Sekolah bukan hanya tempat anak belajar pelajaran akademik. Di lingkungan sekolah, anak juga membangun pertemanan, belajar berkomunikasi, menghadapi aturan, serta mengembangkan rasa percaya diri. Karena itu, masalah yang muncul di sekolah dapat memengaruhi perilaku, emosi, prestasi, bahkan hubungan anak dengan keluarga.
Sayangnya, tidak semua anak mampu menceritakan kesulitan yang mereka alami. Sebagian memilih diam karena takut dimarahi, merasa malu, atau belum tahu cara mengungkapkan perasaannya. Orang tua perlu mengenali perubahan yang muncul agar masalah dapat ditangani sejak awal.
Perubahan Perilaku Bisa Menjadi Tanda Awal
Salah satu cara mengetahui anak sedang mengalami masalah di sekolah adalah memperhatikan perubahan perilakunya. Perubahan tersebut biasanya terlihat dari kebiasaan sehari-hari yang sebelumnya relatif stabil.
Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:
- Anak tiba-tiba menjadi lebih pendiam atau mudah marah.
- Anak enggan bercerita tentang kegiatan di sekolah.
- Anak sering mencari alasan untuk tidak masuk sekolah.
- Anak kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai.
- Anak terlihat cemas ketika membicarakan sekolah atau teman tertentu.
- Anak menjadi lebih sensitif terhadap teguran.
- Anak tampak murung setelah pulang sekolah.
Satu perubahan belum tentu menunjukkan adanya masalah serius. Orang tua perlu melihat pola yang berlangsung secara berulang dan mencari tahu apa yang mungkin menjadi pemicunya.
Perhatikan Perubahan Prestasi Akademik
Masalah di sekolah tidak selalu terlihat melalui emosi. Penurunan prestasi juga dapat menjadi salah satu indikator. Anak yang biasanya mampu mengikuti pelajaran, misalnya, tiba-tiba mengalami kesulitan berkonsentrasi atau nilai pelajarannya menurun.
Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan meliputi:
- Pekerjaan rumah semakin sering tidak diselesaikan.
- Anak kesulitan berkonsentrasi saat belajar.
- Nilai beberapa mata pelajaran turun secara konsisten.
- Anak tampak takut ketika harus mengikuti ujian atau presentasi.
- Anak kehilangan motivasi untuk belajar.
- Anak sering mengatakan bahwa dirinya tidak mampu mengikuti pelajaran.
Penurunan nilai tidak selalu berarti anak malas belajar. Kesulitan memahami materi, konflik dengan teman, tekanan akademik, masalah komunikasi dengan guru, atau rasa tidak percaya diri juga dapat memengaruhi kemampuan anak mengikuti pembelajaran.
Anak Sering Mengeluh Sakit Tanpa Penyebab yang Jelas
Keluhan seperti sakit perut, sakit kepala, mual, atau merasa tidak enak badan sebelum berangkat sekolah perlu diperhatikan, terutama jika terjadi berulang kali pada waktu tertentu.
Kondisi tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai alasan anak untuk menghindari sekolah. Keluhan fisik memang perlu diperiksa dari sisi kesehatan. Namun, jika tidak ditemukan penyebab medis yang jelas dan keluhan terus muncul menjelang sekolah, faktor emosional juga dapat dipertimbangkan.
Anak mungkin sedang menghadapi tekanan, rasa takut, konflik pertemanan, perundungan, atau situasi lain yang membuatnya tidak nyaman di sekolah.
Perubahan Pola Tidur dan Nafsu Makan
Masalah emosional dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari. Anak yang sedang mengalami tekanan mungkin sulit tidur, sering terbangun pada malam hari, atau justru tidur lebih banyak dari biasanya.
Perubahan nafsu makan juga patut diperhatikan. Anak bisa menjadi kurang berselera makan atau mengalami perubahan pola makan yang cukup drastis.
Orang tua sebaiknya tidak langsung menghubungkan perubahan tersebut dengan masalah sekolah. Amati tanda lainnya dan pertimbangkan kondisi anak secara keseluruhan. Jika perubahan berlangsung lama atau cukup berat, konsultasi kepada tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat.
Dengarkan Cara Anak Bercerita tentang Sekolah
Komunikasi menjadi salah satu kunci untuk mengetahui masalah yang sedang dihadapi anak. Orang tua tidak harus selalu mengawali percakapan melalui pertanyaan langsung seperti, “Kamu punya masalah di sekolah?”
