Bulan suci Ramadhan Tahun 2022 atau bertepatan dengan 1443 H menjadi salah satu bulan Ramadan yang berkesan bagi Universitas Ma'soem. Bagaimana tidak, setelah beberapa tahun dilanda pandemi COVID 19 yang membuat seluruh aktivitas baik perkuliahan maupun komunikasi sehari-hari dilakukan secara online, di Bulan Ramadhan tahun ini seluruh civitas akademi kembali bisa bersilaturahmi tatap muka secara langsung. Tidak hanya itu, bulan Ramadhan tahun ini juga terasa spesial karena di sela-sela kegiatan perkuliahan, pihak kampus sengaja membuat program berbagai kegiatan kajian Islam yang dikemas dengan gaya Millenial.
Kegiatan kajian Islam yang dilakukan selalu melibatkan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus. Hal ini rutin dilakukan karena UKM mahasiswa adalah wadah untuk belajar berorganisasi sekaligus menyalurkan hobi serta minat dan bakatnya. Salah satu UKM Universitas Masoem yang getol merancang kegiatan kegamaan adalah Kelompk Studi Islam (KSI). KSI sendiri selalu mengadakan acara rutin kajian Islam yang diberi nama “Ramadhan in Campus” (RIC). Beberapa bulan sebelumnya, UKM KSI sudah mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan dengan berbagai program kegamaan dan bakti sosial.
Program perhelatan RIC tahun ini terasa lebih berkesan karena selain diisi dengan penampilan grup musik dari Mahasiswa yang membawakan lagu-lagu bernafaskan Islami, pengisi acara serta Dai yang diundang pun sesuai dengan segmentasi usia mereka. Salah satu pemateri yang diundang dalam acara RIC tahun ini adalah Ustadz Handy Bonny yang merupakan salah satu “Ustadz Gaul” asal Kota Bandung.
Tidak hanya dari pihak Intern mahasiswa Universitas Masoem saja, para jamaah dari luar pun cukup banyak yang antusias untuk datang setelah mengetahui Ustadz Handy Bonny menjadi pengisi materi kajian di kampus Al Masoem. Perhelatan RIC yang diadakan tanggal 22-23 April 2022 ini mengusung tema “Menjadikan Bulan Yang Suci Sebagai Momen Menata Hati” dimana acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor Universitas Masoem.
Dalam ceramahnya, Ustadz yg akrab dipanggil “Kang Bony”Ini mengajak para Mahasiswa generasi Millenial untuk selalu Istiqamah dalam menjalankan Ibadah meski banyak godaan. Dengan gaya bicara yang diselingi dengan bahasa sunda yang khas, Ustadz Handy Bonny membahas mengenai begitu banyaknya rintangan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya karena perkembangan teknologi yang semakin canggih.
Seperti yang kita tahu saat ini sangatlah mudah untuk mendapatkan konten-konten yang secara syariah dilarang oleh Agama Islam. Maka dari itu, Ustadz Handy Bonny mengingatkan agar kita tidak memulai untuk membuka dan menekan tombol “like” kepada konten-konten semacam itu karena konten tersebut akan selalu muncul meskipun tidak kita cari. Hal ini tentu bukan perkara mudah karena salah satu ciri khas generasi milenial adalah sangat dekat dengan dunia teknologi informasi.
Selain program RIC, pihak HUMAS dan Keagamaan Yayasan Al Masoem Bandung juga melaksanakan program Haflah Hafdzil serta Nuzulul Quran di tahun 2022 ini. Pada perhelatan tersebut, para siswa dan Mahasiswa penerima beasiswa Tahfidz melakukan tadarus dua hari berturut-turut dari pagi hingga menjelang buka puasa yang dilanjutkan dengan acara penyerahan penghargaan dari pihak Yayasan kepada seluruh peserta Tahfidz.
Diantara banyaknya peserta yang mendapatkan pernghargaan, Muhamad Zeydan Ali menjadi salah satu sorotan karena dia berhasil mendapatkan apresiasi lebih dari Rektor Universitas Masoem. Mahasiswa Prodi Sistem Informasi angkatan 2021 ini berhasil menjadi penghafal Juz Al Quran terbanyak saat itu sehingga menjadi salah satu calon penerima tiket Umrah secara gratis. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk mengikuti jejak Zeydan dalam menghafal Al Quran sebanyak-banyaknya.





