Kuliah di luar negeri menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengenal lingkungan dan budaya baru. Namun, menentukan negara tujuan tidak cukup hanya melihat reputasi universitas atau popularitas negaranya. Biaya hidup dan gaya hidup juga perlu diperhitungkan sejak awal agar rencana studi dapat berjalan sesuai kemampuan finansial dan kebiasaan sehari-hari.
Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda. Ada negara yang menawarkan biaya kuliah relatif terjangkau, tetapi biaya tempat tinggalnya cukup tinggi. Ada pula negara yang memiliki banyak pilihan transportasi umum sehingga mahasiswa dapat menghemat pengeluaran. Karena itu, cara memilih negara untuk kuliah perlu mempertimbangkan kondisi secara menyeluruh.
Hitung Total Biaya Kuliah dan Biaya Hidup
Langkah pertama adalah membuat perkiraan kebutuhan selama menjalani studi. Jangan hanya memperhatikan tuition fee atau biaya pendidikan. Pengeluaran sehari-hari dapat menjadi bagian besar dari anggaran mahasiswa internasional.
Beberapa komponen yang perlu diperhitungkan antara lain:
- biaya kuliah dan biaya administrasi;
- tempat tinggal atau sewa apartemen;
- makanan dan kebutuhan sehari-hari;
- transportasi;
- asuransi dan kebutuhan kesehatan;
- buku serta perlengkapan perkuliahan;
- biaya visa dan dokumen;
- kebutuhan hiburan dan kegiatan sosial;
- dana darurat.
Perhitungan tersebut sebaiknya dilakukan berdasarkan kota tempat universitas berada. Biaya hidup di ibu kota atau kota metropolitan biasanya berbeda dari kota pelajar yang lebih kecil. Dua universitas dalam negara yang sama pun dapat memiliki kebutuhan hidup mahasiswa yang berbeda karena lokasi kampusnya.
Bandingkan Biaya Tempat Tinggal
Tempat tinggal sering menjadi salah satu pengeluaran utama mahasiswa internasional. Sebelum menentukan negara, cari tahu pilihan akomodasi yang tersedia, seperti asrama mahasiswa, shared apartment, homestay, atau kamar pribadi.
Asrama kampus dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin tinggal dekat lingkungan akademik. Sementara itu, shared apartment memungkinkan biaya sewa dibagi bersama beberapa penghuni. Pilihan tersebut dapat membantu mahasiswa menyesuaikan pengeluaran berdasarkan anggaran yang dimiliki.
Lokasi juga perlu diperhatikan. Tempat tinggal yang lebih murah belum tentu menghasilkan penghematan apabila letaknya jauh dari kampus dan membutuhkan ongkos transportasi tinggi setiap hari.
Perhatikan Sistem Transportasi
Gaya hidup mahasiswa sangat berkaitan dengan cara bepergian. Negara yang memiliki transportasi umum yang mudah digunakan dapat memberikan pilihan mobilitas selain kendaraan pribadi.
Sebelum memilih negara tujuan, perhatikan:
- Ketersediaan bus, kereta, atau transportasi publik lainnya.
- Harga tiket dan kemungkinan adanya kartu khusus mahasiswa.
- Jarak tempat tinggal menuju kampus.
- Kebutuhan menggunakan kendaraan pribadi.
- Kemudahan berjalan kaki atau bersepeda.
Mahasiswa yang terbiasa menggunakan transportasi umum mungkin akan lebih mudah beradaptasi di kota yang memiliki jaringan transportasi publik luas. Sebaliknya, mahasiswa yang lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi perlu memasukkan biaya bahan bakar, parkir, dan perawatan kendaraan ke dalam anggaran.
Sesuaikan Negara Tujuan dengan Gaya Hidup
Biaya hidup bukan hanya persoalan angka. Kebiasaan sehari-hari juga menentukan seberapa besar pengeluaran yang akan dibutuhkan.
Mahasiswa yang terbiasa memasak sendiri mungkin dapat mengatur anggaran makanan secara berbeda dibandingkan mahasiswa yang sering makan di restoran. Begitu pula mahasiswa yang senang mengikuti kegiatan sosial, bepergian, atau mengunjungi tempat wisata perlu menyediakan anggaran tambahan.
Beberapa aspek gaya hidup yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- kebiasaan makan dan memasak;
- aktivitas olahraga;
- hiburan;
- kehidupan malam atau kegiatan sosial;
- kebiasaan bepergian;
- kebutuhan terhadap ruang pribadi;
- preferensi terhadap lingkungan perkotaan atau lebih tenang.
Kesesuaian gaya hidup dapat membuat proses adaptasi terasa lebih mudah. Negara yang terlihat menarik dari luar belum tentu sesuai apabila kebiasaan sehari-harinya sangat berbeda dari kebutuhan pribadi.
