Tren “Study With Me” Masih Efektif atau Cuma Bikin Merasa Sedang Produktif?

Tren “study with me” semakin mudah ditemukan di YouTube, TikTok, maupun platform digital lainnya. Video yang menampilkan seseorang belajar selama 25 menit, satu jam, bahkan beberapa jam sering dipakai sebagai teman belajar oleh mahasiswa dan pelajar. Ada yang menontonnya sambil mengerjakan tugas, membaca materi, atau mempersiapkan ujian.

Popularitas format ini menimbulkan pertanyaan yang cukup relevan: apakah study with me benar-benar membantu meningkatkan produktivitas belajar atau justru membuat seseorang merasa produktif hanya karena sudah menonton konten belajar?

Jawabannya bergantung pada bagaimana konten tersebut digunakan. Study with me dapat menjadi alat bantu belajar, tetapi menontonnya saja tentu tidak sama dengan belajar.

Apa Itu Study With Me?

Study with me merupakan konten digital yang memperlihatkan seseorang melakukan kegiatan belajar dalam periode tertentu. Biasanya video tersebut menggunakan konsep seperti Pomodoro, misalnya 25 menit belajar dan 5 menit istirahat.

Beberapa video dibuat tanpa percakapan agar penonton dapat berkonsentrasi. Ada pula yang menggunakan musik instrumental, suara keyboard, suasana perpustakaan, atau suara hujan sebagai latar.

Format tersebut memberikan pengalaman seolah-olah seseorang sedang belajar bersama orang lain. Padahal, interaksi yang terjadi sebenarnya minim atau bahkan tidak ada.

Konsep ini berkaitan dengan kebutuhan sebagian pelajar untuk memiliki suasana belajar yang lebih terarah. Ketika melihat orang lain sedang membaca buku atau mengerjakan tugas, seseorang dapat terdorong untuk ikut memulai aktivitasnya.

Mengapa Study With Me Bisa Membantu Belajar?

Salah satu alasan study with me efektif bagi sebagian orang adalah adanya efek teman belajar secara tidak langsung. Kehadiran orang lain dalam video dapat menciptakan suasana yang terasa lebih terstruktur.

Video study with me juga sering menyediakan batas waktu yang jelas. Misalnya, seseorang memilih video berdurasi 50 menit lalu berkomitmen untuk belajar selama video tersebut berlangsung.

Manfaat yang mungkin diperoleh antara lain:

  • Membantu memulai sesi belajar ketika sulit menemukan motivasi.
  • Memberikan batas waktu belajar yang lebih jelas.
  • Mengurangi rasa belajar sendirian.
  • Membantu membangun rutinitas belajar.
  • Menjadi pengingat untuk mengurangi penggunaan media sosial selama belajar.
  • Memberikan suasana belajar tertentu melalui musik atau ambient sound.

Namun, manfaat tersebut tidak otomatis muncul hanya karena video diputar. Aktivitas utama tetap harus dilakukan oleh penonton.

Menonton Study With Me Bukan Berarti Sudah Belajar

Masalah muncul ketika aktivitas menonton mulai menggantikan aktivitas belajar. Seseorang bisa saja menghabiskan waktu 30 menit mencari video study with me yang paling cocok, mengganti video beberapa kali, membaca komentar, atau mengatur meja sebelum akhirnya belum mengerjakan apa pun.

Kondisi tersebut dapat menciptakan ilusi produktivitas. Seseorang merasa sudah melakukan sesuatu yang berkaitan dengan belajar, padahal belum ada materi yang dipahami atau tugas yang diselesaikan.

Misalnya, seorang mahasiswa memiliki tugas membuat makalah. Ia membuka video study with me selama satu jam, tetapi sebagian besar waktu justru digunakan untuk memilih video, mengatur playlist, dan memperhatikan aktivitas orang di layar. Durasi satu jam tersebut terlihat seperti waktu belajar, tetapi hasil belajarnya mungkin sangat sedikit.

Karena itu, ukuran produktivitas bukan terletak pada berapa lama video study with me diputar. Ukurannya lebih berkaitan pada apa yang berhasil dikerjakan atau dipahami selama sesi tersebut.

Tanda Study With Me Benar-Benar Membantu

Penggunaan study with me dapat dikatakan lebih fungsional ketika video tersebut hanya menjadi pendukung kegiatan belajar. Ada aktivitas nyata yang dilakukan selama video berlangsung.

