Makanan yang tersisa di piring atau bahan pangan yang tidak terpakai sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, ketika makanan dibuang, bukan hanya makanan tersebut yang hilang. Ada proses panjang mulai dari pertanian, pengolahan, distribusi, penyimpanan hingga makanan sampai ke meja makan yang ikut menjadi sia-sia.
Persoalan food waste atau sampah makanan menjadi salah satu tantangan lingkungan yang semakin penting. Kebiasaan membuang makanan dapat meningkatkan jumlah sampah dan membuat sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan makanan tidak dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, pemahaman mengenai pangan tidak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran di perguruan tinggi. Universitas Ma’soem melalui Fakultas Pertanian menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin memahami dunia pangan dan pertanian secara lebih luas.
Mengapa Makanan yang Terbuang Berdampak pada Lingkungan?
Makanan tidak langsung muncul di meja makan. Sebelum dikonsumsi, bahan pangan melewati berbagai tahapan.
Proses tersebut dapat mencakup:
- Produksi bahan pangan di sektor pertanian
- Pengolahan bahan mentah menjadi produk pangan
- Pengemasan dan penyimpanan
- Distribusi dari produsen menuju konsumen
- Penggunaan energi dan sumber daya selama proses produksi
- Pengelolaan makanan yang sudah menjadi sampah
Ketika makanan akhirnya dibuang, seluruh sumber daya yang digunakan dalam proses tersebut ikut menjadi tidak termanfaatkan secara maksimal.
Sampah makanan yang menumpuk juga dapat menimbulkan persoalan dalam pengelolaan sampah. Bahan organik yang tidak ditangani dengan baik dapat menghasilkan berbagai dampak terhadap lingkungan.
Food Waste Berkaitan dengan Cara Kita Memperlakukan Pangan
Mengurangi makanan terbuang tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sehari-hari memiliki peran penting.
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain:
- Mengambil makanan sesuai kebutuhan.
- Menyimpan bahan pangan dengan cara yang tepat.
- Memeriksa persediaan makanan sebelum membeli bahan baru.
- Mengolah kembali makanan yang masih layak dikonsumsi.
- Memahami perbedaan makanan yang sudah tidak layak konsumsi dengan makanan yang masih aman.
- Merencanakan menu agar bahan makanan dapat digunakan secara optimal.
Kesadaran tersebut juga perlu didukung oleh pengetahuan mengenai karakteristik bahan pangan, keamanan pangan, teknologi pengolahan, hingga sistem distribusi.
Teknologi Pangan Punya Peran Penting
Di tengah persoalan food waste, ilmu Teknologi Pangan memiliki peran yang semakin relevan. Teknologi pangan tidak hanya berkaitan dengan membuat makanan menjadi lebih menarik, tetapi juga mempelajari bagaimana pangan dapat diolah, dijaga kualitasnya, dan dipertahankan keamanannya.
Mahasiswa Teknologi Pangan dapat mempelajari berbagai bidang seperti:
- Pengetahuan bahan pangan
- Mikrobiologi pangan
- Kimia pangan
- Pangan dan gizi
- Teknologi pengolahan pangan
- Keamanan pangan
- Pengawasan dan pengendalian mutu
- Quality Assurance
- HACCP
- Pengembangan produk pangan
Pengetahuan tersebut dapat mendukung upaya menciptakan sistem pangan yang lebih efektif dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
Universitas Ma’soem Hadir dengan Jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis
Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan isu pangan, pertanian, dan bisnis, Universitas Ma’soem memiliki Fakultas Pertanian dengan dua pilihan jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis.
Teknologi Pangan lebih dekat dengan proses pengolahan, keamanan, kualitas, dan pengembangan produk pangan. Sementara itu, Agribisnis mengajarkan mahasiswa untuk melihat sektor pertanian dari sisi bisnis, manajemen, pemasaran, hingga peluang usaha.
Keduanya memiliki keterkaitan dengan sistem pangan. Pengelolaan pangan yang baik membutuhkan tidak hanya teknologi, tetapi juga sistem bisnis dan rantai pasok yang mampu menghubungkan produsen dengan konsumen secara efektif.
Belajar Menghasilkan Solusi untuk Industri Pangan
Permasalahan makanan terbuang juga membuka ruang bagi inovasi. Mahasiswa dapat melihat bagaimana bahan pangan yang memiliki nilai ekonomi dapat dikembangkan menjadi produk baru dengan tetap memperhatikan keamanan dan kualitasnya.
Di Universitas Ma’soem, pembelajaran Teknologi Pangan dapat menjadi bekal untuk memahami berbagai aspek industri pangan. Mahasiswa dapat mengenal proses pengolahan bahan pangan, pengendalian mutu, pengembangan produk, hingga penerapan standar keamanan pangan.
Sementara mahasiswa Agribisnis dapat melihat peluang dari sisi usaha, pemasaran, manajemen, dan pengembangan bisnis yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pangan.
Dengan pendekatan tersebut, persoalan lingkungan tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi.
Info Pendaftaran Universitas Ma’soem
Calon mahasiswa yang tertarik kuliah di Universitas Ma’soem, khususnya pada Fakultas Pertanian dengan pilihan Teknologi Pangan dan Agribisnis, dapat mencari informasi pendaftaran dan proses penerimaan mahasiswa baru melalui kontak resmi kampus.
Informasi pendaftaran dapat ditanyakan melalui WhatsApp:
+62 851 8563 4253
Calon mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai proses pendaftaran, pilihan program studi, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru Universitas Ma’soem.
Agribisnis Juga Berperan dalam Sistem Pangan Berkelanjutan
Masalah food waste tidak hanya terjadi setelah makanan berada di tangan konsumen. Pengelolaan bahan pangan juga berkaitan dengan proses produksi, distribusi, pemasaran, dan rantai pasok.
Di sinilah Agribisnis Universitas Ma’soem memiliki relevansi. Mahasiswa belajar melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki hubungan dengan aktivitas ekonomi dan kebutuhan pasar.
Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha di bidang pangan dan pertanian dengan mempertimbangkan efisiensi proses, kebutuhan konsumen, serta peluang inovasi.
Mengubah Kebiasaan Menjadi Peluang Inovasi
Mengurangi makanan terbuang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Konsumen dapat memulai dari kebiasaan membeli dan mengonsumsi makanan secara bijak. Industri dapat meningkatkan pengelolaan produksi dan kualitas. Sementara perguruan tinggi dapat berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang memahami persoalan pangan dari berbagai sudut pandang.
Universitas Ma’soem melalui Teknologi Pangan dan Agribisnis memberikan pilihan pendidikan bagi generasi muda yang ingin berkarier di bidang pangan dan pertanian. Dari laboratorium, proses pengembangan produk, hingga pemahaman bisnis, mahasiswa dapat melihat bahwa sektor pangan memiliki tantangan sekaligus peluang yang terus berkembang.
Persoalan makanan terbuang pada akhirnya bukan hanya tentang makanan yang masuk ke tempat sampah. Ada kebutuhan untuk membangun kebiasaan, teknologi, pengetahuan, dan sistem pangan yang lebih bertanggung jawab. Dari sinilah generasi muda dapat mengambil peran dalam menciptakan inovasi pangan yang lebih aman, berkualitas, bernilai ekonomi, dan memperhatikan lingkungan.