Pertimbangkan Perbedaan Budaya dan Iklim
Adaptasi mahasiswa internasional tidak hanya berkaitan dengan keuangan. Budaya dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi pengalaman selama tinggal di luar negeri.
Perbedaan bahasa, kebiasaan berkomunikasi, pola belajar, makanan, aturan sosial, hingga cara masyarakat menggunakan ruang publik perlu dipelajari sebelum keberangkatan. Kondisi iklim juga patut diperhatikan, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari negara tropis seperti Indonesia.
Musim dingin yang panjang, misalnya, dapat membuat mahasiswa membutuhkan pakaian khusus dan pengeluaran tambahan untuk pemanas atau perlengkapan musim dingin. Karena itu, kondisi lingkungan sebaiknya dimasukkan dalam pertimbangan ketika menghitung anggaran.
Cari Tahu Peluang Beasiswa dan Dukungan Finansial
Beasiswa dapat mengurangi beban biaya pendidikan, tetapi calon mahasiswa tetap perlu memahami apa saja komponen yang ditanggung. Tidak semua beasiswa memberikan cakupan yang sama.
Periksa apakah beasiswa mencakup:
- biaya kuliah;
- akomodasi;
- biaya hidup bulanan;
- tiket perjalanan;
- asuransi;
- buku atau perlengkapan akademik.
Selain beasiswa, beberapa negara atau universitas memiliki aturan mengenai kesempatan kerja bagi mahasiswa internasional. Informasi tersebut harus diperiksa melalui sumber resmi karena ketentuan visa dan izin kerja dapat berbeda berdasarkan negara serta status mahasiswa.
Pilih Kota, Bukan Hanya Negara
Pencarian negara tujuan sebaiknya dilanjutkan hingga tingkat kota. Istilah “kuliah di negara X” belum cukup untuk menggambarkan kebutuhan biaya hidup karena setiap kota memiliki karakteristik ekonomi dan sosial yang berbeda.
Kota pelajar yang lebih kecil bisa memiliki biaya tempat tinggal yang berbeda dari pusat bisnis atau ibu kota. Di sisi lain, kota besar mungkin menyediakan lebih banyak pilihan pekerjaan paruh waktu, transportasi, komunitas internasional, dan fasilitas mahasiswa.
Membandingkan beberapa kota sebelum memilih universitas dapat memberikan gambaran anggaran yang lebih realistis.
Buat Simulasi Anggaran Bulanan
Setelah memiliki beberapa pilihan negara dan kota, buat simulasi pengeluaran selama satu bulan. Contohnya, calon mahasiswa dapat membagi anggaran menjadi kebutuhan tempat tinggal, makanan, transportasi, kebutuhan akademik, komunikasi, hiburan, dan tabungan atau dana darurat.
Simulasi tersebut membantu menunjukkan apakah pilihan negara tertentu sesuai dengan kemampuan finansial. Perhitungan juga sebaiknya memasukkan pengeluaran tidak rutin, seperti pembelian pakaian musim tertentu, perjalanan pulang ke Indonesia, biaya dokumen, atau kebutuhan kesehatan.
Membandingkan angka dalam mata uang lokal juga penting. Nilai tukar rupiah dapat berubah sehingga calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya menggunakan satu asumsi kurs untuk seluruh masa studi.
Siapkan Diri Sebelum Memutuskan Kuliah ke Luar Negeri
Keputusan kuliah di luar negeri idealnya tidak dibuat hanya berdasarkan tren atau rekomendasi dari media sosial. Informasi mengenai universitas, biaya hidup, visa, akomodasi, budaya, dan kondisi kota perlu diperiksa dari sumber resmi.
Bagi calon mahasiswa yang masih berada pada tahap menentukan bidang studi, pilihan pendidikan di dalam negeri juga dapat menjadi bagian dari perencanaan. Ma’soem University, sebagai salah satu kampus swasta, dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi di Indonesia sambil mempersiapkan kemampuan akademik dan rencana studi lanjutan.
Di FKIP Ma’soem University, tersedia dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Informasi program studi dapat menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa yang sedang menentukan bidang pendidikan sebelum merencanakan pengalaman akademik di tingkat internasional.
Buat Daftar Perbandingan Sebelum Memilih
Agar keputusan lebih terstruktur, calon mahasiswa dapat membuat tabel perbandingan beberapa negara berdasarkan faktor yang benar-benar penting bagi kebutuhan pribadi. Misalnya, bandingkan biaya kuliah, biaya sewa, makanan, transportasi, iklim, bahasa, budaya, serta pilihan aktivitas mahasiswa.
Cara tersebut membantu mengubah pencarian yang awalnya luas menjadi beberapa pilihan yang lebih mudah dievaluasi. Setelah itu, informasi dari universitas dan lembaga pemerintah terkait dapat digunakan untuk memastikan biaya dan aturan yang berlaku sebelum proses pendaftaran dilakukan.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




