Dunia maya akhir-akhir ini dikejutkan dengan sebuh fenomena yang cukup menghebohkan. Adalah Bjorka, seorang hacker atau peretas yang sudah berhasil menyebarkan data-data penting dan rahasia beberapa pihak ke hadapan publik. Bjorka sendiri hingga saat ini profil aslinya belum diketahui secara pasti. Namun sudah banyak yang Bjorka lakukan hingga jagat dunia maya heboh karena banyak kontak-kontak pribadi para elit di negara Indonesia bocor.
Kasus Bjorka tentu saja menjadi sebuah pelanggaran etika profesi, khususnya profesi yang berhubungan dengan dunia informatika / IT. Secara sederhana etika profesi IT adalah adat atau kebiasaan seseorang yang mendorong mereka secara pribadi untuk bertanggung jawab pada pekerjaannya, khususnya bidang IT. Seorang yang memiliki etika dalam dunia IT haruslah menggunakan kemampuan IT-nya secara bertanggung jawab dan tidak melanggar norma.
Kasus lain yang selama ini menjadi salah satu pelanggaran etika profesi IT adalah fenomena Dark Web. Meskipun dilakukan secara diam-diam namun jenis website yang satu ini benar-benar ada di dunia nyata. Lantas pertanyaan selanjutnya “seperti Dark Web itu”? Pada dasarnya Dark Web adalah website yang berisi situs-situs yang tidak bisa diakses pada Surface web seperti Google, Youtube, dan lain-lain.
Para pembuat Dark Web membuat rute komunikasi yang lebih rumit dengan melewati sejumlah server terlebih dahulu. Selain itu terdapat juga enkripsi untuk menjaga kerahasiaan penggunanya. Karena Dark Web merupakan bagian dari internet yang didesain agar pihak lain tidak mudah mengaksesnya, maka bisa dimaklumi dark web berisi hal-hal yang tidak biasa bahkan illegal.
Biasanya pemilik Dark Web memiliki motivasi dan tujuan yang berbeda-beda, baik hanya sekedar membagikan hal-hal yang aneh ataupun untuk tujuan komersil. Lalu apa saja isi dari website gelap yg satu ini? Karena tidak terekspos luas maka Dark Web banyak berisi kegiatan illegal seperti penjualan narkoba, pencucian uang, pencurian kartu kredit, bahkan sampai kegiatan dari terorisme.
Mengakses Dark Web memiliki resiko dan bahaya yang cukup tinggi karena terlalu anonimnya website gelap tersebut bisa menjadi tempat dari banyaknya Hacker, virus Malware maupun kegiatan phising (pengelabuan). Bahaya ini pun bisa terjadi untuk perusahaan seperti pencurian data, pemerasan dan lain sebagainya.
Jika Dark Web sampai seberbahaya itu, lantas apakah Dark Web memiliki sisi lain yang positif ? Dark Web tidak sepenuhnya berisi hal negatif. Contohnya Dark Web bisa dipakai sebagai tempat yang aman untuk menyimpan data yang tidak bisa diakses semua orang seperti data Pemerintahan. Selain itu, Dark Web juga bisa dipakai untuk sekedar memanfaatkannya dari sisi anonimitas, seperti ProPublica yang merupakan organisasi berita investigasi di Dark Web dengan Tujuan tidak diketahuinya identitas narasumber.
Melihat fenomena di atas, para professional bidang IT, khususnya programmer zaman now harus bisa untuk meng-counter hal tersebut dengan selalu disiplin menjalankan etika profesi IT. Kemampuan untuk meretas situs harus bisa dipakai untuk hal-hal yang betujuan untuk kebaikan. Maka dari itu tidak heran para programmer saat ini harus memiliki kemampuan mendesain “Security” yang baik agar situs yang dibangun untuk kebaikan tidak mudah diretas pihak tidak bertanggung jawab.





