Bagi mahasiswa yang baru pertama kali keluar dari Indonesia, perjalanan ke luar negeri dapat menjadi pengalaman untuk belajar mandiri. Mengatur penerbangan, membawa dokumen perjalanan, menggunakan transportasi umum, hingga berkomunikasi dalam lingkungan berbeda merupakan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Pilihan negara tujuan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Beberapa negara Asia Tenggara dapat menjadi pertimbangan karena letaknya relatif dekat dari Indonesia dan memiliki koneksi penerbangan yang cukup banyak.
1. Malaysia
Malaysia menjadi salah satu negara yang mudah dipertimbangkan untuk perjalanan luar negeri pertama. Selain lokasinya dekat dengan Indonesia, bahasa Melayu yang digunakan secara luas juga membuat komunikasi sehari-hari relatif familiar bagi wisatawan Indonesia.
Mahasiswa dapat mengunjungi Kuala Lumpur, Penang, atau Johor Bahru untuk mendapatkan pengalaman berada di lingkungan internasional tanpa harus langsung menghadapi perbedaan budaya yang terlalu jauh.
Dari sisi aturan perjalanan, warga negara ASEAN pada umumnya tidak memerlukan visa untuk tinggal kurang dari satu bulan di Malaysia, kecuali Myanmar, berdasarkan informasi Departemen Imigrasi Malaysia. Tetap perhatikan persyaratan terbaru sebelum berangkat karena aturan perjalanan dapat berubah. (Imigresen Malaysia)
Malaysia juga menarik bagi mahasiswa yang ingin melihat lingkungan pendidikan dan perkotaan di negara lain. Perjalanan singkat selama beberapa hari dapat menjadi latihan sebelum merencanakan perjalanan yang lebih jauh.
2. Singapura
Singapura cocok bagi mahasiswa yang ingin merasakan suasana negara yang sangat berbeda meskipun jaraknya dekat dari Indonesia. Negara ini memiliki sistem transportasi publik yang terintegrasi, sehingga mahasiswa dapat belajar bepergian menggunakan MRT dan bus tanpa harus selalu menggunakan kendaraan pribadi.
Bahasa Inggris juga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perjalanan ke Singapura dapat menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan komunikasi.
Mahasiswa Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang wajib memiliki visa untuk masuk Singapura pada laman resmi Immigration & Checkpoints Authority (ICA). Namun, seluruh wisatawan tetap harus memenuhi persyaratan masuk, termasuk memiliki paspor yang berlaku minimal enam bulan dan mengisi SG Arrival Card sesuai ketentuan. (ICA)
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, pengalaman sederhana seperti memesan makanan, bertanya arah, atau melakukan transaksi menggunakan bahasa Inggris dapat menjadi latihan komunikasi yang nyata.
3. Thailand
Thailand dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman budaya yang lebih berbeda. Bangkok, misalnya, memiliki perpaduan antara kawasan modern, pusat perbelanjaan, tempat bersejarah, dan kuliner lokal.
Perbedaan bahasa memang lebih terasa dibandingkan Malaysia atau Singapura. Karena itu, perjalanan ke Thailand dapat menjadi kesempatan untuk belajar menggunakan aplikasi penerjemah, membaca petunjuk, serta mempersiapkan itinerary secara lebih terstruktur.
Mahasiswa yang bepergian ke Thailand sebaiknya tidak hanya mempersiapkan tiket dan penginapan. Informasi mengenai aturan imigrasi, transportasi dari bandara, mata uang, serta kebiasaan setempat juga perlu dipelajari sebelum keberangkatan.
4. Vietnam
Vietnam dapat menjadi pilihan berikutnya bagi mahasiswa yang ingin memperluas pengalaman di Asia Tenggara. Kota seperti Ho Chi Minh City dan Hanoi menawarkan suasana perkotaan yang berbeda dari Indonesia.
Perjalanan ke Vietnam dapat mengajarkan mahasiswa untuk lebih mandiri karena penggunaan bahasa lokal cukup dominan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Inggris tetap dapat digunakan di sejumlah area wisata, tetapi kemampuan membaca informasi perjalanan dan menggunakan peta digital akan sangat membantu.
