59ad45ace2ac5663

Yuk Kenali Jenis Bahan Tambahan Pangan (BTP)

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya bahwa dalam industry makanan, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan suatu hal yang lumrah. Pertanyaannya adalah ada berapa banyak jenis BTP saat ini? Menurut maga dan Tu (1995), jenis BTP berdasarkan pendekatan dari segi fungsi teknisnya secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut: antikempal, antioksidan, antipencoklatan, antimikroba, pewarna, pengkondisi adonan, agen pengering, emulsifier, enzim, penguat flavor atau perisa, penguat tepung, fumigan, bahan pembantu formulasi, humektan, pengembang, lubrikan dan antilengket, pemanis nonnutritif, suplemen nutritif, suplemen nutritif, pemanis nutritif, pengoksidasi dan pereduksi, pengontrol pH, propela, aerasi dan gas, sekuestran, pelarut, penstabil dan pengental, surfaceactive agent, serta surface finishing agent. Tampak di sini betapa beragamnya fungsi dari BTP.

Secaara garis besar BTP dapat dikelompokan sebagai BTP yang tinggal di dalam produk pangan dan BTP yang membantu proses pengolahan. Jenis BTP dilihat dari sumbernya dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu BTP alami yang umumnya diperoleh dari sumber-sumber dari bahan alam dan BTP sintetis yang umumnya diproduksi secara sintetis kimiawi.

 BTP yang diperkenalkan untuk digunakan di Indonesia berdasarkan regulasi yang berlaku dikelompokkan ke dalam jenis-jenis BTP antara lain sebagai berikut:

  • Pewarna, yaitu BTP yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan
  • Pemanis buatan, BTP yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan, yang tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi
  • Pengawet, yaitu BTP yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain pada makanan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba
  • Antioksidan, yaitu BTP yang dapat mencegah atau menghambat proses oksidasi lemak, sehingga mencegah terjadinya ketengikan
  • Antikempal, yaitu BTP yang dapat mencegah mengempalnya (menggumpalnya) makanan yang berupa serbuk seperti tipung atau bubuk
  • Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, yaitu BTP yang dapat ,memberikan, menambah, atau mempertegas rasa dan juga aroma
  • Pengatur kemasan (pengasam, penetral, dan pendapar) yaitu BTP yang yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat kemasan makanan
  • Pemutih dan pematang tepung, yaitu BTP yang dapat mempercepat proses pemutihan dan atau pematangan tepung, sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan
  • Pengemulsi, pemantap, dan pengental, yaitu BTP yang dapat membantu terbentuknya dan memantapkan sistem dispersi yang homogen pada makanan
  • Pengeras, yaitu BTP yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan
  • Sekuestran, yaitu BTP yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan, sehingga memantapkan warna, aroma, dan tekstur
  • Lain- lain, yaitu BTP yang tidak termasuk dalam salah satu kelompok di atas dan telah disetujui penggunaannya oleh kepala BPOM (Depkes, 1999)

 Klasifikasi jenis BTP di dunia internasional sangat beragam bergantung pada peraturan regional atau negara yang bersangkutan. Selain itu, untuk suatu kelompok atau suatu jenis BTP pun masih terbagi dalam beberapa pengelompokan lagi.