Yuk, Belajar Personal Cashflow Management

Beranda / Berita / Yuk, Belajar Personal Cashflow Management
7 September 2021
Yuk, Belajar Personal Cashflow Management

Apa itu cashflow? dalam bahasa Indonesia cashflow diartikan dengan arus kas. Cashflow merupakan laporan keuangan yang berisi seluruh informasi tentang perjalanan keuangan kita dari mulai sumber pendapatan hingga pengeluaran rutin dan tidak rutin di setiap bulannya. Setiap orang memiliki tujuan keuangan. Untuk mencapai tujuan keuangan maka kita perlu memiliki “kelebihan uang” atau yang bisa disebut dengan positive cashflow.

Positive cashflow tercipta dengan rumus pendapatan harus lebih besar dari pada pengeluaran. Ini bukan berbicara tentang besar kecilnya pendapatan yang kita miliki melainkan tentang budgeting yang perlu kita terapkan supaya tidak besar pasak dari pada tiang. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam membuat budgeting. Budgeting ini sifatnya personal karena tiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda-beda.

Untuk para pemula, jika kalian belum paham cara budgeting maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah tracking pengeluaran kita paling tidak selama tiga bulan. Catatlah setiap pengeluaran yang terjadi setiap harinya. Setelah sebulan, cek kembali pencatatan pengeluaran kita lalu klasifikasikan pengeluaran tersebut ke dalam beberapa kelompok yaitu needs, wants, dan saving + investment.

Meskipun kondisi keuangan tiap orang berbeda-beda tetapi kita bisa berpedoman kepada rule of thumb dalam mempresentasekan budget yang ideal. Berikut adalah ideal budget yang bisa dijadikan pedoman dalam budgeting:

1. pengeluaran rutin (needs) maksimum 60% dari pendapatan

2. keinginan (wants) maksimum 30% dari pendapatan

3. utang maksimum 35% dari pendapatan

4. asuransi maksimum 10% dari pendapatan

5. tabungan dan investasi minimum 10% dari pendapatan dengan sistem “Pay Yourself First”

Jika sudah terbiasa dengan tracking pengeluaran, maka kita bisa membuat anggaran yang sesuai dengan presentase pengeluaran kita. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi underbudget ataupun overbudget.

Kedisiplinan dalam proses budgeting sangat diperlukan. Jika kita susah untuk disiplin dalam mengelola keuangan maka lakukan “hack the system”. Kita bisa menggunakan strategi auto-debet system dalam mengelola rekening bank. Lalu kita juga bisa memisahkan dana untuk setiap pengeluaran kita ke dalam beberapa rekening berbeda. Contohnya kita pakai rekening bank A untuk menyimpan dana tabungan + investasi, rekening bank B untuk menyimpan dana kebutuhan hidup, dan rekening bank C untuk menyimpan dana darurat, dll.

Dana darurat sangat penting untuk dianggarkan. Dana darurat adalah dana yang kita gunakan jika terjadi keadaan darurat seperti kehilangan pekerjaan, sakit, bencana alam, dan keadaan darurat yang lainnya. Idealnya besaran dana darurat adalah sebagai berikut:

Single : 3x pengeluaran bulanan

Menikah : 6x pengeluaran bulanan

Keluarga dengan anak : 9-12x pengeluaran bulanan

Dana darurat bisa dicicil tiap bulannya hingga terkumpul sejumlah yang tertera pada rule og thumb tersebut. Dana darurar bisa disimpan dalam instrumen yang liquid (mudah dicairkan) dan tidak menurunkan nilai. Dana darurat bisa disimpan dalam bentuk tabungan dan boleh didiversifikasikan ke dalam bentuk deposito, emas, valuta asing, dan reksadana pasar uang.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2021 Masoem University