Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menjalani perkuliahan di dalam kampus. Seiring berkembangnya kesempatan akademik dan profesional, mahasiswa juga memiliki peluang untuk mengikuti program pertukaran pelajar, konferensi internasional, magang di luar negeri, summer course, hingga kegiatan sukarelawan lintas negara. Karena itu, memiliki paspor sejak masa kuliah dapat menjadi salah satu bentuk persiapan yang cukup penting.
Pertanyaannya, kapan sebaiknya mahasiswa membuat paspor? Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua orang. Namun, membuat paspor sejak awal masa kuliah, terutama ketika ada kemungkinan mengikuti kegiatan internasional, dapat memberikan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan berbagai persyaratan.
Mengapa Mahasiswa Perlu Memiliki Paspor?
Paspor merupakan dokumen perjalanan resmi yang digunakan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Bagi mahasiswa, keberadaannya dapat mempermudah persiapan ketika mendapatkan kesempatan akademik atau kegiatan lain di negara berbeda.
Beberapa kegiatan yang mungkin membutuhkan paspor antara lain:
- Program pertukaran mahasiswa atau student exchange
- Studi atau pelatihan singkat di luar negeri
- Konferensi dan seminar internasional
- Magang atau internship di luar negeri
- Program summer school
- Kompetisi akademik tingkat internasional
- Kegiatan organisasi atau sukarelawan internasional
- Perjalanan pribadi ke negara lain
Kesempatan seperti itu terkadang muncul dalam waktu yang relatif singkat. Jika belum memiliki paspor, mahasiswa perlu mengurus dokumen tersebut terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses perjalanan atau pendaftaran program.
Kapan Waktu Terbaik Membuat Paspor untuk Mahasiswa?
Secara praktis, paspor sebaiknya dibuat ketika mahasiswa mulai memiliki rencana atau ketertarikan terhadap kegiatan internasional, bukan setelah mendapatkan tiket atau undangan perjalanan.
Mahasiswa baru pun sebenarnya dapat mulai mempersiapkannya sejak semester awal. Tidak perlu menunggu semester akhir atau sampai ada program ke luar negeri yang sudah pasti.
Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pertimbangan:
1. Sejak Semester Awal
Membuat paspor pada semester awal memberikan keuntungan dari sisi waktu. Mahasiswa tidak perlu terburu-buru mengurus dokumen ketika tiba-tiba mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan internasional.
Semester awal juga menjadi waktu yang baik untuk mulai mencari informasi mengenai program mobilitas mahasiswa, beasiswa, kompetisi, atau kegiatan akademik internasional yang relevan dengan jurusan.
2. Sebelum Mendaftar Program Internasional
Jika sudah mengetahui adanya program pertukaran pelajar, konferensi, atau kegiatan akademik di luar negeri, sebaiknya cek persyaratan paspor sejak awal.
Jangan hanya memperhatikan batas waktu pendaftaran. Periksa pula apakah penyelenggara meminta data paspor saat pendaftaran, pada tahap seleksi, atau setelah peserta dinyatakan lolos.
3. Sebelum Menyusun Rencana Perjalanan
Mahasiswa yang berencana bepergian ke luar negeri untuk liburan juga sebaiknya mengurus paspor jauh sebelum tanggal keberangkatan. Persiapan lebih awal memberikan ruang jika terdapat dokumen yang perlu dilengkapi atau proses administratif yang membutuhkan waktu.
Apakah Mahasiswa Baru Perlu Membuat Paspor?
Tidak semua mahasiswa baru harus langsung membuat paspor. Keputusan tersebut dapat disesuaikan dengan rencana masing-masing.
Jika selama masa kuliah ada kemungkinan mengikuti kegiatan internasional, memiliki paspor sejak awal dapat menjadi langkah persiapan yang masuk akal. Sebaliknya, mahasiswa yang belum memiliki rencana perjalanan ke luar negeri dapat memprioritaskan dokumen dan kebutuhan akademik lainnya terlebih dahulu.
