Rasa takut salah saat berbicara bahasa Inggris merupakan hal yang cukup sering dialami oleh pelajar maupun mahasiswa. Seseorang mungkin sebenarnya memahami kosakata dan tata bahasa, tetapi menjadi ragu ketika harus mengucapkannya secara langsung. Akibatnya, kalimat yang sudah dipikirkan justru tidak jadi disampaikan.
Kondisi tersebut dapat membuat kemampuan speaking bahasa Inggris berkembang lebih lambat. Padahal, kemampuan berbicara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kosakata yang dikuasai. Keberanian untuk menggunakan bahasa secara langsung juga berperan penting dalam proses belajar.
Mengapa Takut Salah Saat Berbicara Bahasa Inggris?
Kesalahan merupakan bagian yang wajar dalam proses mempelajari bahasa asing. Namun, sebagian pelajar menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Pemikiran tersebut dapat membuat seseorang terlalu banyak berpikir sebelum berbicara.
Saat hendak menyampaikan kalimat sederhana, misalnya, seseorang bisa memikirkan apakah struktur kalimatnya benar, apakah pengucapannya tepat, atau apakah lawan bicara akan memahami maksudnya. Terlalu banyak pertimbangan akhirnya membuat komunikasi terasa lebih sulit.
Beberapa penyebab yang sering membuat seseorang takut berbicara bahasa Inggris antara lain:
- takut salah grammar;
- kurang percaya diri terhadap pronunciation;
- keterbatasan kosakata;
- khawatir ditertawakan atau dikoreksi orang lain;
- jarang mendapatkan kesempatan praktik speaking;
- terbiasa menerjemahkan kalimat dari bahasa Indonesia terlebih dahulu.
Masalah tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris seseorang rendah. Bisa saja seseorang memiliki pengetahuan bahasa yang cukup, tetapi belum terbiasa menggunakannya dalam situasi komunikasi nyata.
Takut Salah Grammar Bisa Menghambat Speaking
Grammar memang penting dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penggunaan struktur yang tepat membantu seseorang menyampaikan pesan secara jelas. Namun, terlalu fokus pada grammar ketika sedang berbicara dapat membuat komunikasi menjadi kaku.
Misalnya, seseorang ingin menjawab pertanyaan sederhana dari dosen dalam bahasa Inggris. Ia sudah mengetahui jawabannya, tetapi masih memikirkan bentuk tense yang tepat sebelum mulai berbicara. Waktu yang dibutuhkan untuk berpikir akhirnya membuat respons menjadi lebih lambat atau bahkan tidak disampaikan.
Pada tahap awal, kesalahan grammar yang tidak mengubah makna sebaiknya tidak menjadi alasan untuk berhenti berbicara. Evaluasi grammar tetap diperlukan, tetapi dapat dilakukan setelah praktik komunikasi selesai.
Pronunciation Juga Bisa Menjadi Sumber Keraguan
Selain grammar, pronunciation bahasa Inggris sering menjadi penyebab seseorang kurang percaya diri. Bahasa Inggris memiliki bunyi yang tidak selalu sama seperti cara penulisan katanya. Beberapa kata juga memiliki pengucapan yang berbeda dari perkiraan pembelajar berdasarkan ejaannya.
Keraguan biasanya muncul ketika seseorang merasa takut mengucapkan kata secara keliru. Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika harus melakukan presentasi di depan kelas.
Mempelajari pronunciation secara bertahap dapat membantu mengurangi rasa takut tersebut. Pembelajar dapat mulai memperhatikan beberapa aspek, seperti:
- pengucapan bunyi vokal dan konsonan;
- tekanan kata atau word stress;
- intonasi ketika menyampaikan kalimat;
- ritme dalam berbicara;
- perbedaan bunyi pada kata yang memiliki pelafalan mirip.
Latihan secara rutin akan membantu seseorang mengenali pola bunyi bahasa Inggris sehingga pengucapan terasa lebih alami.
Kosakata Terbatas Membuat Seseorang Sulit Merespons
Kosakata juga memiliki hubungan erat dengan keberanian berbicara. Ketika seseorang tidak mengetahui kata yang ingin digunakan, ia cenderung berhenti atau mengganti jawabannya.
