Pernah membuka aplikasi yang tampilannya membingungkan atau malah bikin malas dipakai? Di sinilah peran UI/UX Designer jadi penting—profesi yang kini banyak dibutuhkan industri digital. Dan tahukah kamu, mahasiswa Informatika juga mempelajari hal ini secara serius?
Di Ma’soem University, pembelajaran UI/UX menjadi bagian dari kurikulum Informatika. Mahasiswa tak hanya belajar membuat tampilan aplikasi yang menarik, tapi juga menganalisis bagaimana pengguna berpikir dan berinteraksi dengan antarmuka digital.
Mahasiswa dikenalkan pada konsep dasar User Interface (UI) seperti warna, ikon, tipografi, serta struktur layout. Namun lebih dari itu, mereka juga mempelajari User Experience (UX) yang menekankan kenyamanan, efisiensi, dan emosi pengguna saat memakai aplikasi.
Proses pembelajaran meliputi riset pengguna, pembuatan wireframe, hingga uji coba prototipe. Mereka menggunakan tools seperti Figma, Adobe XD, dan software desain lainnya untuk membuat simulasi aplikasi, baik untuk web maupun mobile.
Tidak jarang mahasiswa bekerja dalam tim proyek bersama mahasiswa lain dari jurusan berbeda, seperti Bisnis Digital, untuk mensimulasikan pengembangan aplikasi secara nyata. Mereka juga kerap melakukan studi kasus aplikasi populer untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan desainnya.
Menurut salah satu dosen pengampu mata kuliah UI/UX di Ma’soem University, pemahaman terhadap perilaku pengguna menjadi nilai penting dalam desain digital masa kini. Bukan sekadar tampilan menarik, tapi bagaimana pengguna merasa nyaman, paham, dan betah menggunakan aplikasi tersebut.
Lulusan Informatika yang menguasai UI/UX kini banyak dicari di industri kreatif digital, startup, e-commerce, hingga perusahaan teknologi besar. Mereka dapat berkarier sebagai UI Designer, UX Researcher, Product Designer, atau bahkan merintis startup berbasis aplikasi sendiri.
Dengan bekal dari kampus dan koneksi industri, mahasiswa Informatika tidak hanya mampu menciptakan aplikasi, tetapi juga mendesain solusi digital yang berdampak dan disukai pengguna.





