Oleh : Lenny Amelia HK
Misteri Pisang yang Tiba-Tiba Menguning
Bayangkan Anda baru membeli satu sisir pisang yang masih hijau. Anda meletakkannya di meja dapur bersama beberapa buah apel. Dua hari kemudian, sesuatu yang aneh terjadi. Pisang berubah menjadi kuning cerah, aromanya semakin harum, dan teksturnya mulai lunak. Padahal suhu ruangan sama. Tidak ada yang memasaknya. Tidak ada yang menambahkan bahan apa pun. Lalu siapa yang “mempercepat” proses pematangan itu? Apakah apel diam-diam melakukan sesuatu? Jawabannya… Ya. Tetapi bukan dengan cara yang Anda bayangkan.
Buah Ternyata Menghasilkan Gas Alami
Banyak orang mengira buah hanya mengalami perubahan karena waktu. Padahal, beberapa jenis buah menghasilkan gas etilen (ethylene), yaitu hormon alami dalam bentuk gas yang berperan mengatur proses pematangan. Apel merupakan salah satu penghasil etilen yang cukup tinggi. Ketika disimpan berdekatan, gas etilen akan menyebar ke udara dan diterima oleh buah lain di sekitarnya, termasuk pisang. Akibatnya, proses pematangan berlangsung lebih cepat.
Apa yang Terjadi Saat Buah Matang?
Pematangan bukan sekadar perubahan warna. Di dalam buah terjadi berbagai proses biologis yang luar biasa, seperti:
🍌 Pati berubah menjadi gula sehingga buah terasa lebih manis.
🍌 Warna hijau berubah menjadi kuning karena klorofil mulai terurai.
🍌 Tekstur menjadi lebih lunak akibat perubahan pada dinding sel.
🍌 Aroma khas buah mulai terbentuk melalui pembentukan senyawa volatil.
Semua perubahan ini dipicu oleh aktivitas enzim yang dipengaruhi oleh etilen.
Mengapa Pedagang Buah Sangat Memahami Hal Ini?
Pedagang buah mungkin tidak selalu menyebut istilah “etilen”, tetapi mereka memahami praktiknya. Mereka tahu kapan buah harus dipisahkan dan kapan boleh disimpan bersama. Jika ingin mempercepat pematangan alpukat atau mangga, buah tersebut sering disimpan bersama apel atau pisang matang. Sebaliknya, jika ingin buah bertahan lebih lama, penyimpanan dipisahkan agar paparan etilen berkurang. Inilah contoh ilmu yang telah lama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak Semua Buah Bereaksi Sama
Tahukah Anda? Tidak semua buah memberikan respons yang sama terhadap etilen. Buah seperti:
- Pisang
- Mangga
- Alpukat
- Pepaya
- Tomat
akan mengalami pematangan lebih cepat ketika terpapar etilen. Sementara beberapa buah lain, seperti jeruk, anggur, dan stroberi, tidak menunjukkan respons yang sekuat itu. Karena itulah cara penyimpanannya juga berbeda.
Apa Hubungannya dengan Teknologi Pangan?
Dalam industri pangan, etilen dimanfaatkan secara terkontrol untuk menghasilkan buah dengan tingkat kematangan yang seragam sebelum dipasarkan. Sebaliknya, selama distribusi dan penyimpanan, kadar etilen juga perlu dikendalikan agar buah tidak cepat rusak. Teknolog pangan mempelajari bagaimana suhu, kelembapan, ventilasi, dan konsentrasi etilen memengaruhi mutu buah selama penyimpanan. Pengetahuan ini sangat penting untuk mengurangi kehilangan hasil panen (food loss) dan menjaga kualitas buah hingga sampai ke tangan konsumen.




