Bayangkan seseorang baru pertama kali mengunjungi sebuah website bisnis. Ia ingin mencari informasi produk, tetapi harus membuka banyak halaman. Menu tidak jelas, tulisan terlalu kecil, atau tombol yang dibutuhkan sulit ditemukan. Dalam situasi seperti ini, pengunjung bisa saja memilih keluar sebelum mengetahui lebih jauh tentang bisnis tersebut.
Website bukan hanya tempat untuk menampilkan informasi. Cara pengunjung berinteraksi dengan setiap halaman ikut menentukan apakah mereka merasa nyaman atau justru kebingungan. Karena itu, kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pengunjung.
Website yang Mudah Digunakan Membuat Informasi Lebih Cepat Ditemukan
Tujuan utama pengunjung ketika membuka website biasanya cukup sederhana: mereka ingin mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Semakin mudah informasi tersebut ditemukan, semakin kecil kemungkinan pengunjung merasa frustrasi.
Beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menu navigasi memiliki nama yang mudah dipahami.
- Tombol penting terlihat jelas dan mudah ditemukan.
- Informasi produk atau layanan disusun secara teratur.
- Kolom pencarian tersedia jika website memiliki banyak informasi.
- Setiap halaman memiliki alur yang tidak membingungkan.
Website yang terstruktur membuat pengunjung dapat bergerak dari satu halaman ke halaman lain tanpa harus menebak-nebak apa yang harus dilakukan.
Masalah Muncul Ketika Website Dibuat Hanya untuk Terlihat Menarik
Tampilan yang menarik memang dapat membuat website terlihat profesional. Namun, desain yang terlalu rumit justru bisa menjadi masalah apabila mengorbankan kemudahan penggunaan. Animasi yang berlebihan, terlalu banyak elemen dalam satu halaman, atau kombinasi informasi yang tidak teratur dapat membuat pengunjung kehilangan fokus.
Misalnya, sebuah website toko online memiliki foto produk yang menarik, tetapi informasi harga, ukuran, dan tombol pembelian sulit ditemukan. Secara visual website tersebut mungkin terlihat bagus, tetapi pengalaman pengguna belum tentu baik. Solusinya adalah menempatkan kebutuhan pengunjung sebagai dasar perancangan. Desain sebaiknya mendukung fungsi website, bukan sekadar mempercantik halaman.
Pengalaman Pengunjung Bisa Menentukan Langkah Berikutnya
Kemudahan penggunaan website juga berkaitan dengan tindakan yang ingin dilakukan pengunjung. Setelah mendapatkan informasi, mereka mungkin ingin membeli produk, menghubungi bisnis, melakukan pendaftaran, atau sekadar mencari informasi tambahan.
Jika langkah berikutnya dibuat jelas, pengunjung tidak perlu berpikir terlalu lama. Contohnya, tombol seperti “Beli Sekarang”, “Hubungi Kami”, atau “Daftar” dapat membantu mengarahkan pengunjung sesuai kebutuhannya.
Website bisnis yang baik seharusnya mampu menjawab pertanyaan pengunjung seperti:
“Saya harus klik apa setelah ini?”
Jika jawabannya terlihat jelas, perjalanan pengunjung menjadi lebih sederhana.
Kecepatan dan Tampilan di Smartphone Tidak Boleh Diabaikan
Pengunjung tidak selalu membuka website melalui komputer. Banyak orang mengakses informasi menggunakan smartphone, sehingga tampilan website perlu menyesuaikan ukuran layar yang berbeda. Website yang lambat dibuka atau tampilannya berantakan ketika digunakan melalui ponsel dapat membuat pengunjung meninggalkan halaman. Karena itu, bisnis perlu memperhatikan beberapa aspek teknis, seperti ukuran gambar, struktur halaman, dan responsivitas desain. Bagi bisnis, hal ini menjadi persoalan yang cukup penting karena website yang sulit digunakan dapat mengurangi kesempatan pengunjung untuk mengenal produk atau layanan lebih jauh.
Saatnya Belajar Memahami Website dari Sisi Bisnis dan Sistem
Website yang mudah digunakan tidak tercipta hanya dengan memilih desain yang bagus. Ada proses untuk memahami kebutuhan pengguna, menyusun informasi, merancang alur, serta memastikan sistem dapat berjalan dengan baik. Karena itu, kemampuan memahami aspek bisnis sekaligus sistem informasi menjadi bekal yang relevan bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam pengembangan website.
Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi tempat untuk mempelajari bagaimana teknologi, sistem, dan kebutuhan bisnis dapat saling terhubung. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa dapat memahami proses perancangan solusi digital yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengguna. Informasi lebih lanjut mengenai perkuliahan dapat ditanyakan kepada Admin Univ Ma’soem melalui +62 851 8563 4253.
Website Perlu Dipikirkan dari Sudut Pandang Pengunjung
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat website berdasarkan apa yang ingin ditampilkan bisnis, bukan berdasarkan apa yang ingin dicari pengunjung. Akibatnya, informasi penting justru tertutup oleh elemen yang kurang diperlukan.
Cobalah melihat website dari perspektif orang yang belum mengenal bisnis tersebut. Apakah mereka langsung memahami bisnis yang ditawarkan? Apakah produk mudah ditemukan? Apakah mereka tahu cara menghubungi pemilik usaha?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu menemukan bagian website yang masih perlu diperbaiki.
Kemudahan Adalah Bagian dari Kepercayaan
Pengunjung cenderung membutuhkan pengalaman yang jelas ketika berinteraksi dengan sebuah website. Informasi yang tersusun rapi, navigasi yang sederhana, serta proses yang tidak berbelit dapat membuat bisnis terlihat lebih serius dalam melayani penggunanya.
Pada akhirnya, website bisnis bukan sekadar halaman digital yang berisi informasi. Website merupakan salah satu titik pertemuan antara bisnis dan calon pelanggan. Semakin mudah pengunjung memahami dan menggunakannya, semakin terbuka pula peluang mereka untuk melanjutkan interaksi dengan bisnis tersebut.
Bagi mahasiswa yang ingin memahami lebih jauh bagaimana website dirancang dari sisi sistem maupun kebutuhan bisnis, mempelajari S1 Sistem Informasi dan Bisnis Digital di Ma’soem University dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun pemahaman tersebut secara lebih terarah.




