Pernah bertanya-tanya mengapa makanan yang dijual di supermarket memiliki kemasan, informasi gizi, tanggal kedaluwarsa, hingga berbagai keterangan yang tercantum pada label? Sebelum sebuah produk pangan sampai ke tangan konsumen, terdapat berbagai proses yang perlu diperhatikan untuk memastikan produk tersebut memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Laboratorium menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Pengujian laboratorium dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik bahan pangan, kualitas produk, kandungan tertentu, hingga memastikan produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Hal ini membuat Teknologi Pangan menjadi bidang yang memiliki peran penting dalam industri makanan dan minuman. Di Ma’soem University, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana ilmu pangan diterapkan mulai dari bahan baku hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi.
Mengapa Makanan Perlu Diuji di Laboratorium?
Makanan tidak cukup hanya terlihat menarik atau memiliki rasa yang enak. Produk pangan juga perlu memiliki kualitas dan keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam industri pangan, pengujian dapat dilakukan terhadap bahan baku maupun produk yang sudah jadi. Beberapa karakteristik yang dapat diperiksa antara lain kadar air, kandungan gizi, sifat fisik, sifat kimia, hingga aspek mikrobiologi.
Misalnya, kadar air dapat berpengaruh terhadap daya simpan suatu produk. Produk dengan kondisi tertentu yang tidak sesuai dapat lebih mudah mengalami perubahan kualitas. Sementara itu, pengujian mikrobiologi dapat membantu mengetahui keberadaan mikroorganisme yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan.
Karena itu, laboratorium bukan sekadar tempat untuk melakukan eksperimen, tetapi menjadi bagian dari proses quality control dalam industri pangan.
Apa Saja yang Bisa “Diperiksa” dari Produk Makanan?
Pengujian pangan dapat disesuaikan dengan jenis produk dan tujuan pemeriksaannya. Dalam proses pembelajaran Teknologi Pangan, mahasiswa dapat mengenal berbagai jenis analisis yang berkaitan dengan karakteristik produk pangan.
1. Pengujian Fisik
Pengujian fisik dapat berkaitan dengan warna, tekstur, bentuk, berat, maupun karakteristik lain yang dapat diamati atau diukur.
Pada produk roti, misalnya, tekstur dan warna menjadi karakteristik yang berhubungan dengan kualitas produk. Perubahan karakteristik tersebut dapat menjadi indikator bahwa terdapat perubahan selama proses produksi atau penyimpanan.
2. Pengujian Kimia
Analisis kimia digunakan untuk mengetahui komponen atau karakteristik kimia tertentu pada bahan pangan.
Beberapa parameter yang umum dikenal dalam analisis pangan antara lain kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, serta karakteristik kimia lainnya sesuai kebutuhan pengujian.
Pengetahuan tersebut penting karena komposisi bahan dapat memengaruhi kualitas, nilai gizi, rasa, tekstur, dan daya simpan makanan.
3. Pengujian Mikrobiologi
Makanan juga dapat berinteraksi dengan berbagai jenis mikroorganisme. Karena itu, aspek mikrobiologi menjadi bagian penting dalam keamanan pangan.
Mahasiswa Teknologi Pangan perlu memahami bagaimana mikroorganisme dapat memengaruhi bahan pangan, bagaimana proses pengujian dilakukan, serta bagaimana penerapan sanitasi dan higiene dapat membantu menjaga kualitas produk.
Dari Laboratorium hingga Rak Supermarket
Proses menghasilkan produk pangan tidak berhenti setelah makanan selesai dibuat. Industri perlu memastikan produk memiliki karakteristik yang konsisten dari satu produksi ke produksi berikutnya.
Bayangkan sebuah perusahaan memproduksi makanan ringan dalam jumlah besar. Konsumen tentu mengharapkan produk yang dibeli memiliki rasa, tekstur, warna, dan kualitas yang relatif konsisten.
Di sinilah pengetahuan tentang quality control dan quality assurance menjadi relevan. Hasil pengujian dapat menjadi salah satu dasar untuk mengevaluasi apakah proses produksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan perusahaan.
Mahasiswa Teknologi Pangan juga perlu memahami hubungan antara teori, praktikum, proses produksi, pengendalian mutu, dan kebutuhan industri. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja di industri makanan dan minuman.
Teknologi Pangan di Ma’soem University
Di Ma’soem University, Fakultas Pertanian memiliki dua pilihan program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Untuk mahasiswa yang tertarik dengan proses pengolahan, analisis, mutu, dan keamanan makanan, Teknologi Pangan dapat menjadi pilihan yang relevan.
Pembelajaran Teknologi Pangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana membuat makanan menjadi enak. Mahasiswa juga diperkenalkan pada aspek ilmiah yang mendukung pengembangan produk pangan, mulai dari karakteristik bahan, pengolahan, pengujian, hingga pengendalian kualitas.
Lingkungan pembelajaran seperti ini dapat membantu mahasiswa memahami bahwa sebuah produk makanan yang terlihat sederhana di rak supermarket sebenarnya melibatkan berbagai proses di belakangnya.
Sementara itu, bagi mahasiswa yang lebih tertarik pada pengelolaan bisnis pertanian, pemasaran hasil pertanian, kewirausahaan, dan rantai agribisnis, Agribisnis Ma’soem University menawarkan bidang pembelajaran yang berbeda namun masih berada dalam lingkup Fakultas Pertanian.
Pendaftaran Ma’soem University
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari dunia pangan secara lebih mendalam, Ma’soem University dapat menjadi salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Program Studi Teknologi Pangan Ma’soem University dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin memahami bagaimana bahan pangan dikembangkan dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sekaligus mempelajari aspek mutu dan keamanan pangan.
Informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru Ma’soem University, pilihan program studi, persyaratan, dan informasi penerimaan dapat ditanyakan melalui WhatsApp:
+62 851 8563 4253
Apakah Lulusan Teknologi Pangan Hanya Bisa Bekerja di Pabrik Makanan?
Pengetahuan Teknologi Pangan dapat diterapkan pada berbagai bidang industri. Lulusan dapat memiliki peluang untuk mengembangkan karier pada bidang quality control (QC), quality assurance (QA), research and development (R&D), produksi, laboratorium, pengembangan produk, hingga industri makanan dan minuman.
Kemampuan menganalisis bahan dan produk pangan juga dapat mendukung mahasiswa yang ingin mengembangkan produk pangan sendiri. Pengetahuan mengenai bahan baku, proses pengolahan, kualitas, pengemasan, dan daya simpan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan bisnis pangan.
Karena itu, pertanyaan tentang apakah makanan harus “lulus ujian” sebelum masuk rak supermarket sebenarnya mengarah pada proses yang lebih luas. Produk pangan perlu melewati berbagai tahapan pengembangan dan pengendalian mutu agar karakteristik serta keamanannya dapat memenuhi persyaratan yang berlaku.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengenal lebih jauh dunia Teknologi Pangan dan Agribisnis, Ma’soem University menyediakan kedua program studi tersebut di Fakultas Pertanian dengan bidang pembelajaran yang berbeda sesuai minat dan rencana karier mahasiswa.