Beberapa tanda yang bisa diperhatikan adalah:

  1. Ada target sebelum video dimulai
    Misalnya menyelesaikan dua halaman bacaan, mengerjakan lima soal, atau membuat kerangka tugas.
  2. Perhatian tetap tertuju pada materi
    Video tidak menjadi pusat perhatian selama sesi belajar.
  3. Durasi menonton tidak lebih penting daripada hasil
    Selesai belajar 30 menit tetapi memahami satu materi lebih berarti daripada menonton video dua jam tanpa mengerjakan sesuatu.
  4. Video membantu menjaga rutinitas
    Study with me digunakan sebagai pemicu untuk memulai belajar, bukan sebagai aktivitas utama.
  5. Ada evaluasi setelah sesi selesai
    Pelajar dapat memeriksa apakah target yang dibuat sebelumnya benar-benar tercapai.

Kapan Study With Me Justru Mengganggu?

Tidak semua orang membutuhkan video pendamping saat belajar. Bagi sebagian mahasiswa, suara musik, perubahan gambar, atau keberadaan orang di layar justru dapat menjadi distraksi.

Study with me juga kurang tepat jika seseorang terus-menerus berpindah video untuk mencari suasana yang dianggap sempurna. Proses memilih konten akhirnya mengambil waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar.

Penggunaan perangkat yang sama untuk belajar dan hiburan juga perlu diperhatikan. Ketika belajar melalui laptop atau ponsel, notifikasi media sosial, pesan instan, dan rekomendasi video lain dapat dengan mudah mengalihkan perhatian.

Jika kondisi tersebut sering terjadi, belajar tanpa video pendamping mungkin justru lebih efektif.

Cara Menggunakan Study With Me Secara Lebih Efektif

Agar tren study with me tidak berhenti pada perasaan produktif, penggunaannya dapat dibuat lebih sederhana. Tidak perlu terlalu banyak persiapan sebelum mulai.

Coba gunakan pola berikut:

Tentukan target → pilih satu video → mulai belajar → selesaikan target → evaluasi.

Contohnya, mahasiswa ingin belajar untuk ujian Bahasa Inggris. Sebelum membuka video, ia menentukan target untuk memahami satu topik tata bahasa dan mengerjakan sepuluh soal latihan. Setelah target selesai, sesi belajar dianggap berhasil, terlepas dari apakah video yang digunakan berdurasi 25 menit atau satu jam.

Cara tersebut membuat video berfungsi sebagai alat pendukung manajemen waktu, bukan sebagai bukti bahwa seseorang telah belajar.

Study With Me dan Kebiasaan Belajar Mahasiswa

Bagi mahasiswa, kebutuhan belajar tidak selalu sama. Ada tugas individu, diskusi kelompok, presentasi, membaca jurnal, hingga persiapan ujian. Karena itu, strategi belajar perlu disesuaikan dengan jenis kegiatan yang sedang dilakukan.

Lingkungan kampus juga dapat menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan belajar. Ma’soem University, sebagai salah satu kampus swasta, menjadi salah satu lingkungan pendidikan yang relevan bagi mahasiswa yang perlu mengembangkan pola belajar mandiri sekaligus mengikuti kegiatan akademik di kampus.

Bagi mahasiswa FKIP Ma’soem University, misalnya, program yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya memiliki aktivitas akademik yang menuntut mahasiswa memahami materi, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan berbagai kegiatan pembelajaran. Study with me dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pendukung ketika mahasiswa membutuhkan suasana belajar yang lebih terstruktur, selama aktivitas utama tetap berfokus pada proses memahami dan mengerjakan materi.

Produktif Tidak Harus Selalu Terlihat di Layar

Tren study with me menunjukkan bahwa teknologi dapat memberikan cara baru untuk membangun suasana belajar. Namun, produktivitas belajar tidak dapat diukur dari tampilan meja yang rapi, durasi video yang panjang, atau berapa lama seseorang terlihat duduk di depan laptop.

Hal yang lebih penting adalah perubahan yang terjadi setelah sesi belajar. Apakah ada materi yang dipahami? Apakah tugas menjadi lebih maju? Apakah soal latihan berhasil dikerjakan? Apakah target belajar benar-benar tercapai?

Jika jawabannya iya, study with me bisa menjadi alat bantu yang berguna. Jika video justru menjadi alasan untuk terus menunda pekerjaan, mungkin sudah waktunya mengurangi ketergantungan pada tren tersebut dan kembali berfokus pada aktivitas belajar itu sendiri.

Informasi Ma’soem University

  • No. WhatsApp: 085185634253
  • Instagram: @masoem_university
  • Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com