Oleh : Lenny Amelia HK
Dalam beberapa tahun terakhir, minuman kolagen menjadi salah satu produk pangan fungsional yang mengalami pertumbuhan paling pesat di dunia. Produk ini tidak lagi hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang ingin menjaga kesehatan kulit, memperlambat tanda-tanda penuaan, serta mendukung kesehatan tulang dan sendi.
Popularitas minuman kolagen didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep preventive health, yaitu menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul. Konsumen modern kini tidak hanya mencari makanan yang mengenyangkan, tetapi juga produk yang memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.
Mengenal Kolagen
Kolagen merupakan protein struktural yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Diperkirakan sekitar 30% dari seluruh protein tubuh merupakan kolagen. Protein ini menjadi komponen utama berbagai jaringan ikat, seperti:
- Kulit.
- Tulang.
- Tulang rawan.
- Tendon.
- Ligamen.
- Pembuluh darah.
- Gigi.
- Rambut.
- Kuku.
Kolagen berfungsi seperti “lem alami” yang menyatukan berbagai jaringan tubuh sehingga tetap kuat, lentur, dan elastis.
Tubuh sebenarnya mampu memproduksi kolagen secara alami. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen mulai menurun. Penurunan ini dapat dipercepat oleh berbagai faktor seperti paparan sinar ultraviolet, merokok, pola makan yang kurang baik, stres, dan kurang tidur.
Akibatnya, mulai muncul berbagai tanda penuaan, seperti kulit yang kehilangan elastisitas, keriput, nyeri sendi, hingga berkurangnya kepadatan tulang.
Jenis-Jenis Kolagen
Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 28 jenis kolagen, tetapi beberapa tipe berikut merupakan yang paling dominan.
Kolagen Tipe I
Merupakan jenis kolagen terbanyak di dalam tubuh.Berfungsi menyusun:
- Kulit.
- Tulang.
- Tendon.
- Ligamen.
Kolagen tipe ini banyak digunakan pada produk minuman kolagen karena berkaitan dengan kesehatan kulit.
Kolagen Tipe II
Berfungsi sebagai penyusun utama tulang rawan sehingga sering digunakan pada produk yang ditujukan untuk kesehatan sendi.
Kolagen Tipe III
Banyak ditemukan pada:
- Pembuluh darah.
- Organ dalam.
- Otot.
Kolagen ini bekerja bersama kolagen tipe I untuk menjaga elastisitas jaringan.
Dari Mana Kolagen Berasal?
Kolagen pada produk pangan umumnya diperoleh dari beberapa sumber.
Kolagen Sapi
Mengandung kolagen tipe I dan III, banyak digunakan pada produk kesehatan kulit dan tulang.
Kolagen Ikan
Kolagen laut (marine collagen) semakin populer karena memiliki ukuran peptida yang relatif kecil sehingga mudah diformulasikan dalam minuman. Selain itu, sumber ini banyak dimanfaatkan dari hasil samping industri perikanan seperti kulit dan sisik ikan, sehingga mendukung pemanfaatan bahan baku secara lebih berkelanjutan.
Kolagen Ayam
Lebih banyak mengandung kolagen tipe II sehingga sering dimanfaatkan pada produk untuk kesehatan sendi. Selain itu, perkembangan bioteknologi juga membuka peluang produksi kolagen melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme tertentu. Pendekatan ini masih terus dikembangkan untuk menghasilkan kolagen dengan karakteristik yang sesuai bagi kebutuhan industri pangan.
Mengapa Minuman Kolagen Lebih Populer?
Dibandingkan kapsul atau tablet, minuman kolagen memiliki beberapa keunggulan.
- Lebih praktis dikonsumsi.
- Mudah dipadukan dengan vitamin dan mineral.
- Memiliki rasa yang lebih menarik.
- Cocok dikonsumsi kapan saja.
- Menjadi bagian dari gaya hidup sehat modern.
Tidak mengherankan jika berbagai perusahaan pangan menghadirkan minuman kolagen dalam bentuk botol siap minum, serbuk instan, maupun minuman berkarbonasi rendah gula.




