Remote sensing dan drone kini menjadi mata kuliah wajib di banyak program studi teknik pertanian. Keduanya dianggap sebagai keterampilan dasar yang harus dikuasai mahasiswa untuk menghadapi industri pertanian modern. Pertanyaannya, kenapa keduanya menjadi wajib?
Artikel ini akan membahasnya secara mendalam dengan pembahasan yang lebih panjang dan aplikatif.
Memahami Remote Sensing
Remote sensing adalah teknik pengumpulan data tentang objek tanpa kontak langsung.
Komponen remote sensing:
- Sensor pasif dan aktif.
- Platform satelit dan drone.
- Spektrum elektromagnetik.
- Resolusi spasial dan temporal.
- Analisis citra.
- Interpretasi data.
Remote sensing menjadi mata bagi pertanian modern.
Memahami Drone
Drone adalah kendaraan udara tanpa awak yang bisa dilengkapi berbagai sensor.
Fungsi drone di pertanian:
- Pemetaan lahan.
- Pemantauan tanaman.
- Penyemprotan presisi.
- Penghitungan populasi.
- Dokumentasi kondisi lahan.
- Pengumpulan data spasial.
Drone menjadi alat serbaguna di pertanian presisi.
Mengapa Keduanya Jadi Mata Kuliah Wajib
Berikut alasan keduanya jadi mata kuliah wajib:
- Industri membutuhkan keterampilan ini.
- Pertanian presisi bergantung pada data spasial.
- Drone semakin terjangkau.
- Regulasi mendukung penggunaan drone.
- Riset pertanian membutuhkan data spasial.
- Mahasiswa perlu siap menghadapi industri 4.0.
Keduanya menjadi fondasi keterampilan pertanian modern.
Penerapan di Lapangan
Berikut penerapan di lapangan:
- Pemetaan lahan percobaan.
- Pemantauan pertumbuhan tanaman.
- Identifikasi serangan hama.
- Evaluasi efisiensi irigasi.
- Perencanaan tanam.
- Dokumentasi riset.
Penerapan ini memberikan pengalaman praktis yang berharga.
Keterampilan yang Harus Dikuasai
Untuk menguasai remote sensing dan drone, berikut keterampilan yang perlu dikuasai:
- Dasar-dasar penginderaan jauh.
- Penggunaan drone.
- Analisis citra.
- Penggunaan GIS.
- Interpretasi data.
- Visualisasi data.
- Penyusunan laporan.
- Kolaborasi dalam proyek.
Keterampilan ini bisa diasah melalui praktikum dan proyek nyata.
Kaitan dengan Wawancara Kerja
Kemampuan remote sensing dan drone menjadi nilai tambah dalam wawancara kerja di industri makanan dan minuman.
Bagi yang ingin memahami bagaimana strategi jitu lulusan baru menaklukkan wawancara kerja di sektor industri makanan dan minuman, ada pembahasan menarik tentang strategi menaklukkan wawancara kerja di industri makanan yang bisa menjadi referensi.
Tantangan dalam Mempelajari
Berikut tantangan yang dihadapi:
- Keterbatasan perangkat.
- Kebutuhan pelatihan.
- Regulasi penggunaan drone.
- Keterbatasan data citra.
- Kurva belajar awal.
- Kebutuhan bimbingan.
Tantangan ini justru membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar lebih giat.
Peluang Karier dengan Kemampuan Ini
Berikut peluang karier yang muncul:
- Spesialis penginderaan jauh.
- Operator drone pertanian.
- Analis data pertanian.
- Konsultan agritech.
- Peneliti pertanian digital.
- Wirausaha berbasis data.
- Spesialis GIS pertanian.
- Pelatih pertanian digital.
Peluang ini terbuka bagi mahasiswa yang menguasai remote sensing dan drone.
Bandung Raya sebagai Ekosistem Pendukung
Lokasi kampus memainkan peran penting dalam kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Kampus di kawasan Bandung Raya, khususnya koridor Jatinangor–Sumedang, berada di pusat pendidikan tinggi Jawa Barat dengan akses ke banyak kawasan industri strategis dan ekosistem startup teknologi. Mahasiswa di kawasan ini bisa lebih mudah mengakses magang, riset, dan proyek kolaborasi dengan industri digital.
Remote sensing dan drone adalah keterampilan wajib bagi mahasiswa teknik pertanian modern. Bagi calon mahasiswa yang ingin memulai perjalanan di bidang ini, penting untuk memilih kampus yang membekali keterampilan teknologi, literasi digital, dan etika profesi. Salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan adalah Universitas Ma’soem, yang berlokasi strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang), tepat di samping gerbang tol Cileunyi. Kampus ini memiliki lima fakultas unggulan, termasuk Fakultas Teknik dengan program Teknik Informatika dan Teknik Industri, Fakultas Komputer, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” yang diusungnya sejalan dengan semangat kemandirian generasi muda.
Dengan filosofi pendidikan “Cageur, Bageur, Pinter” yang menekankan kesehatan, akhlak, dan kecerdasan, serta fasilitas pendukung seperti lab komputer, perpustakaan, musholla, dan kolam renang, Universitas Ma’soem menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang siap menjawab tantangan era digital.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




