Pernah melihat makanan atau minuman baru di rak toko lalu penasaran bagaimana produk tersebut bisa muncul dan akhirnya dipasarkan? Di balik satu produk yang terlihat sederhana, ada proses panjang yang dimulai dari membaca tren konsumen, mencari ide, melakukan pengembangan formula, pengujian, hingga memastikan produk memiliki kualitas dan keamanan yang sesuai.
Proses tersebut dikenal dengan istilah product development atau pengembangan produk. Dalam industri pangan, kemampuan product development menjadi salah satu kompetensi penting karena perusahaan tidak hanya membutuhkan produk yang enak, tetapi juga aman, berkualitas, menarik, dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia makanan dan industri, kemampuan tersebut dapat dipelajari melalui Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ma’soem. Program studi ini berada di Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem dengan dua pilihan jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis.
Product Development Dimulai dari Membaca Tren Konsumen
Produk baru biasanya tidak muncul hanya karena seseorang memiliki ide. Tim pengembangan produk perlu mengetahui apa yang sedang dicari konsumen.
Perubahan gaya hidup, kebiasaan makan, perhatian terhadap kesehatan, hingga tren makanan di media sosial dapat menjadi sumber inspirasi. Misalnya, meningkatnya minat terhadap makanan praktis dapat mendorong perusahaan mengembangkan produk siap konsumsi.
Seorang product developer perlu memahami beberapa pertanyaan penting:
- Siapa target konsumennya?
- Masalah apa yang ingin diselesaikan produk?
- Apa yang membuat produk berbeda?
- Bagaimana karakter rasa dan teksturnya?
- Bagaimana produk dapat diproduksi secara konsisten?
- Apakah produk aman untuk dikonsumsi?
Kemampuan membaca kebutuhan pasar kemudian dipadukan dengan ilmu pangan agar ide tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang realistis.
Dari Ide Menjadi Formula Produk
Setelah menemukan konsep, tahap berikutnya adalah membuat formulasi. Pada tahap ini, ide produk mulai diterjemahkan menjadi komposisi bahan dan karakteristik yang lebih jelas.
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem dapat mempelajari berbagai ilmu yang mendukung proses tersebut, mulai dari Analisis Pangan, Biokimia Pangan, Pengetahuan Bahan Pangan, Mikrobiologi Pangan, Keamanan Pangan, hingga Teknologi Pengolahan Nabati dan Hewani.
Pengetahuan tersebut penting karena bahan pangan memiliki karakteristik yang berbeda. Perubahan komposisi bahan dapat memengaruhi rasa, aroma, warna, tekstur, daya simpan, bahkan keamanan produk.
Product development juga tidak berhenti pada membuat produk terasa enak. Produk perlu diuji dan dikembangkan berkali-kali sampai mendapatkan karakteristik yang sesuai dengan target konsumen.
Pengujian Menjadi Bagian Penting dalam Pengembangan Produk
Produk yang sudah dibuat perlu melalui berbagai pengujian. Salah satunya adalah pengujian karakteristik produk untuk mengetahui apakah hasilnya sudah sesuai dengan standar yang diinginkan.
Dalam industri pangan, aspek quality assurance dan quality control juga memiliki peran penting. Produk yang dipasarkan harus memiliki kualitas yang konsisten meskipun diproduksi dalam jumlah besar.
Mahasiswa Teknologi Pangan juga dapat mengenal konsep seperti HACCP, pengawasan dan pengendalian mutu, hygiene, serta K3. Kompetensi tersebut dapat menjadi bekal ketika nantinya bekerja di industri makanan dan minuman.
Kemampuan melakukan evaluasi produk juga dapat membantu mahasiswa memahami bahwa sebuah produk yang berhasil masuk ke pasar membutuhkan perpaduan antara kreativitas dan pengetahuan teknis.
Product Development Tidak Lepas dari Kemasan dan Pasar
Produk yang sudah memiliki formula belum otomatis siap masuk rak toko. Kemasan, informasi produk, daya simpan, proses produksi, hingga strategi pemasaran juga perlu diperhatikan.
Seorang product developer perlu berkomunikasi dengan berbagai bagian, seperti tim produksi, quality control, pemasaran, hingga manajemen. Karena itu, kemampuan bekerja dalam tim dan memahami kebutuhan bisnis menjadi nilai tambah.
Di Universitas Ma’soem, pembelajaran Teknologi Pangan juga dapat diarahkan untuk membangun kemampuan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi mampu melihat penerapan ilmu pangan dalam dunia industri dan kewirausahaan.
Info Pendaftaran Universitas Ma’soem
Bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari ilmu pangan sekaligus mengenal proses pengembangan produk, Teknologi Pangan Universitas Ma’soem dapat menjadi pilihan pendidikan di Bandung Timur.
Model perkuliahan di Universitas Ma’soem menerapkan pembelajaran hybrid yang mengombinasikan kegiatan tatap muka di kampus dengan pembelajaran online. Sistem ini didukung fasilitas digital kampus dan dosen yang adaptif sehingga mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih fleksibel.
Informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Ma’soem dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa juga dapat menanyakan informasi mengenai program studi, jalur pendaftaran, dan ketentuan masuk yang sedang tersedia.
Belajar Product Development untuk Menjawab Kebutuhan Industri
Perjalanan sebuah produk dari ide hingga berada di rak toko membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Dibutuhkan pemahaman mengenai bahan pangan, proses pengolahan, keamanan pangan, kualitas, formulasi, karakteristik produk, serta kebutuhan konsumen.
Inilah yang membuat kemampuan product development semakin relevan bagi mahasiswa Teknologi Pangan. Kompetensi tersebut dapat diterapkan ketika bekerja di industri makanan dan minuman, quality assurance, research and development, product development, maupun ketika membangun bisnis pangan sendiri.
Melalui Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana ilmu pangan diterapkan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya menarik bagi konsumen, tetapi juga memiliki kualitas dan keamanan yang diperhatikan sejak proses pengembangan hingga siap dipasarkan.