Pertanyaan yang terlalu langsung terkadang membuat anak merasa sedang diperiksa. Percakapan dapat dimulai dari hal sederhana, misalnya menanyakan kegiatan yang paling menyenangkan hari itu, siapa teman yang paling sering diajak bermain, atau pelajaran apa yang paling disukai.
Saat anak mulai bercerita, hindari buru-buru memberikan ceramah atau menyalahkan pihak tertentu. Dengarkan terlebih dahulu agar anak merasa aman untuk menyampaikan pengalaman dan perasaannya.
Waspadai Tanda Perundungan di Sekolah
Perundungan atau bullying dapat menjadi salah satu penyebab perubahan perilaku anak. Bentuknya tidak selalu berupa kekerasan fisik. Perundungan juga dapat berupa ejekan berulang, pengucilan, ancaman, penghinaan, penyebaran rumor, hingga perundungan melalui media digital.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah anak:
- Tiba-tiba kehilangan atau merusak barang miliknya.
- Takut bertemu dengan teman tertentu.
- Menolak mengikuti kegiatan sekolah.
- Menjadi lebih tertutup setelah menggunakan perangkat digital.
- Pulang sekolah dalam kondisi sangat emosional.
- Mengalami penurunan rasa percaya diri.
Jika terdapat indikasi perundungan, orang tua perlu mencari informasi secara hati-hati dan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Anak juga perlu diyakinkan bahwa menceritakan masalah bukan berarti dirinya lemah atau bersalah.
Jangan Hanya Menilai dari Sisi Akademik
Kondisi anak di sekolah perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Prestasi akademik memang penting, tetapi kemampuan bersosialisasi, mengelola emosi, beradaptasi, dan merasa aman juga merupakan bagian penting dari perkembangan anak.
Orang tua dapat bekerja sama dengan wali kelas, guru mata pelajaran, guru BK, atau pihak sekolah untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Pengamatan dari beberapa pihak dapat membantu membedakan apakah perubahan anak hanya terjadi di rumah atau juga terlihat di lingkungan sekolah.
Pendekatan seperti ini juga membantu orang tua menentukan langkah yang sesuai, tanpa terburu-buru memberi label kepada anak.
Kapan Anak Perlu Mendapat Bantuan Profesional?
Tidak semua masalah sekolah dapat diselesaikan hanya melalui percakapan antara orang tua dan anak. Bantuan profesional dapat dipertimbangkan ketika perubahan berlangsung cukup lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling (BK) dapat membantu anak mengenali masalah, memahami emosi, serta mencari strategi menghadapi situasi yang dihadapi. Jika kondisi anak membutuhkan penanganan lebih lanjut, orang tua dapat mempertimbangkan konsultasi kepada psikolog atau tenaga profesional yang sesuai.
Pemahaman mengenai bimbingan dan konseling juga relevan bagi dunia pendidikan. Ma’soem University, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta, memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menyediakan dua jurusan, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keberadaan bidang BK di pendidikan tinggi berkaitan erat dengan kebutuhan sekolah terhadap tenaga yang memahami pendampingan peserta didik, termasuk persoalan perkembangan pribadi, sosial, dan pendidikan.
Orang Tua Perlu Membangun Ruang Aman di Rumah
Anak akan lebih mudah menceritakan masalah ketika merasa didengarkan tanpa langsung dihakimi. Orang tua dapat membangun kebiasaan komunikasi melalui percakapan rutin, perhatian terhadap perubahan kecil, serta kesediaan mendengarkan cerita anak.
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan:
- Luangkan waktu untuk berbicara tanpa gangguan.
- Dengarkan cerita anak sampai selesai.
- Hindari membandingkan anak dengan saudara atau teman.
- Validasi perasaan anak sebelum memberikan nasihat.
- Tanyakan apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu.
- Libatkan sekolah jika masalah berkaitan dengan lingkungan belajar.
- Cari bantuan profesional jika masalah sulit ditangani sendiri.
Perhatian terhadap perubahan kecil dapat membantu orang tua mengetahui lebih cepat ketika anak sedang menghadapi kesulitan di sekolah. Dukungan yang tepat sejak awal juga dapat membantu anak merasa lebih aman, percaya diri, dan mampu menghadapi persoalan yang muncul selama proses pendidikan.
Kontak Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