Negara ini juga dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang tertarik pada sejarah, budaya, arsitektur, dan kehidupan masyarakat Asia Tenggara.
5. Jepang
Jika sudah lebih siap menghadapi perbedaan budaya, Jepang dapat menjadi tujuan yang menarik. Jepang memiliki sistem transportasi yang teratur dan berbagai pilihan destinasi yang dapat disesuaikan dengan anggaran mahasiswa.
Namun, perjalanan ke Jepang membutuhkan persiapan lebih matang dibandingkan negara tetangga Indonesia. Mahasiswa perlu memperhatikan biaya perjalanan, musim, aturan transportasi, lokasi penginapan, serta kebutuhan komunikasi.
Jepang juga dapat memberikan pengalaman akademik dan budaya yang berbeda. Mahasiswa bisa mengamati bagaimana masyarakat menggunakan transportasi publik, menjaga ketertiban di ruang umum, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Negara
Negara tujuan pertama tidak harus ditentukan berdasarkan popularitas. Mahasiswa dapat membuat pertimbangan sederhana seperti:
- Jarak perjalanan: negara yang lebih dekat dapat mengurangi waktu perjalanan.
- Bahasa: pilih destinasi yang memungkinkan komunikasi sesuai kemampuan.
- Transportasi: cari tahu akses dari bandara menuju penginapan dan tempat tujuan.
- Anggaran: hitung tiket, penginapan, makanan, transportasi, dan dana cadangan.
- Dokumen perjalanan: pastikan paspor dan dokumen lain sesuai persyaratan negara tujuan.
- Durasi perjalanan: perjalanan 3–5 hari dapat menjadi latihan sebelum melakukan perjalanan lebih lama.
- Teman perjalanan: bagi pemula, bepergian bersama teman dapat membantu ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Persiapan juga sebaiknya tidak berhenti pada membuat itinerary. Mahasiswa perlu menyimpan salinan dokumen penting, mengetahui alamat penginapan, mencatat kontak darurat, dan memahami aturan dasar di negara tujuan.
Pengalaman Luar Negeri Bisa Menjadi Bagian dari Pengembangan Mahasiswa
Perjalanan internasional tidak selalu harus dilakukan untuk liburan. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk mengikuti pertukaran pelajar, seminar, kegiatan budaya, konferensi, volunteering, atau program akademik lainnya.
Bagi mahasiswa yang sedang memilih perguruan tinggi, lingkungan kampus yang memberi ruang untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan pengalaman internasional juga dapat menjadi pertimbangan. Ma’soem University, misalnya, merupakan salah satu kampus swasta yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Program Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan berbahasa dan keterampilan komunikasi. Sementara itu, Program Studi Bimbingan dan Konseling berfokus pada kompetensi di bidang bimbingan dan konseling.
Pengalaman bepergian ke negara lain juga dapat membantu mahasiswa melihat penggunaan bahasa dan interaksi sosial secara langsung. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, kesempatan berkomunikasi dengan orang dari latar belakang berbeda dapat menjadi pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran akademik.
Jangan Lupa Menghitung Anggaran
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika mahasiswa pertama kali ke luar negeri adalah hanya menghitung harga tiket pesawat. Padahal, biaya perjalanan terdiri dari beberapa komponen.
Setidaknya siapkan anggaran untuk:
- Tiket pesawat pulang-pergi.
- Penginapan.
- Transportasi selama berada di negara tujuan.
- Makanan dan minuman.
- Biaya masuk tempat wisata atau kegiatan.
- Internet atau kartu SIM.
- Dana darurat.
Membandingkan beberapa pilihan sebelum membeli tiket juga penting. Mahasiswa dapat menentukan batas pengeluaran sejak awal agar perjalanan tidak mengganggu kebutuhan kuliah setelah kembali ke Indonesia.
Informasi Kontak Ma’soem University
Bagi calon mahasiswa yang ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai Ma’soem University, informasi kontak yang dapat digunakan adalah:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




