Tugas Kuliah Menumpuk? Yuk Simak Cara Menghilangkan Stress Bagi Mahasiswa

Beranda / Berita / Tugas Kuliah Menumpuk? Yuk Simak Cara Menghilangkan Stress Bagi Mahasiswa
13 September 2023
Tugas Kuliah Menumpuk? Yuk Simak Cara Menghilangkan Stress Bagi Mahasiswa

Seseorang yang memasuki usia remaja akhir (17 atau 18 tahun) biasanya masih memiliki semangat dan energi yang besar. Hal tersebut bisa dikarenakan setelah lulus dari SMA, para remaja merasa lebih “bebas” untuk menentukan pilihan hidup dan kegiatan yang ia sukai, termasuk jurusan kuliah. Di awal-awal tahun memasuki kuliah, para mahasiswa tidak boleh terlena dengan hal-hal baru yang membuat rasa ingin tahu dan semangatnya meningkat, tapi juga harus mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia perkuliahan.

Kehidupan perkuliahan bagi mahasiswa terkadang dirasa penuh dengan tekanan karena tugas menumpuk yang deadline serta tanggung jawab akademik yang besar. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan mengelola stres yang baik sehingga dapat membantu mahasiswa untuk tetap seimbang dan efektif dalam menjalani perjalanan pendidikan mereka.

Pengertian Stress

Stress dapat diartikan sebagai “Ketidak nyamanan diri (perasaan dan pikiran) sebagai respon (reaksi) fisik atau psikis terhadap tekanan atau tuntutan yang dihadapi”. Pengertian lain, stress adalah satu persepsi (cara pandang) dari ancaman atau bayangan akan adanya kecemasan, ketegangan, ketidaksenangan yang menggerakan atau membuat aktif organisme. 

Gejala Stress

Stress yang dialami seseorang dapat dilihat dari gejala atau tanda-tandanya, seperti : sakit kepala, maag, sulit tidur, sulit berkonsentrasi belajar, sikap apatis, hilang rasa humor, malas belajar atau bekerja, gelisah, bingung, dan sering marah-marah. Khusus untuk wanita yang sudah menstruasi, stress juga dapat menyebabkan telat haid atau disebut amenore sekunder. adapun ciri-ciri telat haid karena stress seperti perubahan siklus menstruasi, penurunan volume haid, nyeri perut bagian bawah atau justru gejala premenstruasi yang tidak terasa sakit dibandingkan biasanya.

Stressor (Penyebab Stress)

  1. Dari dalam diri kita sendiri, seperti : kondisi tubuh yang sering sakit-sakitan atau sedang ada konflik pribadi yang menyita (mengganggu) pikiran, dan mengalami kegagalan dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.
  2. Muncul dari keluarga, misalnya : ketidak harmonisan hubungan antar anggota, orang tua yang otoriter, masalah keuangan atau anggota yang sangat dicintai jatuh sakit atau meninggal.
  3. Lingkungan dan masyarakat disekitarnya, misalnya : suara-suara bising tetangga ketika kita sedang beristirahat, dan jalan macet pada saat berkendara.
  4. Tuntutan Tugas & Pekerjaan, misalnya: tugas kuliah yang menumpuk, pekerjaan yang deadline dan lain-lain.

Kiat-kiat mengatasi Stress

Ada beberapa kiat-kiat yang bisa kita coba untuk mengatasi stress yang sebenarnya ada dalam diri kita sendiri, diantaranya:

  1. Mencoba merubah persepsi dengan bersikap lebih sabar, berpikir positif dan optimis
  2. Mempertinggi motivasi ibadah baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Luruskan niat kita hanya kepada-Nya. Dalam agama Islam, obat stress paling manjur adalah dengan sering mengingat Tuhan, sebagaimana yang tertuang dalam Qur’an Surat Ar -Rad ayat 28 yang berbunyi “Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”.
  3. Tidak perlu mendramatisir keadaan, jangan emosional dalam menafsirkan peristiwa yang menimpa, coba dahulu meredamnya dengan intropeksi diri.
  4. Jangan menyesali kejadian yang telah terjadi karena sejelek apapun peristiwa yang menimpa pasti ada hikmahnya. Penyesalan yang terlalu lama hanya akan menghalangi langkah selanjutnya.

Beberapa ahli menyarankan untuk menggunakan suatu Teknik untuk menghilangkan stress sederhana, seperti dengan menyetel musik keras-keras, berteriak sekencang-kencangnya atau dengan memukul-mukul tembok, dan relaksasi (meditasi). Meskipun penderita stress menjadi lebih tenang, tetapi dampak ketengan itu pada umumnya tidak bertahan lama. Begitu Teknik tersebut dilepas maka penderita kembali mengalami stress.

Untuk mencegah terjadinya stress yang menyebabkan depresi (seperti selalu gelisah, merasa tak berdaya, kehilangan semangat hidup, atau selalu marah-marah), maka ada baiknya untuk mencoba cara menghilangkan stress dengan merubah pola hidup yang teratur dan sehat, seperti :

  1. Berolah raga secara teratur di ruang terbuka
  2. tidur dan makan yang teratur serta bergizi
  3. tidak merokok,
  4. menjauhkan diri dari minuman keras atau Napza
  5. perbanyak ibadah & berdoa
  6. menjaga silaturahmi (pesahabatan atau persaudaraan), dan
  7. aktif dalam kegiatan-kegiatan positif seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sesuai dengan minat.

Dengan mengadopsi strategi pengelolaan stress yang tepat, bukan hanya penting untuk performa akademik yang baik, tetapi juga untuk kesejahteraan dan perkembangan pribadi mahasiswa. Untuk beberapa kasus, seseorang membutuhkan bantuan ekstra seperti konseling dengan psikolog ataupun konselor dari jurusan bimbingan konseling.

 

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2024 Masoem University