Suasana kampung di Tatar Sunda yang lekat dengan nilai-nilai agama sangat mewarnai sepak terjang Haji Ma’soem dalam menjalankan usahanya. Karena itulah nilai-nilai budaya Sunda dan nilai-nilai Islam menjadi bagian dalam keseharian Ma’soem. Dan hal itu itu pula yang meresap ke dunia pendidikan yang berada di bawah payung YAB. Ada nilai dasar Sunda-Islam yang dirumuskan dengan ungkapan “cageur-bageur-pinter”. Tiga kata kunci yang bermakna luas, yang diharapkan akan melekat pada setiap lulusan, untuk kemudian dimanifestasikan dalam kehidupan nyata.
Cageur yang bermakna sehat, baik secara fisik maupun psikis—sehat jasmani dan sehat rohani. Dua-duanya penting, karena jika salah satunya dalam kondisi tidak atau kurang sehat, tentu akan berpengaruh terhadap aktivitas keseharian.
Bahwa hidup itu adalah anugrah tak ternilai dari Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu, tidak boleh disia-siakan. Memelihara kesehatan merupakan kewajiban bagi setiap orang—kesehatan jasmani dan kesehatan jasmani sama pentingnya. Sebab, kesehatan adalah modal utama dalam menempuh hidup untuk melaksanakan amanat Tuhan yang menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Bageur bermakna baik dalam bertutur kata dan bertingkah laku. Artinya, bisa menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat, dengan ikut serta menciptakan ketertiban, keamanan, kenyamanan, dan keindahan. Orang yang bageur dalam perilakunya tidak bertentangan dengan etika atau sopan santun, dan tidak pula melanggar hukum. Jika dirumuskan dengan terminologi agama, orang yang bageur itu mencerminkan ahlak mulia, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tentu saja, bageur dalam kehidupan seorang muslim harus merujuk kepada syariat Islam.
Sedangkan pinter atau pintar (pandai) pada prinsipnya mencerminkan kemampuan menggunakan nalar dalam memecahkan persoalan yang dihadapi. Pintar yang bermakna memiliki kemampuan dalam penguasaan iptek sangat berperan dalam upaya meningkatkan peradaban umat manusia. Dunia menjadi maju, serta perubahan terus bergulir, karena ada ada sejumlah hasil pikiran orang pintar. Kepintaran seseorang akan membukakan jalan untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan inovatif.
Dalam konsep pendidikan yang diterapkan di lingkungan YAB, ketiga aspek sebagaimana disebutkan barusan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Cageur-bageur-pinter merupakan kesatuan yang utuh dalam prinsip keberimbangan, yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dari lingkungan pendidikan di YAB.