Namun, kemampuan speaking tidak mengharuskan seseorang menghafal ribuan kata terlebih dahulu. Kosakata yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari justru dapat menjadi dasar yang lebih praktis.
Pembelajar dapat mengembangkan kosakata berdasarkan situasi yang sering dihadapi, seperti memperkenalkan diri, berdiskusi di kelas, menyampaikan pendapat, bertanya, memberikan tanggapan, atau melakukan presentasi.
Penguasaan beberapa ekspresi sederhana juga dapat membantu menjaga percakapan tetap berjalan. Contohnya adalah “I think…”, “In my opinion…”, “I agree with you…”, atau “Could you explain that again?”
Lingkungan Belajar Berpengaruh terhadap Kepercayaan Diri
Lingkungan belajar yang membuat seseorang nyaman untuk mencoba dapat membantu mengurangi ketakutan terhadap kesalahan. Sebaliknya, pengalaman sering diejek atau merasa selalu dinilai ketika melakukan kesalahan dapat membuat seseorang semakin pasif.
Kegiatan speaking sebaiknya memberikan ruang bagi pelajar untuk mencoba, menerima koreksi, kemudian memperbaiki kemampuan secara bertahap. Koreksi juga akan lebih bermanfaat apabila diberikan secara konstruktif dan tidak membuat pembelajar kehilangan keberanian.
Praktik sederhana seperti berdiskusi berpasangan, melakukan presentasi singkat, bermain peran, atau menyampaikan pendapat dalam kelompok dapat menjadi latihan sebelum berbicara di hadapan audiens yang lebih besar.
Cara Mengurangi Takut Salah Saat Speaking Bahasa Inggris
Rasa takut tidak selalu dapat hilang dalam satu kali latihan. Perkembangan biasanya terjadi ketika seseorang terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara konsisten.
Beberapa cara yang dapat dicoba adalah:
1. Mulai dari Kalimat Sederhana
Tidak perlu langsung menggunakan struktur kalimat yang kompleks. Kalimat sederhana yang dapat disampaikan secara jelas sudah cukup untuk melatih keberanian berbicara.
2. Berlatih Berbicara Setiap Hari
Latihan dapat dilakukan selama beberapa menit. Seseorang bisa menceritakan aktivitas hari itu, mendeskripsikan benda di sekitar, atau menyampaikan pendapat mengenai topik yang familiar.
3. Jangan Selalu Menerjemahkan Kata demi Kata
Kebiasaan menerjemahkan setiap kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dapat membuat proses berbicara lebih lambat. Cobalah mengingat ekspresi atau frasa secara utuh.
4. Rekam Suara Sendiri
Rekaman dapat digunakan untuk mengevaluasi pronunciation, kelancaran, penggunaan kosakata, dan jeda ketika berbicara. Cara ini juga membantu pembelajar melihat perkembangan dari waktu ke waktu.
5. Jadikan Kesalahan sebagai Bahan Evaluasi
Kesalahan dapat dicatat setelah latihan. Cara tersebut lebih efektif daripada menghentikan pembicaraan setiap kali merasa melakukan kesalahan.
Pendidikan Bahasa Inggris Membutuhkan Praktik Komunikasi
Bagi mahasiswa yang mengambil bidang Pendidikan Bahasa Inggris, kemampuan berbicara menjadi salah satu keterampilan yang relevan untuk dikembangkan. Mahasiswa tidak hanya perlu memahami materi bahasa, tetapi juga perlu membangun kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas.
Ma’soem University menjadi salah satu pilihan kampus swasta yang relevan bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang tersebut. Di lingkungan FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Program Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap bahasa Inggris dan bidang pendidikan. Proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kemampuan bahasa, komunikasi, serta keterampilan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, rasa takut salah saat berbicara justru dapat menjadi bagian dari proses belajar. Semakin sering kemampuan tersebut dilatih, semakin banyak pula kesempatan untuk mengenali kekurangan dan memperbaikinya.
Kontak Ma’soem University
Informasi lebih lanjut mengenai Ma’soem University dapat diperoleh melalui kontak berikut:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




