Belajar sambil mendengarkan musik menjadi kebiasaan yang cukup umum di kalangan mahasiswa. Ada yang merasa lebih tenang ketika mengerjakan tugas sambil memutar lagu favorit, tetapi ada pula yang justru kehilangan konsentrasi setelah musik mulai terdengar. Perbedaan tersebut wajar karena kemampuan seseorang untuk tetap fokus saat mendengarkan musik dapat dipengaruhi oleh jenis tugas, karakter musik, kebiasaan belajar, hingga cara otak memproses informasi.
Bagi mahasiswa, memahami kondisi yang paling mendukung konsentrasi dapat membantu menciptakan kebiasaan belajar yang lebih efektif. Musik bukan selalu pengganggu, tetapi juga bukan solusi yang cocok untuk semua orang.
Mengapa Musik Bisa Membantu Konsentrasi?
Musik dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat kenyamanan seseorang ketika belajar. Lagu yang familiar dan menyenangkan, misalnya, dapat membuat kegiatan mengerjakan tugas terasa tidak terlalu membosankan. Kondisi emosional yang lebih positif kemudian dapat membantu seseorang bertahan lebih lama dalam aktivitas belajar.
Musik juga dapat berfungsi sebagai suara latar. Bagi sebagian mahasiswa, lingkungan yang terlalu sunyi justru membuat suara kecil seperti percakapan, kendaraan, atau aktivitas orang lain terasa lebih mengganggu. Musik yang diputar pada volume rendah dapat membantu menutupi gangguan tersebut.
Namun, manfaat ini tidak berarti semua jenis musik memberikan efek yang sama. Lagu yang terlalu keras, memiliki perubahan tempo yang cepat, atau menarik perhatian pendengar justru berpotensi mengalihkan fokus.
Mengapa Ada yang Justru Tidak Bisa Belajar Sambil Mendengarkan Musik?
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengalokasikan perhatian. Ketika seseorang sedang membaca materi yang sulit sambil mendengarkan lagu berlirik, otak harus memproses informasi dari dua sumber sekaligus.
Lirik lagu menggunakan bahasa yang perlu dipahami, sedangkan kegiatan membaca juga membutuhkan pemrosesan bahasa. Akibatnya, sebagian mahasiswa mungkin lebih cepat kehilangan fokus ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan kemampuan membaca dan memahami teks.
Gangguan juga dapat muncul karena faktor emosional. Lagu tertentu mungkin mengingatkan seseorang pada pengalaman, orang, atau peristiwa tertentu. Alih-alih menjadi suara latar, musik akhirnya menjadi pusat perhatian.
Jenis Tugas Menentukan Apakah Musik Cocok Digunakan
Efek musik tidak dapat dipisahkan dari jenis pekerjaan yang sedang dilakukan. Mahasiswa dapat merasakan perbedaan ketika mengerjakan tugas sederhana dibandingkan saat mempelajari materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Musik cenderung lebih mudah digunakan ketika mahasiswa:
- mengerjakan tugas administratif atau pekerjaan rutin;
- mengetik atau merapikan dokumen;
- melakukan pekerjaan yang sudah familiar;
- mengerjakan aktivitas kreatif tertentu;
- belajar dalam lingkungan yang cukup bising.
Sebaliknya, musik dapat lebih mudah mengganggu ketika mahasiswa:
- membaca jurnal atau buku yang sulit;
- menghafalkan konsep baru;
- mengerjakan soal yang membutuhkan penalaran;
- menulis tugas akademik yang membutuhkan konsentrasi tinggi;
- mempelajari materi dalam bahasa asing.
Artinya, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “Apakah belajar sambil mendengarkan musik bagus?”, tetapi juga “Untuk tugas seperti apa musik membantu saya tetap fokus?”
Musik Berlirik dan Musik Instrumental Memberikan Pengalaman Berbeda
Lirik menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika memilih musik untuk belajar. Lagu yang memiliki lirik dalam bahasa yang dipahami pendengar dapat menarik perhatian karena otak secara otomatis mencoba mengikuti kata-kata yang terdengar.
Musik instrumental biasanya memiliki gangguan verbal yang lebih sedikit. Karena tidak ada lirik yang perlu diikuti, sebagian mahasiswa merasa lebih mudah menggunakannya sebagai suara latar.
Beberapa pilihan yang dapat dicoba saat belajar antara lain:
- musik instrumental;
- classical music;
- lo-fi tanpa lirik;
- ambient music;
- suara alam;
- white noise atau suara latar yang stabil.