Hal yang lebih penting adalah tidak menunggu sampai kesempatan datang secara mendadak.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Sebelum mengajukan permohonan paspor, mahasiswa perlu memastikan dokumen persyaratan yang berlaku serta mengikuti ketentuan terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
Selain dokumen administratif, beberapa hal berikut juga perlu diperhatikan:
- Pastikan data identitas sesuai dan konsisten.
- Periksa kembali nama lengkap, tempat tanggal lahir, dan data lainnya.
- Siapkan dokumen yang dipersyaratkan sebelum proses pengajuan.
- Perhatikan jadwal dan lokasi layanan imigrasi.
- Jangan membeli tiket perjalanan sebelum memastikan dokumen perjalanan dan persyaratan negara tujuan sudah sesuai.
Persyaratan dan prosedur layanan dapat berubah, sehingga informasi terbaru sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi imigrasi sebelum melakukan pengajuan.
Jangan Lupa Memeriksa Masa Berlaku Paspor
Memiliki paspor bukan berarti seluruh urusan perjalanan ke luar negeri otomatis selesai. Mahasiswa tetap perlu memperhatikan masa berlaku paspor serta aturan negara tujuan.
Beberapa negara mensyaratkan masa berlaku paspor tertentu ketika seseorang masuk ke wilayah mereka. Karena itu, mahasiswa yang sudah memiliki paspor sebaiknya melakukan pemeriksaan beberapa waktu sebelum perjalanan.
Selain masa berlaku, cek juga kebutuhan visa, izin masuk, bukti akomodasi, tiket pulang-pergi, asuransi perjalanan, atau dokumen lain yang mungkin diminta oleh negara tujuan maupun penyelenggara program.
Paspor dan Persiapan Kuliah yang Lebih Berorientasi Internasional
Persiapan untuk memiliki paspor dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan akademik. Mahasiswa yang menargetkan program internasional sebaiknya tidak hanya menyiapkan dokumen perjalanan, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa, komunikasi, presentasi, serta wawasan mengenai lingkungan akademik lintas budaya.
Pilihan kampus juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan tersebut. Ma’soem University merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki program studi yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi untuk menghadapi lingkungan kerja dan pendidikan yang semakin terhubung secara global.
Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu S1 Bimbingan dan Konseling (BK) serta S1 Pendidikan Bahasa Inggris.
Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada penguasaan bahasa sekaligus bidang pendidikan. Sementara itu, BK berfokus pada pengembangan kompetensi dalam bimbingan dan konseling. Keduanya memiliki karakter pembelajaran yang berbeda sehingga calon mahasiswa dapat memilih sesuai minat dan rencana karier.
Kemampuan bahasa Inggris juga dapat menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan akademik internasional. Penguasaan bahasa tidak menggantikan kebutuhan dokumen perjalanan, tetapi dapat membantu mahasiswa lebih siap ketika harus berkomunikasi dalam lingkungan internasional.
Buat Paspor Sebelum Kesempatan Datang
Waktu terbaik membuat paspor bagi mahasiswa pada dasarnya adalah sebelum paspor tersebut benar-benar dibutuhkan. Semester awal dapat menjadi pilihan yang praktis bagi mahasiswa yang sudah memiliki target mengikuti program internasional. Bagi mahasiswa lain, pengurusan dapat dilakukan ketika rencana perjalanan atau kegiatan luar negeri mulai terlihat jelas.
Menyiapkan paspor lebih awal juga membuat mahasiswa dapat lebih fokus pada hal lain ketika kesempatan datang, seperti memenuhi persyaratan program, menyiapkan kemampuan bahasa, mencari pendanaan, atau mempersiapkan dokumen akademik.
Bagi calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan pilihan kampus dan ingin mengetahui informasi mengenai Ma’soem University, informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diperoleh melalui kontak berikut:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




