Program studi sistem informasi merupakan prodi yang sedang populer di kalangan mahasiswa Indonesia. Hal ini didorong berkat perkembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin modern saja sehingga untuk menunjang perkembangan teknologi itu diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dari lulusan prodi sistem informasi.
Walaupun program studi ini banyak diminati oleh mahasiswa, akan tetapi materi yang ada di prodi sistem informasi bisa dibilang lebih sulit jika dibandingkan dengan prodi lainnya sehingga tidak mengherankan jika kebanyakan mahasiswanya memerlukan suatu bimbingan untuk memperlancar perjalanan mereka di prodi satu ini.
Untungnya, situs ini akan berbagi tips-tips yang bisa membantu mahasiswa memperlancar perjalanan mereka di prodi sistem informasi. Berikut tips-tipsnya:
Tentukan metode belajar yang tepat
Setiap orang pasti memiliki metode belajar sendiri. Ada yang harus mendengarkan musik, ada yang harus belajar di tempat tenang, ada yang sambil makan, dan sebagainya.
Apapun metode belajarnya. Mahasiswa diharuskan untuk menentukan metode belajar sendiri sebelum memulai kurikulum program studi karena hal ini akan mempermudah dirinya dalam menanggapi ilmu yang disampaikan dosen sehingga bisa meraih nilai yang maksimal.
Selain itu, hal ini juga akan membantunya dalam menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran kuliah yang biasanya berbeda dengan metode pembelajaran di SMA atau SMK.
2. Ketahui lebih dalam tentang pemrograman
Walaupun program studi sistem informasi memiliki banyak bidang yang berkaitan dengan penerapan sistem informasi di suatu perusahaan seperti bidang komputer, bidang desain, dan bidang manajemen. Materi pemrograman merupakan yang wajib dikuasai.
Hal ini dikarenakan semua materi yang dipelajari di prodi ini akan berhubungan dengan pemrograman sehingga jika tidak bisa menguasai materi dasarnya, bagaimana bisa menguasai materi yang lebih dalam?
Oleh karena itu, mahasiswa yang sudah memilih prodi ini disarankan untuk mencari ilmu sebanyak mungkin tentang pemrograman.
3. Bergabung dengan kelompok
Walaupun kerjaan anak sistem informasi itu kelihatannya seperti duduk di depan komputer sambil coding, tetapi tugas yang dikerjakan oleh anak sistem informasi bukan merupakan tugas seorang diri karena untuk merancang suatu sistem diperlukan kerja sama tim untuk melakukan berbagai macam tugas yang berbeda secara bersamaan.
Maka dari itu, mahasiswa diperlukan untuk bergabung dengan kelompok. Jumlahnya tidak perlu banyak karena satu kelompok hanya perlu 3 orang. Jumlah ini sudah cukup untuk mengurangi kemungkinan adanya mahasiswa yang numpang nilai dan menyisakan para profesional saja sehingga mahasiswa bisa belajar dari masing-masing anggota untuk menambah wawasan.
4. Bangun koneksi dengan para senior
Walaupun sudah ada kelompok, hal ini belum cukup untuk menjamin kelancaran belajar di prodi sistem informasi karena kelompok yang biasa ditemani memiliki tingkat pengalaman yang sama atau kurang sehingga kesempatan untuk meningkat ilmu dan wawasan cukup rendah.
Maka dari itu, mahasiswa juga harus membangun koneksinya dengan para senior yang sudah berpengalaman di prodi sistem informasi seperti mahasiswa yang berada di semester 6 atau seterusnya. Dengan koneksi ini, mahasiswa bisa belajar banyak hal, bahkan juga bisa belajar tips menghadapi ujian atau mengerjakan tugas kuliah.
5. Minta bantuan orang lain ketika membuat skripsi
Program studi manapun termasuk program studi sistem informasi tidak akan lepas dari pembuatan skripsi sebagai tugas akhir, akan tetapi skripsi yang diberikan untuk mahasiswa sistem informasi cukup berbeda dengan skripsi yang ada di program studi lainnya.
Karena mahasiswa tidak hanya mengisi ilmu di halaman, mahasiswa juga diperlukan untuk menerapkan ilmu dalam sebuah program komputer yang kebanyakan orang merupakan tugas dari seorang system analyst atau programmer.
Jadi, untuk menyelesaikan skripsi ini, mahasiswa tidak hanya bisa bergantung pada dirinya, tetapi juga harus meminta bantuan dari orang lain.
Ingat! Orang lain ini hanya membantu untuk menerapkan ilmu sehingga isinya lengkap dan tidak ada unsur copy paste. Sisanya masih ada di tangan mahasiswa.
6. Kerja freelance
Walaupun bekerja sambil kuliah itu terdengar merepotkan dan bikin jadwal belajar semakin padat, tetapi mahasiswa disarankan untuk bekerja sebagai freelance part time karena hal ini akan memberikan banyak pelajaran kepada mahasiswa tentang pengaplikasian ilmu sistem informasi di dunia kerja.
Dengan bekerja sebagai freelance ini, mahasiswa akan belajar bagaimana merancang sistem informasi untuk perusahaan, belajar bagaimana menerima kritikan, belajar menjadi pribadi yang produktif dan disiplin, dan belajar mengenai kenyataan di dunia kerja sehingga setelah lulus kuliah, mahasiswa akan siap dalam memasuki dunia kerja.
7. Cari ilmu baru di luar kampus
Masa kuliah merupakan masa di mana mahasiswa mempelajari banyak ilmu untuk kepentingan dirinya di dunia kerja, tetapi untuk memperlancar perjalanannya di kurikulum sistem informasi, mahasiswa jangan hanya bergantung terhadap ilmu yang diajarkan ketika kelas di mulai.
Mahasiswa juga harus giat untuk mencari ilmu baru di luar lingkungan kampus, bisa itu dengan membaca buku, membaca artikel, mengikuti les, bergabung dengan komunitas, dan sebagainya.
Dengan ini, mahasiswa akan memiliki banyak ilmu yang memudahkan dirinya dalam menjalani kurikulum sistem informasi.
8. Konsisten
Semua orang tahu kalau konsisten merupakan kunci untuk memperlancar perjalanan mahasiswa di sistem informasi, tetapi yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bagaimana menjaga diri agar bisa tetap konsisten, lalu bagaimana cara agar tetap konsisten?
Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk menjaga diri tetap konsisten, tetapi salah satu cara yang paling populer adalah memulai dari hal yang kecil. Cara ini berarti dengan mengubah kebiasaan belajar sedikit demi sedikit seperti mengatur waktu belajar, mencari ilmu, dan sebagainya.
Jika hal ini terus dilakukan, maka konsisten itu akan muncul sehingga semua proses belejar pasti akan lebih mudah dijalankan.