Meski begitu, tidak ada satu jenis musik yang otomatis paling efektif bagi semua mahasiswa. Preferensi pribadi tetap berperan penting.
Volume Musik Juga Memengaruhi Fokus
Bukan hanya pilihan lagu yang penting, tetapi juga tingkat volumenya. Musik yang terlalu keras dapat membuat perhatian lebih mudah berpindah dari tugas ke suara yang sedang diputar.
Volume yang terlalu rendah mungkin tidak memberikan manfaat sebagai suara latar, sedangkan volume yang terlalu tinggi dapat membuat mahasiswa lebih sibuk menikmati musik daripada menyelesaikan tugas.
Karena itu, mahasiswa dapat mencoba volume rendah hingga sedang dan melihat apakah musik masih terasa sebagai latar, bukan sebagai pusat perhatian.
Kebiasaan Belajar Membentuk Respons terhadap Musik
Mahasiswa yang sudah terbiasa belajar sambil mendengarkan musik mungkin merasa lebih nyaman dibandingkan orang yang selalu belajar dalam suasana hening. Kebiasaan tersebut dapat membentuk asosiasi tertentu antara musik dan aktivitas belajar.
Namun, kebiasaan bukan berarti seseorang harus selalu menggunakan musik. Mahasiswa tetap perlu mengetahui kapan musik membantu dan kapan suasana tenang lebih sesuai.
Salah satu cara sederhana adalah melakukan percobaan kecil. Gunakan musik saat mengerjakan tugas rutin, lalu coba belajar tanpa musik ketika mempelajari materi yang sulit. Perhatikan waktu yang dibutuhkan, jumlah kesalahan, serta seberapa banyak materi yang dapat dipahami.
Kenali Pola Konsentrasi Diri Sendiri
Tidak semua mahasiswa memiliki pola konsentrasi yang sama. Ada yang lebih mudah fokus ketika memiliki suara latar, sementara yang lain membutuhkan kondisi hening agar dapat berpikir secara optimal.
Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu mahasiswa mengenali kebiasaannya:
- Apakah saya lebih cepat menyelesaikan tugas ketika mendengarkan musik?
- Apakah saya sering menyanyikan lagu atau memperhatikan lirik saat belajar?
- Apakah musik membuat saya lebih rileks atau justru lebih terdistraksi?
- Apakah jenis tugas tertentu terasa lebih sulit ketika musik menyala?
- Apakah saya tetap dapat mengingat materi setelah belajar sambil mendengarkan musik?
Jawaban tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi belajar yang lebih sesuai.
Lingkungan Kampus dan Kebutuhan Belajar Mahasiswa
Konsentrasi mahasiswa juga dipengaruhi oleh lingkungan belajar secara keseluruhan. Tempat belajar, beban tugas, waktu belajar, kondisi fisik, dan tingkat stres dapat memengaruhi kemampuan mempertahankan perhatian. Karena itu, musik hanya menjadi salah satu bagian kecil dari strategi belajar.
Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa juga dituntut mengembangkan kemampuan belajar mandiri. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung menjadi salah satu lingkungan pendidikan yang relevan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kebiasaan belajar sesuai kebutuhan akademiknya.
Bagi mahasiswa FKIP Ma’soem University, misalnya, kegiatan belajar dapat melibatkan membaca materi, membuat tugas, melakukan presentasi, hingga mempersiapkan kemampuan komunikasi. FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Perbedaan karakter kegiatan akademik tersebut membuat mahasiswa perlu mengenali strategi konsentrasi yang paling sesuai untuk setiap jenis tugas.
Tidak Perlu Memaksakan Belajar Sambil Musik
Jika musik membuat seseorang lebih sulit memahami materi, tidak ada alasan untuk memaksakannya hanya karena metode tersebut populer di media sosial atau digunakan oleh teman. Begitu pula sebaliknya, mahasiswa yang merasa lebih fokus ketika mendengarkan musik tidak harus mengikuti metode belajar dalam suasana sunyi.
Strategi belajar yang baik bukan ditentukan oleh tren, melainkan oleh efektivitasnya bagi individu. Musik dapat digunakan ketika membantu, dimatikan ketika mengganggu, dan disesuaikan kembali berdasarkan jenis aktivitas yang sedang dilakukan.
Mahasiswa juga dapat membuat beberapa kondisi belajar berbeda, seperti ruang hening untuk membaca materi sulit, musik instrumental untuk pekerjaan rutin, atau suara latar tertentu ketika mengerjakan tugas kreatif. Melalui percobaan tersebut, mahasiswa dapat menemukan pola belajar yang paling nyaman sekaligus tetap produktif.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




