

Mahasiswa pada dasarnya berasal dari lulusan SMA/SMK yang memilih untuk meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi. Saat memilih jurusan, tentu saja banyak pertimbangan yang dilakukan olehnya. Sampai pada saatnya perkuliahan dimulai dan pembelajaran pun dilaksanakan. Untuk mahasiswa yang benar-benar mempertimbangkan pilihan jurusannya, maka dia akan siap dengan segala risiko yang akan dihadapinya. Tetapi, ternyata ada juga mahasiswa yang kurang mempertimbangkan pilihannya dan hanya asal daftar perguruan tinggi saja, sehingga semangat belajar pun kurang.

Di saat seperti itu, tentu saja pemikiran seperti ‘sepertinya saya salah ambil jurusan’ akan muncul, karena apa yang dipelajari tidak sesuai dengan keinginannya. Mahasiswa tersebut pun penjadi tidak antusias dalam belajar.

Tetapi, ternyata hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan beberapa cara. Berikut adalah tips untuk menghilangkan pemikiran bahwa dirinya telah salah mengambil jurusan.

1. Sabar

Hal yang pertama harus dilakukan, tidak lain adalah bersabar dengan keadaan. Jika bisa mengusahakan diri untuk menerima apa yang sekarang dilakukan, itu adalah salah satu langkah yang sangat bijak yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Bahkan, kesukaan pada pilihan jurusan yang ‘salah’ tersebut bisa muncul belakangan. Terlebih lagi, belum bisa dipastikan bahwa jurusan yang saat ini diambil bisa jadi adalah jurusan yang sangat diperlukan di dunia kerja nantinya.

2. Banyak Konsultasi dengan Senior

Menjalin komunikasi dengan senior akan menambah pengetahuan tentang apa yang dipelajari saat ini. Bahkan jika beruntung, berkomunikasi dengan alumni akan lebih baik karena dapat mendengar secara langsung pengaplikasian ilmu yang didapat saat masa perkuliahan.

3. Konsultasi dengan Dosen

Selain dengan senior dan alumni, konsultasi dengan dosen pun dapat dilakukan. Paling tidak, dosen adalah orang yang telah lama berkecimpung dalam keilmuan di jurusan tersebut. Sebagai tambahan, carilah dosen yang merupakan praktisi di bidang keilmuannya. Sebagai contoh, jika memilih jurusan teknik informatika, carilah dosen yang telah bekerja di dunia teknologi, paling tidak selama lima tahun, atau memiliki banyak proyek selama bekerja menjadi dosen. Pengalaman dosen tersebut akan melebih pengalaman dosen yang hanya konsentrasi dalam mengajar saja.

4. Pindah Jurusan

Langkah terakhir yang dapat ditempuh, jika semua langkah sebelumnya tidak efektif, adalah pindah jurusan. Memang pilihan ini akan memakan biaya lebih dan terkesan membuang waktu yang digunakan di jurusan sebelumnya. Tetapi, untuk menjadi lebih naik, terkadang mengorbankan sesuatu dari diri sendiri sangat diperlukan. Jadi, pilihlah jurusan yang sesuai dengan keinginan dan jangan sia-siakan kesempatan kedua yang telah didapat.

Memang akan berat menjalani pembelajaran dalam kondisi tersebut. Tetapi, semua kejadian pasti ada pembelajarannya. Maka dari itu, tetap optimis adalah kunci dari semua pilihan tersebut.